Keterbatasan alat laboratorium, khususnya viskometer, menjadi kendala utama dalam pembelajaran materi viskositas di SMA Negeri 1 Tinambung. Akibatnya, peserta didik hanya menerima pembelajaran secara teoretis tanpa adanya pengalaman praktikum yang dapat memperkuat pemahaman konsep. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep viskositas melalui pemanfaatan bahan dapur sebagai media praktikum fisika dalam kegiatan organisasi Mathlish Club. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika yang sedang mengikuti program Asistensi Mengajar dengan melibatkan 164 peserta didik dari jenjang SMP (Mathlish Junior) dan SMA (Basic of Mathlish). Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan dan desain solusi, persiapan alat dan bahan, pelatihan peserta dan mahasiswa, implementasi praktikum, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan bahan dapur seperti air bening, minyak goreng, dan sabun cuci piring efektif dalam membantu peserta didik memahami perbedaan tingkat viskositas fluida berdasarkan waktu tempuh kelereng. Peserta menunjukkan peningkatan keaktifan, kemampuan observasi, keterampilan mengukur, serta kemampuan menganalisis fenomena fisika. Guru fisika dan pengurus Mathlish Club juga memberikan respons positif terhadap kegiatan ini karena dapat dijadikan solusi pembelajaran praktikum berbasis sumber daya sederhana. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pengalaman belajar kontekstual dan dapat menjadi model pembelajaran fisika pada kondisi keterbatasan fasilitas laboratorium.