Teaching anxiety merupakan salah satu kendala dalam pengembangan kompetensi mengajar mahasiswa, khususnya pada praktik microteaching dalam pembelajaran Bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, faktor penyebab, dan dampak kecemasan mengajar pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman. Berlandaskan teori teaching anxiety dari Parsons (1973), penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari 21 reponden melalui angket terbuka yang dilengkapi dengan skala Likert sebagai pendukung dan diperkuat juga melalui pendekatan langsung dengan subjek penelitian secara observatif dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada tingkat kecemasan tinggi (57,1%) dan sedang (33,3%) dalam praktik microteaching. Kecemasan tersebut ditandai oleh rasa gugup, kurang percaya diri, serta kekhawatiran terhadap kesalahan berbahasa, dengan faktor utama berupa kurangnya penguasaan materi, kesulitan Grammatik, dan tekanan evaluasi. Dampaknya terlihat pada kurang lancarnya komunikasi, penyampaian materi yang tidak terstruktur, serta gangguan dalam pengelolaan kelas. Oleh karena itu, teaching anxiety perlu dikelola melalui strategi coping yang tepat guna mendukung pengembangan kompetensi profesional calon guru Bahasa Jerman.