This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Insani
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN POTENSI LOKAL (SIMPOLL) BERBASIS OPEN SID DI RW 08 KALORAN, KLATEN, JAWA TENGAH Hidayat, Muhammad Luthfi; Widyastuti, Erma; Akbar, Nisrina; Sukirman, Sukirman; Muhammad, Yahya; Geraldy, Rizky Daffansyah; Hendriansyah, Yoppie Ihza
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 4 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i4.3670

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen pelayanan publik dan pemberdayaan warga di wilayah RW 08 Kaloran, Kelurahan Gayamprit, Klaten Selatan melalui penerapan sistem digital berbasis komunitas, yaitu SIMPOLL (Sistem Informasi Masyarakat dan Potensi Lokal). Kawasan Kaloran termasuk wilayah peri-urban yang menghadapi tantangan administrasi, data kependudukan, dan keterbatasan literasi digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui lima tahapan: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan teknis, (3) penerapan teknologi, (4) pendampingan dan evaluasi, serta (5) strategi keberlanjutan. Hasil pelaksanaan menunjukkan capaian 80% dari target yang direncanakan. Sebanyak 12 unit CCTV berhasil dipasang di titik strategis untuk mendukung keamanan lingkungan, 19 warga berpartisipasi sebagai pengawas keamanan digital, dan sekitar 50% dari 251 kepala keluarga telah memanfaatkan layanan mandiri berbasis SIMPOLL. Karang Taruna Gema 08 berperan aktif sebagai pendamping lokal, pelatih teknologi, dan pengelola konten berita kampung. Dampak program ini mencakup peningkatan literasi digital warga, transparansi administrasi, serta penguatan ekonomi lokal melalui fitur katalog UMKM. SIMPOLL terbukti mampu menjadi model digitalisasi pelayanan publik yang efektif di tingkat kampung, sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kolaborasi warga dalam konteks masyarakat peri-urban. Ke depan, diperlukan keberlanjutan berupa pengangkatan admin khusus dan dukungan kelembagaan agar model ini dapat direplikasi ke wilayah lain sebagai embrio smart community berbasis teknologi terbuka.