Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

REVITALISASI PERMAINAN TRADISIONAL MELALUI PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN MOTORIK BAGI GURU TK BTB LIDAH WETAN SURABAYA Wahyu Widayati Widayati; Sri Utami; Muhajir
JA (Jurnal Abdiku) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdiku
Publisher : Penerbit LPPM- STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ja.v5i2.799

Abstract

Abstrak: Permainan merupakan hal yang paling disenangi anak. Permainantradisional mulai ditinggalkan dan jarang digunakan dalam pembelajaran di PAUDkarena dianggap kuno serta melelahkan. Permasalahan mitra yaitu Dalammengajarkan pengembangan motorik guru-guru masih terbatas pada Gerakantertentu saja seperti menari,dan menirukan Gerakan binatang dan tidakmenggunakan alat atau media. Untuk itu, dalam upaya merevitalisasi permainantradisional, tim melakukan pelatihan pembelajaran pengembangan motorik melaluipermainan tradisional bagi orang tua dan guru-guru PAUD. Kegiatan PPM inibertujuan untuk membekali guru TK dan KB di Lakarsantri agar mereka mampumengidentifikasi, memilih, mengembangkan, dan mempraktikkan permainantradisional untuk pembelajaran pengembangan motorik . Bentuk kegiatan yangpaling cocok untuk membekali para guru dan orang tua tersebut adalah pelatihan.Kegiatan pelatihan dilakukan secara sistematis, dari kegiatan yang bersifat teoretishingga praktis, yaitu dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, praktik,dan brainstorming. Peserta pelatihannya adalah guru-guru TK dan KB dan orangtua di TK Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya. Hasil kegiatan PPM ini semuapeserta dapat mengidentifikasi faktor-faktor determinan (penghambat danpendukung) penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran pengembanganmotorik untuk anak usia dini, semua peserta mampu memodifikasi, mengemas, danmengembangkan permainan tradisional menjadi modern untuk anak usia dini yangkreatif dan inovatif.Kata Kunci: Permainan tradisional, motorik , revitalisasi
Penggunaan Kata Serapan Daerah Dan Asing dalam Novel “di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu Nurmin Nurmin; Muhajir Muhajir; Devito Andharu
Kode : Jurnal Bahasa Vol 12, No 3 (2023): Kode: Edisi September 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v12i3.47643

