Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Produk Mie Daun Kelor  Masyarakat di Desa Unnamed Road Bonggoeya, Kec. Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Rizal, Rizal; Igo, BD, Abdullah; Ilham, Muh.; Hasnawati, Hasnawati; Nia, Murni; Nurvianti, Nurvianti; Yamin, La Ode Muhammad
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/03w9nn56

Abstract

Di Indonesia, tanaman kelor dikenal sebagai tanaman pagar yang mana tanaman tersebut banyak ditemukan di tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, tanaman kelor sangat mudah didapatkan namun pemanfaatan tanaman kaya zat gizi ini masih kurang. Berbagai olahannya, olahan tepung daun kelor memiliki kandungan gizi lebih dibandingkan dengan daun kelor segar. Jumlah kandungan nutrisi pada tepung daun kelor yaitu zat besi sebesar 60 mg/100 g, energi sebesar 358 kkal/100 g, kandungan protein 26,3%, kandungan karbohidrat 48,4% dan lemak sebesar 6,57% (Krisnadi, 2015: 26-30). Berbagai Produk olahan dari tepung daun kelor sudah banyak ditemukan, salah satunya adalah produk mie. Program  Pelatihan dengan tema Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan Produk Mie Daun Kelor Masyarakat Di Desa Unnamed Road Bonggoeya, Kec. Wua-Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini merupakan  salah satu pembelajaran bagi mahasiswa untuk dapat turun langsung membantu dan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai bagaimana cara memanfaatkan daun kelor menjadi produk yang bernilai ekonomis. Pemahaman masyarakat tentang pengolahan daun kelor masih terbatas karena mereka hanya melakukan perebusan untuk dikonsumsi, padahal banyak ide kreatif yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi pangan. Contoh pengolahan daun kelor menjadi  miemenjadi ide yang dapat dikembangkan oleh masyarakat, karena tidak membutuhkan biaya yang besar serta mudah dibuat di rumah masing-masing warga. Peserta kegiatan sangat senang karena kegiatan ini memberikan pemahaman dan referensi baru bagi masyarakat dalam pemanfaatan daun kelor.
Pelatihan Pengelolaan Manik-Manik Mutiara menjadi Kerajinan Tangan Kreatif Berupa Bunga Hias pada Masyarakat Kelurahan Kessilampe Kec. Kendari Kab. Kendari Rizal, Rizal; Igo, BD, Abdullah; Ilham, Muh.; Hasnawati, Hasnawati; Nia, Murni; Nurvianti, Nurvianti; Harjun, Harjun
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kfxc4829

Abstract

This research aims to introduce the public to the uses of pearl beads, as well as utilizing pearl beads to make crafts. The problem focused on this research is how students and the community can take advantage of business opportunities, as well as how to provide students and the community with knowledge about business management, starting a business, and how to market products. The implementation method used in this training is the lecture and practice method. The result of the implementation of the activities that we carried out was a creative handicraft product in the form of a flower from pearl beads named PEARL FLOWER. This product is a creativity and expertise in making handicrafts such as flowers from pearl beads to produce unique and attractive works of art. Flowers from pearl beads are one form of handicraft that is popular and sought after by many people. This product adds a beautiful and elegant touch to home decor or special events. Making flowers from pearl beads involves selecting colors, arranging beads, and installation techniques, this requires good manual skills and precision. Handicrafts such as flowers from pearl beads can be a fun and satisfying hobby. The process of making them can provide artistic satisfaction and hone creative skills and can be a profitable business opportunity. Thus, creative handicrafts such as flowers made from pearl beads have high artistic value and business potential, in addition, they can provide pleasure and satisfaction to the maker and become an attractive decoration in various contexts.