Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelaksanaan Smart UMKM melalui Peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar A. Adawiyah Hanif Shahsanan; Aiman Sabar Rezeky
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, namun menghadapi tantangan besar di era digital, yang menuntut implementasi konsep Smart UMKM untuk meningkatkan daya saing. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar memiliki peran krusial dalam memfasilitasi transformasi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar dalam mewujudkan Smart UMKM.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan informasi penelitian yang komprehensif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung dengan informan yang dipilih secara purposif, yaitu Tim Pengembang Kewirausahaan dan beberapa pelaku UMKM. Analisis data dilakukan mengikuti langkah Kondensasi Data, Penyajian Data, dan Verifikasi/Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar mencakup pembinaan yang berfokus pada pengembangan kualitas produk melalui Inkubator Center, termasuk standarisasi dan pelatihan digital. Pengoordinasian dilakukan melalui strategi komunikasi berlapis (media sosial dan enumerator di kelurahan) serta kolaborasi antar sektor. Namun, terungkap bahwa sosialisasi dan jangkauan program pembinaan serta Inkubator Center masih belum merata, dibuktikan dengan banyaknya pelaku UMKM yang tidak mengetahui atau belum menerima pelatihan. Program dan strategi pengawasan (monitoring dan evaluasi) juga dirancang untuk mendukung pelaksanaan Smart UMKM. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan signifikan antara rencana pengawasan dan implementasi di lapangan, sebab banyak pelaku UMKM tidak merasakan kehadiran atau pemantauan langsung. Selain itu, pelaku UMKM cenderung menyelesaikan masalah secara mandiri, mengindikasikan bahwa mekanisme pelaporan dan peran Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar sebagai sumber bantuan langsung belum dimanfaatkan secara efektif.
REPOSISI PERAN KARANG TARUNA DALAM TATA KELOLA DESA: DARI PELAKSANA KEGIATAN MENJADI PENGELOLA DATA BERBASIS KOMUNITAS Astuti Astuti; Saenab Saenab; Aiman Sabar Rezeky
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.9758

Abstract

Village youth organizations (Karang Taruna) have traditionally functioned as activity implementers in village governance, with limited participation in data management and evidence-based decision-making. This community service program aimed to reposition Karang Taruna members as community-based data managers by strengthening their statistical and digital literacy capacities. Using a participatory capacity-building approach with 25 Karang Taruna members in Barru Regency, South Sulawesi, the program integrated hands-on training in basic descriptive statistics and cloud-based digital tools. Evaluation results indicate that 80% of participants were able to calculate activity participation rates using spreadsheets, while 72% successfully designed digital survey instruments using Google Form. Analysis of organizational behavior change reveals a significant shift from passive program execution toward active data stewardship and evidence-based program evaluation. The findings demonstrate that integrating statistical and digital literacy within youth organizations substantially strengthens youth civic engagement, promotes community data empowerment, and positions Karang Taruna as strategic digital inclusion agents within the village governance ecosystem. This repositioning enables youth to bridge the technological gap in village administration, thereby contributing to more participatory, transparent, and accountable village governance from a bottom-up perspective. Keywords: community data empowerment; digital inclusion; Karang Taruna; village governance; youth civic engagement.