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui tentang penggunaan kata serapan daerah dan asing dalam novel “Di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif analisis, Sumber data dalam penelitian ini adalah dari buku novel “Di Bawah Bayang-Bayang Ode” Karya Sumiman Udu diterbitkan oleh penerbit Seligi Pekanbaru, Tebal buku 240 halaman. Cetakan pertama Maret 2015. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca, mencatat, dan mengidentifikasi yaitu membaca serta mengamati lalu mencatat hasil penelitian tentang penggunaan kata serapan daerah dan asing dalam novel  “Di Bawah Bayang-Bayang Ode”. Karya Sumiman Udu tersebut. Setelah itu mengidentifikasi dengan mengelompokkan kata serapan daerah Buton (Wakatobi) dan bahasa asing (bahasa Inggris dan Arab) dengan menggunakan teknik analisis isi novel, mengidentifikasi, menganalisis, dan memaknai kata serapan bahasa daerah Buton (Wakatobi) dan bahasa asing (bahasa Inggris dan Arab). Penggunaan kata serapan daerah dan asing dalam novel “Di Bawah Bayang-Bayang Ode”. Karya Sumiman Udu ditemukan kata serapan daerah Buton (Wakatobi) sebanyak 45 kata serapan daerah Buton (Wakatobi) yang berupa istilah daerah, nama makanan khas daerah, dan adat dan tradisi masyarakat Buton (Wakatobi). Sedangkan serapan bahasa asing (bahasa Inggris sebanyak 3 kata dan Arab sebanyak 2 kata) yang berupa istilah atau kata umum yang biasa diucapkan masyarakat pada umunya. Kata Kunci: Kata Serapan Daerah, Serapan Asing, Novel
Fenomena Pemanfaatan Teknologi Pendidikan dalam Pembelajaran Homeschooling Athayya Surabaya untuk Diversi Anak Anak Korban Kekerasan KDRT dan Kekerasan Bullying Kurnianti Herdiandari; Muhajir Muhajir; Sri Wahjuningtyas
Epistema Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ep.v3i2.64014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi fenomena pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran homeschooling Athayya Surabaya untuk diversi anak-anak korban kekerasan KDRT/kekerasan bullying. Latar belakang penelitian ini melibatkan isu serius yang dihadapi oleh anak-anak korban kekerasan, di mana mereka sering mengalami gangguan dalam pendidikan mereka akibat lingkungan yang tidak aman dan kurangnya interaksi sosial yang positif. Oleh karena itu, penelitian ini menggali potensi teknologi pendidikan dalam membantu anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying dalam mendapatkan pendidikan yang aman dan berdampak positif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Kajian literatur terdahulu digunakan sebagai dasar pernyataan kebaruan ilmiah dari artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan dalam homeschooling Athayya Surabaya memberikan kontribusi yang signifikan dalam diversi anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying. Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam homeschooling menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak, meningkatkan motivasi belajar, memfasilitasi interaksi sosial, dan mendukung perkembangan akademik mereka. Temuan penelitian ini mendukung hipotesis yang diajukan. Namun, tantangan seperti aksesibilitas teknologi yang tidak merata dan kurangnya pemahaman teknologi dari guru dan orang tua/wali perlu diatasi agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat mencapai potensinya secara maksimal. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pemanfaatan teknologi pendidikan dalam diversi anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan strategi dan kebijakan yang efektif dalam memanfaatkan teknologi pendidikan untuk membantu anak-anak korban KDRT/kekerasan bullying dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan mendukung. Kolaborasi antara guru, orang tua/wali, dan pihak terkait juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung bagi anak-anak tersebut.
Pengaruh Penambahan Dosis Tepung Buah Pepaya (Carica papaya L.) Pada Pakan Komersial Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) Ukuran 8 cm di Candra Kirana Farm Erika Nur Amalia Putri; Sumaryam Sumaryam; Muhajir Muhajir; Nurul Hayati
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.22658

Abstract

ABSTRAKIkan koi (Cyprinus carpio) salah satu spesies ikan hias yang memiliki warna tubuh yang sangat indah. keindahan warna tubuh ikan koi telah menjadi komoditas yang digemari oleh masyarakat. Warna tubuh ikan koi sangat menarik karena mengandung pigmen yang bernama karotenoid. Salah satu bahan yang dapat dipakai untuk mencegah agar warna tubuhnya tidak berubah dan lebih indah adalah tepung buah pepaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya L.) pada pakan komersial terhadap tingkat kecerahan warna benih ikan koi ukuran 8 cm. Penelitian ini menggunakan perlakuan penambahan dosis tepung buah pepaya pada pakan komersial, perlakuan A; 5% dari jumlah pakan/hari, perlakuan B; 10% dari jumlah pakan/hari, perlakuan C; 15% dari jumlah pakan/hari, perlakuan D; 20% dari jumlah pakan/hari dan perlakuan E; 25% dari jumlah pakan/hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan hasil terbaik terhadap tingkat kecerahan benih ikan koi ukuran 8 cm dengan point tertinggi 209,0. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar 26– 270C, derajad keasaman berkisar 6,5-6,7 dan oksigen terlarut berkisar 5,40-5,49 ppm.Kata kunci: Dosis tepung buah pepaya (Carica papaya L.), benih ikan koi (Cyprinus carpio), tingkat kecerahan warna tubuhABSTRACTKoi fish (Cyprinus carpio) is a species of ornamental fish that has a very beautiful body color. The beautiful body color of koi fish has become a popular commodity among the public. The body color of koi fish is very attractive because it contains pigments called carotenoids. One ingredient that can be used to prevent the color of the body from changing and make it more beautiful is papaya fruit flour. The research aims to determine the best dose of adding papaya fruit flour (Carica papaya L.) to commercial feed on the color brightness level of 8 cm koi fish seeds. This research used an additional dose of papaya flour in commercial feed, treatment A; 5% of the amount of feed/day, treatment B; 10% of the amount of feed/day, treatment C; 15% of the amount of feed/day, treatment D; 20% of the amount of feed/day and treatment E; 25% of the amount of feed/day. The results showed that treatment C gave the best results for the brightness level of koi fish seeds measuring 8 cm with a point of 209.0. Water quality data obtained from water temperatures ranged from 26 to 270C, acidity levels ranged from 6.5 to 6.7 and dissolved oxygen ranged from 5.40 to 5.49 ppm.Keywords: Doses papaya fruit powder (Carica papaya L.), koi fish seeds (Cyprinus carpio), body color brightness level
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN KOMERSIAL TERHADAP PERTUMBUHAN BERAT MUTLAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) UMUR PL 8-21 DI CV. ZELDA SUMENEP KABUPATEN SUMENEP Fabian Rahmando Ahmed; Muhajir Muhajir; Achmad Kusyairi
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i2.809

