Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Indeks Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Pasar Kebayoran Lama Shafira, Rizka; Astharini, Dwi; Noriko, Nita
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 6 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v6i1.108

Abstract

Waste management in traditional markets is a major challenge in the context of urbanization and environmental sustainability. This study aims to analyze the sustainability index of waste management in Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, using a three-dimensional approach: ecological, social, and economic. The methods used are literature study and assessment simulation based on indicators relevant to national policies, such as Law No. 18 Year 2008. The analysis showed that the overall sustainability index score was 1.5, indicating unsustainable conditions. The ecological aspect scored 1.3, social 1.6, and economic 1.6, reflecting the low effectiveness of waste management, lack of community participation, and not optimal waste-based economic empowerment. The proposed action plan includes increased education, waste segregation and recycling, and the development of a circular economy model. This study recommends cross-sector collaboration and continuous monitoring to realize a more ethical, efficient, and sustainable market waste management.
Analisis Indeks Keberlanjutan Pengelolaan Sampah Pasar Kebayoran Lama Shafira, Rizka; Astharini, Dwi; Noriko, Nita
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 6 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v6i1.108

Abstract

Waste management in traditional markets is a major challenge in the context of urbanization and environmental sustainability. This study aims to analyze the sustainability index of waste management in Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, using a three-dimensional approach: ecological, social, and economic. The methods used are literature study and assessment simulation based on indicators relevant to national policies, such as Law No. 18 Year 2008. The analysis showed that the overall sustainability index score was 1.5, indicating unsustainable conditions. The ecological aspect scored 1.3, social 1.6, and economic 1.6, reflecting the low effectiveness of waste management, lack of community participation, and not optimal waste-based economic empowerment. The proposed action plan includes increased education, waste segregation and recycling, and the development of a circular economy model. This study recommends cross-sector collaboration and continuous monitoring to realize a more ethical, efficient, and sustainable market waste management.
Strategi pengelolaan sampah anorganik di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Shafira, Rizka; Elfidasari, Dewi; Nurhasanah, Nunung
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.10.1.101-122

Abstract

Traditional markets contribute 14.48% of national waste generation. This study aims to formulate an inorganic waste management strategy for Kebayoran Lama Market Area 11, Jakarta. A mixed-methods approach was applied involving 150 respondents (75 traders and 75 consumers) and waste generation measurements over eight consecutive days (SNI 19-3964-1994) from 26 traders out of 698. The results showed that the average inorganic waste generation from the sample was 3.014 kg/day, which extrapolates to 80.91 kg/day for the entire market, dominated by plastic (70%). The reduction potential through mass balance analysis reached 79% (2.381 kg/day from the sample). Traders' understanding of national regulations (Law No. 18/2008) was very low (16%), while consumers demonstrated higher understanding (37.4%). The Mann-Whitney test indicated no significant difference in participation perception between the two groups (p = 0.3315). Multi-criteria evaluation using PROMETHEE established priority strategies: provision of segregated 3R waste bins (Φ+0.5300), revitalization of the waste bank (Φ+0.2500), and education programs (Φ+0.1400). The novelty lies in integrating mass balance, non-parametric statistics, and multi-criteria decision-making. These strategies have the potential to increase residue reduction by up to 90% and support circular economy development.
STUDI KELAYAKAN DAN PERBANDINGAN BIAYA TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SEDERHANA DAN MODERN UNTUK MENDUKUNG MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA DI KAWASAN RAWAN BANJIR DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN MUARO JAMBI Shafira, Rizka; Galih Prabasari, Ira; Amalia, Rahma; Widyastuti, Nita; Mundarti, Sri; Herlambang, Aldillah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1904-1911

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah yang perlu dipikirkan, terlebih penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Desa Pematang Jering yang terletak di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi merupakan desa yang terletak berdekatan dengan sungai serta kebun warga. Berdasarkan curah hujan tahunan beserta lokasi desa, bencana banjir merupakan tantangan besar. Pestisida yang digunakan pada tanaman sawit dapat terbawa air banjir ke pemukiman warga dan menjadi kontaminasi di sumur warga yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penghilangan kontaminasi dari air merupakan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi penjernih air perlu dibangun dan estimasi biaya rancangan penjernih air telah dilakukan. Berdasarkan evaluasi dan survei lapangan, teknologi penjernih air layak didirikan. Teknologi penjernih air dibangun untuk meningkatkan kualitas air sumur warga dengan mengurangi kontaminasi kimia maupun fisik dengan filter sederhana maupun modern. Biaya pembangunan teknologi penjernih air telah dihitung berdasarkan rancangan. Teknologi penjernih air sederhana memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,036,000. Teknologi penjernih air modern memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,773,000. Perbedaan biaya ini terletak di filter air yang digunakan yakni pasir, kerikil, dan ijuk untuk filter air sederhana serta pasir silika dan karbon aktif untuk filter air modern.
Review Jurnal : Analisis Pemilihan Material yang digunakan dalam Perancangan Alat Industri Kimia: Shell and Tube Heat Exchanger Azzahra, Nadila Putri; Simamora, Syintia Laura; Rahmawati, Dwi; Herlambang, Aldillah; Alfernando, Oki; Shafira, Rizka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38251

Abstract

Shell and tube heat exchanger menjadi salah satu peralatan paling krusial di industri kimia karena fungsinya yang vital dalam memindahkan panas antar fluida proses. Sayangnya, kegagalan dini pada alat ini masih sering terjadi akibat kesalahan dalam memilih material yang tepat untuk kondisi operasi tertentu. Review jurnal ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana proses seleksi material pada perancangan STHE dilakukan oleh para peneliti dari 19 publikasi ilmiah yang berbeda. Fokus utama dari kajian ini meliputi alasan di balik pemilihan material tertentu, kesesuaiannya terhadap standar rekayasa modern seperti ASME dan TEMA, serta perbandingan kelebihan dan kekurangan masing-masing material. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif dengan mengekstrak data seperti kekuatan tarik, ketahanan korosi, suhu operasi, konduktivitas termal, biaya, dan kemudahan fabrikasi dari setiap jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa baja karbon masih populer karena murah dan mudah dilas, tetapi sangat tidak cocok untuk lingkungan korosif. Sementara itu, stainless steel 316L dinilai memberikan keseimbangan terbaik antara ketahanan terhadap pitting dan harga yang masih terjangkau untuk skala industri menengah di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa material ini tetap rentan terhadap stress corrosion cracking jika digunakan pada suhu di atas 60°C dengan kandungan klorida yang signifikan. Material canggih seperti titanium, keramik SiC, dan polimer konduktif termal hanya direkomendasikan untuk kondisi ekstrem karena biayanya yang sangat tinggi dan keterbatasan ketersediaan di pasar lokal. Kesimpulan dari review ini menekankan bahwa pemilihan material STHE tidak boleh hanya berpatokan pada harga beli awal, melainkan harus mempertimbangkan biaya siklus hidup dan kepatuhan terhadap standar korosi. Rekomendasi utama yang diajukan adalah agar para insinyur di industri kimia Indonesia mulai menerapkan analisis risiko kegagalan (FMEA) dan life cycle cost analysis sejak tahap desain awal.