Nur'aini, Martha
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Intrinsik, Work Life Balance, dan Artificial Intelligence (AI) Terhadap Kinerja Pegawai Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Pada Pegawai Dinas Kominfo Provinsi Lampung) Nur'aini, Martha; Fuadi, Fatih; Supriyaningsih, Okta
AKSES: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 21 No. 1 (2026): AKSES: JURNAL EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/akses.v21i1.15702

Abstract

Transformasi digital di sektor publik menuntut peningkatan kinerja pegawai, khususnya pada instansi yang berperan dalam layanan informasi dan tata kelola teknologi seperti Dinas Kominfo Provinsi Lampung. Dalam konteks tersebut, motivasi intrinsik, work life balance, dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dipandang sebagai faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi intrinsik, work life balance, dan AI terhadap kinerja pegawai dalam perspektif etika bisnis Islam yang menekankan amanah, ihsan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bekerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory melalui survei kuesioner skala Likert. Populasi penelitian berjumlah 65 pegawai dan sampel sebanyak 45 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda disertai uji kualitas instrumen dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan motivasi intrinsik, work life balance, dan AI belum berpengaruh signifikan terhadap kinerja pada taraf signifikansi 5 persen, meskipun model cenderung mendekati signifikan. Secara parsial, motivasi intrinsik dan AI berpengaruh positif namun tidak signifikan, sedangkan work life balance berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Dalam perspektif etika bisnis Islam, temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja tidak cukup hanya mengandalkan dorongan individu dan penggunaan teknologi, tetapi memerlukan penguatan budaya amanah dan tata kelola kerja yang adil agar pemanfaatan AI dan keseimbangan kerja benar benar mendukung kinerja.