Lolla, Livina Vidza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intergrasi Profesionalisme Guru, Kurikulum Adaptif dan Kebijakan Influsif dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Lolla, Livina Vidza; Azalia, Nabilah; Prabawati, Indah; Suprapto, Firre An
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38207

Abstract

Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan keempat (Sustainable Development Goals/SDG 4), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua, masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Berbagai permasalahan seperti kesenjangan kualitas pendidikan antar wilayah, keterbatasan sumber daya, rendahnya profesionalisme guru di beberapa daerah, serta kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan abad ke-21 menunjukkan bahwa sistem pendidikan masih memerlukan pembenahan yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui tiga pilar utama, yaitu profesionalisme guru, kurikulum yang relevan, dan kebijakan pendidikan yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, laporan penelitian, serta dokumen kebijakan yang diterbitkan dalam rentang waktu 2005 hingga 2025. Selain itu, penelitian ini juga mengintegrasikan analisis implementasi kebijakan dengan menggunakan teori George C. Edwards III yang menitikberatkan pada aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta teori Van Meter & Van Horn yang menekankan pada hubungan antara standar kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme guru memiliki peran yang sangat signifikan dalam menentukan kualitas pembelajaran, terutama melalui penguasaan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan personal. Di sisi lain, kurikulum yang relevan harus bersifat adaptif, berbasis kompetensi, inklusif, serta mampu mengintegrasikan nilai karakter dan keterampilan abad ke-21. Kebijakan pendidikan yang efektif juga menjadi faktor penentu dalam menciptakan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya melalui penyediaan pendanaan yang berkelanjutan, penguatan infrastruktur pendidikan, serta penerapan kebijakan yang berbasis pada kebutuhan lokal. Namun demikian, implementasi kebijakan pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya, serta belum optimalnya komunikasi kebijakan di tingkat pelaksana. Oleh karena itu, integrasi yang sinergis antara profesionalisme guru, kurikulum yang relevan, dan kebijakan pendidikan yang inklusif sangat diperlukan untuk membangun sistem pendidikan yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan guna mendukung tercapainya SDG 4 di Indonesia.
Peranan APBD sebagai Alat Ukur Kemandirian dan Kemampuan Keuangan Daerah Kota Mojokerto Lolla, Livina Vidza; Firoos, Asila Nisrina Hasnah Nasywa; Fanida, Eva Hanny; Hidayat, Melda Fadiyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38208

Abstract

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berfungsi sebagai instrumen utama dalam pengelolaan finansial daerah, karena menjadi dasar untuk perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan daerah. Tulisan ini mengulas peranan APBD sebagai alat untuk mengukur kemandirian serta kapasitas keuangan daerah di Kota Mojokerto dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan melalui rasio keuangan daerah, terutama tingkat efektivitas pengelolaan pendapatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kontribusi PAD terhadap APBD, produktivitas pajak dan retribusi terhadap PAD, pertumbuhan PAD, serta tingkat kemandirian keuangan daerah finansial daerah. Temuan dari pembahasan menunjukkan bahwa realisasi PAD di Kota Mojokerto tergolong efisien, tetapi kontribusinya terhadap APBD masih kurang signifikan untuk mencerminkan kemandirian fiskal yang kuat. Ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat masih terlihat dalam struktur pendapatan daerah. Oleh karena itu, pengoptimalan sumber-sumber PAD, peningkatan mutu layanan publik, dan penguatan pengelolaan pajak serta retribusi daerah adalah langkah penting untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Tulisan ini menekankan bahwa APBD bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi juga alat evaluasi untuk menilai sejauh mana daerah mampu mendanai pembangunan secara mandiri.