Abstract

One important factor in feeding management is the frequency of feeding, namely the number of times feed is given in one day. If this feeding frequency is used incorrectly, it can certainly affect the growth and survival of the shrimp. This study aims to determine the optimal commercial feeding frequency for the absolute weight growth vannamei shrimp (Litopennaeus vannamei) PL ages 8-21 at CV. Zelda Sumenep, Sumenep District. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 6 replications. The treatment in this study was the frequency of commercial feeding, treatment A; frequency of commercial feeding 2 times/day, treatment B ; frequency of commercial feeding 3 times/day, treatment C ; frequency of commercial feeding 4 times/day, and treatment D ; frequency of commercial feeding 5 times/day. The test animals used in this study were vannamei shrimp PL ages 8-21 with an average weight of 0,001 g/head. The stocking density was 1 head/liter and the experimental medium used fresh water with a volume of 15 liters/tub. The results showed that treatment D gave the highest results for the absolute weight growth of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) PL 8-21 of 0,053 g. Water quality data obtained water temperatures ranged from 27,3 oC – 27,5 oC, acidity ranged from 7,7 – 7,72 and dissolved oxygen ranged from 6,17 – 6,21 ppm.
Pengaruh Padat Tebar Terhadap Prevalensi Penyakit EHP (Enterocytozoon Hepatopenaei) Pada Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Mulai PL8-DOC40 di Bak-Bak Percobaan Maulida Salsabila Chudlori; Muhajir Muhajir; Sumaryam Sumaryam
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 7 No. 1 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/rrj.v7i1.1100

Abstract

Intensive shrimp farms sometimes experience cases of death of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) due to infection with various pathogens and one of these diseases is EHP (Enterocytozoon Hepatopenaei). This disease mostly attacks vaname shrimp in the post-lava phase, EHP can take up nutrients in the digestive tract so that it can inhibit growth, non-uniform size variations and be deadly. EHP can also become a primary infection and open the way for other disease. This research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments with 5 replications. The results showed that treatment A gave the best results for the prevalence of EHP disease in white shrimp (Litopenaeus vannamei) from PL8–DOC40 at 7%. Water quality data obtained from water temperature ranged from 27.1 to 29.9 0C, acidity ranged from 7.1 to 8.6 and dissolved oxygen ranged from 5.14 to 5.87 ppm.
Pengaruh Penambahan Vitamin B Kompleks Pada Pakan Komersial Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Ukuran 2-3 Cm Ritno Habibur Rahman; Muhajir Muhajir; Sri Oetami Madyowati
Juvenil Vol 6, No 1: Februari (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i1.22519

