Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan keempat (Sustainable Development Goals/SDG 4), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berbagai permasalahan seperti kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah, keterbatasan sumber daya, rendahnya profesionalisme guru di beberapa daerah, serta kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan abad ke-21 menunjukkan bahwa sistem pendidikan masih memerlukan pembenahan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui tiga pilar utama, yaitu profesionalisme guru, kurikulum yang relevan, dan kebijakan pendidikan yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam rentang waktu 2005 hingga 2025. Selain itu, penelitian ini juga mengintegrasikan analisis implementasi kebijakan dengan menggunakan teori George C. Edwards III yang menitikberatkan pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta teori Van Meter & Van Horn yang menekankan pada hubungan antara standar kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam menentukan kualitas pembelajaran, terutama melalui penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal. Di sisi lain, kurikulum yang relevan harus bersifat adaptif, berbasis kompetensi, inklusif, serta mampu mengintegrasikan nilai karakter dan keterampilan abad ke-21. Kebijakan pendidikan yang efektif juga menjadi faktor penentu dalam menciptakan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya melalui penyediaan pendanaan yang berkelanjutan, penguatan infrastruktur pendidikan, serta penerapan kebijakan yang berbasis pada kebutuhan lokal. Namun demikian, implementasi kebijakan pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya komunikasi kebijakan di tingkat pelaksana. Oleh karena itu, integrasi yang sinergis antara profesionalisme guru, kurikulum yang relevan, dan kebijakan pendidikan yang inklusif sangat diperlukan untuk membangun sistem pendidikan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung tercapainya SDG 4 di Indonesia.