Keberhasilan pelayanan kesehatan bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan jasa yang berkualitas bagi pasien. Perawat yang memiliki etos kerja yang baik akan berusaha menunjukkan suatu sikap, watak, serta keyakinan dalam melaksanakan suatu pekerjaan, bertindak dan bekerja dengan kemampuan yang terbaik, sehingga menghasilkan kinerja perawat yang lebih tinggi dan akan mendorong rumah sakit untuk mencapai keberhasilan dalam rentang waktu yang lebih singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan etos kerja perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik, populasi dari penelitian ini adalah seluruh tenaga perawat di RS Advent Bandar Lampung. Jumlah sampel sebanyak 74 responden. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April – Juni 2024. Metode pemilihan sampel dengan tehnik probability sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas responden memiliki etos kerja tinggi, yaitu 60,8%. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa faktor yang berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah kecerdasan emosional (p value=0,009 < alpha 5%), sikap (p value=0,01) dan motivasi (0,005). Dan faktor yang tidak berhubungan signifikan dengan etos kerja perawat adalah: umur (p value=1,0 > alpha 5%), jenis kelamin (p value=1,0), pendidikan (p value=0,324), masa kerja (p value=0,597), lingkungan (p value=0,477), supervisi (p value=1,0). Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan etos kerja perawat adalah motivasi (p value = 0,009) setelah dikontrol oleh variabel sikap dan kecerdasan emosional. Untuk meningkatkan etos kerja perawat maka perlu dilakukan perbaikan melalui: pemberian penghargaan bagi perawat berprestasi, peluang pengembangan karir, pencipataan lingkungan kerja yang positif, dukungan manajerial, pelatihan tentang kecerdasan emosional bagi perawat. Kata Kunci: Etos Kerja, Kecerdasan Emosional, Perawat, Motivasi, Sikap