Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

From Dichotomy to Applied Islamization: Transforming the Relationship Between Islamic Education and Science in Indonesia Soibatul Aslamiah Nasution; Wedra Aprison; Novi Susanti; Yulda Dina Septiana
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 15 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Mafapress - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v15i1.2206

Abstract

This study is motivated by the limited research on contemporary policy implementation data regarding scientific transformation, despite its significant impact on the social legitimacy and global competitiveness of Islamic Higher Education Institutions (PTKIN) in Indonesia. The study aims to comprehensively analyze the conceptual evolution from Dichotomy to the applied Islamization of Knowledge phase and map its implementation through PTKIN strategic policies from 2020 to 2025. The research adopts a qualitative library research design, using an analytical comparative approach to evaluate official policy documents, curriculum reports (RPS), and accredited literature. Data was collected using systematic literature review and analyzed through qualitative interactive analysis, including data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that the Integrative-Interconnective Paradigm has successfully become the dominant philosophical framework, manifested through the Ministry of Religious Affairs' strategic emphasis on STEM-based research, ecotheology, and international collaborations. The study concludes that scientific transformation has reached a phase of applied Islamization where PTKIN acts as a producer of globally relevant knowledge. Implications include practical recommendations for stakeholders to standardize interconnective pedagogy and invest in faculty capacity building
Dinamika Sumbang Duo Baleh bagi Anak Perempuan Minangkabau dan Harmonisasinya dengan Prinsip Pendidikan Islam (Studi Kasus Media Sosial) Alwizra; Iswandi Iswandi; Lutfiyani; Soibatul Aslamiah Nasution
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harmonisasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam dalam merespons dinamika media sosial terhadap perilaku anak perempuan Minangkabau. Sumbang Duo Baleh sebagai sistem nilai adat berfungsi mengatur kepantasan perilaku perempuan melalui mekanisme kontrol moral berbasis rasa malu (rasa jo pareso). Namun, perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang sosial baru yang memengaruhi cara anak perempuan membangun identitas, berinteraksi, dan mengekspresikan diri, sehingga berpotensi menggerus internalisasi nilai adat tersebut. Penelitian ini memfokuskan kajian pada bentuk-bentuk praktik Sumbang Duo Baleh yang muncul di media sosial serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital terhadap konten media sosial anak perempuan Minangkabau, wawancara mendalam dengan tokoh adat, pendidik Islam, dan pengguna media sosial, serta dokumentasi konten digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan interpretatif-kritis untuk mengungkap pola, makna, dan implikasi sosial dari praktik yang diamati. Fokus analisis diarahkan pada dimensi sumbang berpakaian, sumbang tingkah laku, sumbang pergaulan, dan sumbang perkataan dalam konteks ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berkontribusi terhadap terjadinya pergeseran pemaknaan dan praktik nilai Sumbang Duo Baleh pada anak perempuan Minangkabau. Nilai adat cenderung terpinggirkan oleh standar kepantasan berbasis visual dan popularitas digital, sementara pendidikan Islam belum sepenuhnya berfungsi sebagai kerangka ta’dib yang kontekstual dalam menghadapi tantangan etika digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai adat Sumbang Duo Baleh dengan prinsip pendidikan Islam yang adaptif terhadap media sosial merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter anak perempuan Minangkabau di era digital.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi Digital dan Kearifan Lokal Minangkabau Soibatul Aslamiah Nasution; Supratman Zakir; Salman; Sesra Budio; Ramadhoni Aulia Gusli
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Agustus 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i3.1060

Abstract

Penelitian ini mengkaji inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengintegrasikan teknologi digital dan kearifan lokal Minangkabau di tingkat Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan era Revolusi Industri 4.0 yang mengikis nilai-nilai karakter dan kearifan lokal peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sintesis literatur dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kearifan lokal Minangkabau seperti Sumbang Duo Baleh, Kato Nan Ampek, petatah-petitih, dan tradisi surau memiliki keselarasan kuat dengan ajaran Islam melalui filosofi Adat Basandi Syara', Syara' Basandi Kitabullah (ABS-SBK); (2) teknologi digital berupa media video, buku digital, e-modul, dan platform media sosial terbukti valid, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran terintegrasi; (3) integrasi dapat dilakukan melalui pendekatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan pemanfaatan teknologi sebagai media penyampaian; (4) tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, kompetensi guru, dan ketersediaan bahan ajar terintegrasi. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran PAI yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik di era digital. Kata Kunci: inovasi pembelajaran; pendidikan agama Islam; teknologi digital; kearifan lokal; Minangkabau
The Effectiveness of the Kumon Learning Strategy in Enhancing Qur’anic Memorization among Kindergarten Children: A Study from an Educational Management Perspective Soibatul Aslamiah Nasution; Charles; Fadhli Zulmi; Yulda Dina Septiana
Journal of Educational Management Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v5i1.1707

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Kumon learning strategy in Tahfiz learning at the kindergarten level, with a focus on its effectiveness in improving children’s Qur’anic memorization and the role of educational management in supporting the learning process. Specifically, the study examines the dimensions of planning, implementation, evaluation, and collaboration between teachers and parents in managing Tahfiz learning activities. This research employs a library research method by analyzing relevant literature related to the Kumon method, early childhood education, Tahfiz learning, and educational management. The findings indicate that the application of the Kumon learning strategy positively contributes to increasing children’s learning independence, enhancing the effectiveness of repetition, and improving learning motivation in Qur’anic memorization. From an educational management perspective, effective instructional planning, systematic implementation, continuous evaluation, and strong teacher–parent collaboration are key factors in optimizing learning outcomes. The study implies that the Kumon method can serve as an alternative and innovative instructional strategy in early childhood Tahfiz education, strengthening learning management practices and fostering a harmonious partnership between schools and families to support children’s holistic learning success.