Abstract

ABSTRAKBenih lele dumbo sangat rentan terhadap infeksi oleh berbagai penyakit, oleh karena itu daya tahan tubuhnya perlu dijaga bahkan ditingkatkan. Salah satu bahan untuk fungsi ini adalah vitamin B kompleks. Walaupun vitamin B kompleks dalam tubuh benih ikan lele dumbo dibutuhkan dalam jumlah sedikit, akan sangat fatal jika mengalami kekurangan atau kelebihan vitamin B kompleks, salah satu akibatnya nafsu makan menurun sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan dosis vitamin B kompleks yang terbaik pada pakan komersial terhadap pertumbuhan berat mutlak benih ikan lele dumbo (Clarias gareipinus) ukuran 2-3 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan A ; penambahan vitamin B kompleks dengan dosis 40 mg/liter air tawar, perlakuan B; penambahan vitamin B kompleks dengan dosis 90 mg mg/liter air tawar, perlakuan C; penambahan vitamin B kompleks dengan dosis 140 mg/liter air tawar, perlakuan D; penambahan vitamin B kompleks dengan dosis 190 mg/liter air tawar dan perlakuan E; penambahan vitamin B kompleks dengan dosis 240 mg/liter air tawar. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih lele dumbo dengan bobot rata-rata 0,14 g/ekor. Padat tebar 1 ekor/liter dan media percobaan menggunakan air tawar dengan volume 3 liter/bak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan hasil tertinggi terhadap pertumbuhan berat mutlak benih ikan lele dumbo (Clarias gareipinus) ukuran 2-3 cm dengan ukuran 10,52 gr. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar antara 28,1 0C – 28,3 0C, keasaman berkisar antara 8,2 – 8,3 dan oksigen terlarut berkisar antara 6,2 – 6,6 ppm.Kata kunci; vitamin B kompleks, pakan komersil, pertumbuhan berat mutlak, lele dumboABSTRACTDumbo catfish seeds are very susceptible to infection by a variety of diseases, hence their immune system needs to be maintained and even enhanced. One of the ingredients for this function is vitamin B complex. Although vitamin B complex in the body of dumbo catfish seeds is needed in small amounts, it will be fatal if it experiences a lack or excess of vitamin B complex, one of the consequences is decreased appetite so that it can hamper growth. This study aims to determine the addition of the best dose of vitamin B complex in commercial feed on the absolute weight growth of dumbo catfish seeds (Clarias gareipinus) size 2-3 cm. This study used an experimental method with a complete randomized design with 5 treatments with 5 repetitions. The treatment A; the addition of vitamin B complex at a dose of 40 mg/liter of fresh water, treatment B; the addition of vitamin B complex at a dose of 90 mg/liter of fresh water, treatment C; the addition of vitamin B complex at a dose of 140 mg/liter of fresh water, treatment D; the addition of vitamin B complex at a dose of 190 mg/liter of fresh water and treatment E; the addition of vitamin B complex at a dose of 240 mg/liter of fresh water. The test animals used in this study were dumbo catfish seeds with an average weight of 0.14 g/tail. Stocking density was 1 tail/liter and the experimental media used fresh water with a volume of 3 liters/basin. The test animal used in this study were dumbo catfish seeds with an average weight of 0,14 g/head. Stocking density was 1 tail/liter and the experimental media used fresh water with a volume of 3 liters/basin. The study results showed that treatment C gave the highest results on absolute weight growth of dumbo catfish (Clarias gareipinus) fry size 2-3 cm with a size of 10,52 g. Water quality data obtained water temperature ranged from 28,10C – 28,30C, acidity ranged from 8,2 – 8,3 and dissolved oxygen ranged from 6,2–6,6 ppm.Keywords: vitamin B complex, commercial feeding, absolute weight growth, dumbo catfish