Azzahra, Nadila Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Review Jurnal : Analisis Pemilihan Material yang digunakan dalam Perancangan Alat Industri Kimia: Shell and Tube Heat Exchanger Azzahra, Nadila Putri; Simamora, Syintia Laura; Rahmawati, Dwi; Herlambang, Aldillah; Alfernando, Oki; Shafira, Rizka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38251

Abstract

Shell and tube heat exchanger menjadi salah satu peralatan paling krusial di industri kimia karena fungsinya yang vital dalam memindahkan panas antar fluida proses. Sayangnya, kegagalan dini pada alat ini masih sering terjadi akibat kesalahan dalam memilih material yang tepat untuk kondisi operasi tertentu. Review jurnal ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana proses seleksi material pada perancangan STHE dilakukan oleh para peneliti dari 19 publikasi ilmiah yang berbeda. Fokus utama dari kajian ini meliputi alasan di balik pemilihan material tertentu, kesesuaiannya terhadap standar rekayasa modern seperti ASME dan TEMA, serta perbandingan kelebihan dan kekurangan masing-masing material. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dengan mengekstrak data seperti kekuatan tarik, ketahanan korosi, suhu operasi, konduktivitas termal, biaya, dan kemudahan fabrikasi dari setiap jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa baja karbon masih populer karena murah dan mudah dilas, tetapi sangat tidak cocok untuk lingkungan korosif. Sementara itu, stainless steel 316L dinilai memberikan keseimbangan terbaik antara ketahanan terhadap pitting dan harga yang masih terjangkau untuk skala industri menengah di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa material ini tetap rentan terhadap stress corrosion cracking jika digunakan pada suhu di atas 60°C dengan kandungan klorida yang signifikan. Material canggih seperti titanium, keramik SiC, dan polimer konduktif termal hanya direkomendasikan untuk kondisi ekstrem karena biayanya yang sangat tinggi dan keterbatasan ketersediaan di pasar lokal. Kesimpulan dari review ini menekankan bahwa pemilihan material STHE tidak boleh hanya berpatokan pada harga beli awal, melainkan harus mempertimbangkan biaya siklus hidup dan kepatuhan terhadap standar korosi. Rekomendasi utama yang diajukan adalah agar para insinyur di industri kimia Indonesia mulai menerapkan analisis risiko kegagalan (FMEA) dan life cycle cost analysis sejak tahap desain awal.