balita di Indonesia. Evaluasi penggunaan obat secara berkala sangat diperlukan untuk menjamin ketepatan terapi dan mencegah risiko efek samping serta resistensi obat pada pasien pediatrik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien balita dengan diare di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima tahun 2022-2025. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa diare yang menjalani rawat inap selama periode 2022–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi karakteristik pasien dan ketepatan penggunaan obat berdasarkan parameter tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis mengacu pada Pedoman Pengendalian Penyakit Diare. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien diare balita berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 59%. Sebagian besar pasien berada pada rentang usia 1–5 tahun (76%). Terapi farmakologis yang paling banyak digunakan adalah probiotik (51%) dan zinc (43%). Evaluasi ketepatan penggunaan obat menunjukkan hasil tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat pasien (100%), tepat rute pemberian obat (45%), serta ketepatan peresepan berdasarkan panduan Lintas Diare dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebesar 100%. Kesimpulan: penggunaan obat diare pada pasien balita di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Royal Prima tahun 2022-2025 secara umum telah sesuai dengan pedoman pengobatan yang berlaku. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam aspek ketepatan rute pemberian obat guna mendukung penerapan penggunaan obat yang lebih rasional dan optimal.