Sugeng Sejati
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Ketakutan dan Kecemasan Terhadap ODGJ Sebagai Akibat Pengalaman Traumatis di Masa Sekolah Dasar Sugeng Sejati; Refola Ezi Pratama; Ranty Oktavia; Atria Afrilianti; Rista Fahera; Mardhatillah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak terhadap ketakutan dan kecemasan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Fokus utama penelitian adalah pada seorang anak yang menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh seorang ODGJ, yang kemudian meninggalkan jejak psikologis yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap subjek yang mengalami trauma tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian traumatis pada masa kecil menimbulkan gejala psikologis berupa ketakutan ekstrem, gangguan tidur, dan mimpi buruk. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh subjek berkembang menjadi kecemasan sosial jangka panjang, seperti penghindaran terhadap ODGJ dan reaksi fisik yang kuat, seperti jantung berdebar dan gemetar. Pemrosesan emosional yang tidak optimal akibat trauma masa kecil ini berujung pada kesulitan membangun hubungan sosial dan rendahnya kemampuan untuk mempercayai orang asing. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi psikologis untuk membantu individu yang mengalami trauma agar dapat memproses pengalaman traumatis mereka dengan cara yang lebih sehat. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pendidikan dan terapi yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.
Peran Kepribadian dalam Memprediksi Kenyamanan Komunikasi pada Kelompok Mahasiswa Beda Budaya Sugeng Sejati; Nabila Zahira; Selly Dwi Mayang Sari; Ridia Desnika; Tiara Amelia; Indah Tuti Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39490

Abstract

Keberagaman budaya di lingkungan perguruan tinggi menciptakan dinamika komunikasi interpersonal yang kompleks. Perbedaan latar belakang budaya dan karakter kepribadian mahasiswa berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan mereka dalam berinteraksi di kelompok dengan latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepribadian terhadap kenyamanan komunikasi interpersonal mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam (in-depth interview) terhadap mahasiswa yang tergabung dalam kelompok belajar dengan latar belakang budaya yang berbeda. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur untuk menggali pengalaman komunikasi, persepsi kenyamanan, serta strategi adaptasi dalam kelompok. Data pendukung diperoleh melalui observasi terbatas terhadap dinamika interaksi mahasiswa. Analisis data dilakukan secara tematik naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kecenderungan kepribadian terbuka dan ekstrovert lebih mudah beradaptasi serta merasa nyaman dalam komunikasi kelompok, sementara mahasiswa introvert membutuhkan waktu penyesuaian yang lebih lama. Kenyamanan komunikasi dipengaruhi oleh empati, penerimaan sosial, kontrol diri, dan respons positif antar anggota kelompok. Hambatan komunikasi berupa perbedaan gaya bicara dan latar budaya dapat diminimalkan melalui sikap saling menghargai dan keterbukaan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepribadian berperan penting dalam membentuk kualitas komunikasi interpersonal mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda.
The Tazkiyatun Nafs (Purification of the Soul) for Enhancing Muslim Family Resilience in the Digital Era Sugeng Sejati; Naylatun Ni'mah; Widya Putri; Fifian Revalina
DAWUH : Islamic Communication Journal Vol. 7 No. 2 (2026): July
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/dawuh.v7i2.1981

Abstract

This study examines the role of tazkiyatun nafs (spiritual purification of the soul) in enhancing Muslim family resilience in the digital era. Rapid technological advancement, excessive social media use, and digital dependency have created challenges for family communication, emotional stability, and moral cohesion. This research employed a Systematic Literature Review (SLR) following PRISMA guidelines and analyzed 25 peer-reviewed articles published between 2015 and 2025 from Scopus, ScienceDirect, DOAJ, and Google Scholar. The findings indicate that tazkiyatun nafs, through the stages of takhalli, tahalli, and tajalli, strengthens family resilience at three interconnected levels: intrapersonal, interpersonal, and transpersonal. The process promotes emotional regulation, self-control, empathetic communication, constructive conflict resolution, and shared spiritual meaning within family relationships. The study further demonstrates that spiritual purification complements psychological resilience mechanisms by providing an internal moral and spiritual foundation that helps families cope with technoference, social comparison, and digital overexposure. These findings highlight the relevance of integrating Islamic spiritual principles with contemporary psychological approaches to foster resilient Muslim families in the digital era. The study offers practical implications for Islamic family counseling, digital literacy programs, and spirituality-based family resilience interventions.
Kecerdasan Emosional Perempuan: Pemahaman, Pengelolaan, dan Ekspresi Emosi Sebagai Kunci Keseimbangan Diri dan Relasi Sosial Nurselly; Sugeng Sejati; Betry Afrin Siska; Ami Kurnia Melinsi; Riska Yulandari
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/080w4a48

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan aspek penting dalam membentuk keseimbangan diri dan keharmonisan relasi sosial, terutama bagi perempuan yang memiliki tingkat kepekaan emosional tinggi serta memegang banyak peran dalam kehidupan sosial dan keluarga. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan perempuan dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosi tidak hanya berkaitan dengan aspek psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor biologis, sosial, budaya, dan spiritual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kecerdasan emosional perempuan dalam menjaga stabilitas psikologis dan membangun relasi sosial yang sehat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan interpretative. Hasil analisis menunjukkan bahwa perempuan dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung memiliki keseimbangan diri yang lebih stabil, mampu beradaptasi terhadap tekanan sosial, serta menunjukkan empati dan kepekaan sosial yang mendukung keharmonisan lingkungan. Selain itu, spiritualitas berperan penting sebagai dasar pengelolaan emosi yang bijak, menjadikan perempuan tidak hanya cerdas secara emosional, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa kecerdasan emosional perempuan merupakan kunci dalam menciptakan keseimbangan batin, relasi sosial yang harmonis, serta kontribusi positif terhadap kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat.