Digitalisasi membuat e-commerce menjadi platform penting yang memungkinkan UMKM mengakses pasar global. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan e-commerce sangat penting untuk meningkatkan penjualan dan pemasaran produk perusahaan kecil dan menengah (UMKM). Namun, penggunaan teknologi parsial seringkali membuat UMKM berada dalam posisi yang kurang baik; transaksi online seringkali tidak menciptakan kepercayaan atau kepuasan yang sama seperti interaksi fisik. Model Bisnis Online-to-Offline (O2O) adalah strategi pemasaran baru yang berfokus pada pemanfaatan platform online (seperti aplikasi, media sosial, atau situs web) untuk menarik pelanggan untuk layanan, pembelian, atau pengalaman di toko fisik (offline). Model O2O muncul sebagai tanggapan terhadap tantangan integrasi antara dunia digital dan fisik. Online-to-Offline (O2O) adalah pendekatan penting yang berfungsi untuk menghubungkan saluran penjualan digital dengan saluran fisik. Laporan ini mengintegrasikan wawasan umum dengan konteks spesifik di Provinsi Lampung, yang relevan untuk pengembangan UMKM, terutama di Kota Metro, dengan berfokus pada efektivitas dan komponen yang memengaruhi keberhasilan. Studi awal menunjukkan bahwa strategi O2O membantu bisnis, termasuk UMKM, meningkatkan aktivitas pemasaran dan hasil penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dan diselesaikan melalui pengumpulan informasi primer, yaitu statistik yang diperoleh tanpa penundaan subjek melalui wawancara, kuesioner dan observasi, dan pengumpulan data sekunder. Dari Uji-F menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh yang sama terhadap variabel dependen atau secara simultan. Dan hal ini menunjukkan bahwa Penggunaan Model Bisnis E-Commerce Online-to-Offline (O2O) memiliki pengaruh simultan terhadap Efektivitas Penerapan Model Bisnis O2O bagi UMKM Gupil Clothes Di Kota Metro.