Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

analisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di lokalisasi tegal panas kecamatan bergas kabupaten semarang sunarti, sunarti; suratmi, tri; darwis, darnialis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.359 KB) | DOI: 10.35842/formil.v4i2.270

Abstract

Infeksi Menular Seksual suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, atau jamur yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Pengidap terbanyak di Indonesia adalah mereka yang berusia produktif umur 20-39 tahun. Di Indonesia jumlah kasus IMS dengan penegakan diagnosa berdasarkan pendekatan sindrom dan pemeriksaan laboratorium menurut kelompok risiko tertinggi adalah wanita pekerja seks dengan jumlah 8.765 kasus. Pekerja Seks Komersial berisiko tertular penyakit menular seksual. IMS dapat meningkatkan risiko tertular infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) , sehingga membuat mereka mempunyai peluang untuk terkena IMS dengan pekerjaannya melayani banyak pelanggan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di Lokalisasi Tegal Panas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 PSK dan 3 informan kunci (Petugas Kesehatan dan Mucikari). Objek dalam penelitian ini yaitu perilaku PSK dalam memanfaatkan layanan kesehatan. Metode dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara mendalam dan FGD yang dilakukan di Lokalisasi Tegala Panas dengan menggunakan analisis data yaitu analisis conten dan reduksi data. Pengetahuan PSK seperti tanda gejala dan jenis-jenis mengenai IMS masih kurang, namun cukup baik dalam hal pencegahan dan pengobatan IMS, sebagian besar  mereka melindungi diri dengan meminum antibiotik dan mencuci alat kelamin dengan antiseptic. Penggunaan kondom didasarkan kesepakatan dengan pelanggan serta layanan kesehatan yang belum dimanfaatkan oleh semua PSK yang ada di Lokalisasi.
Analisis perilaku pekerja seks komersial dalam memanfaatkan layanan kesehatan di LOKALISASI tegal panas kecemasan BERGAS Kabupaten Semarang Sunarti, sunarti; Suratmi, Tri; Darwis, Darnialis
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v4i2.222

Abstract

ANALYSIS OF COMMERCIAL SEX WORKERS BEHAVIOR IN UTILIZING HEALTH SERVICES IN LOCALITATION DISTRICT OF SEMARANGABSTRACT Sexually transmitted infections are diseases caused by bacteria, viruses, parasites, or fungi that are transmitted from one person to another through sexual contact or relationship. Most sufferers in Indonesia are those of productive age aged 20-39 years. In Indonesia the number of cases of STIs with enforcement of diagnoses based on the syndrome approach and laboratory examination according to the highest risk group were female sex workers with a total of 8,765 cases. Commercial sex workers are at risk of contracting sexually transmitted diseases. STIs can increase the risk of contracting HIV (Human Immunodeficiency Virus) infection, making them have the opportunity to get STIs with their jobs serving many different customers. This study aims to analyze the behavior of commercial sex workers in utilizing health services in Tegal Panas Localization.The research design used was descriptive qualitative. The subjects in this study were six commercial sex workers and three key informants (Health and Pimps). The object in this study is the behavior of sex workers in utilizing health services. The methods in this study were observation, in-depth interviews and Focus Group Discussion conducted at Tegal Panas Localization using data analysis, namely content analysis and data reduction.Knowledge of sex workers such as signs of symptoms and types of STIs is still lacking, but is good enough in terms of prevention and treatment of STIs, most of them protect themselves by taking antibiotics and washing genitals with antiseptic. The use of condoms is based on agreements with customers and health services that have not been utilized by all existing commercial sex workers in Localization. Keyword          : Sex Workers, Behavior, STIs 
The Role of Caregivers in Elder Care during Coronavirus Disease-2019 Outbreaks Agustin, Dinni; Apriyan, Nur; Susanti, Fajar; Tafrizi, Tafrizi; Aprillia, Yuna Trisuci; Cahyono, Sigit; H, Putri Tresna A; Agustina, Lisna; Endah, Dwi; Suratmi, Tri; Indrawati, Lili; Erwanto, Rizky; Nurminingsih, Nurminingsih; Rosa, Tina; Irawaty, Dian Kristiani; Rahardjo, Tri Budi W
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i1.26134

Abstract

The elderly and their caregivers are at higher risk from Coronavirus Disease-2019, particularly for elderly with chronic health conditions. To prevent the transmission of the virus, those elderly issued strict physical distance, restricting most interactions between the elderly and their caregivers. On the other side, caregivers can serve as crucial and trusted partners in the elderly’s care to curb the spread of the COVID-19 virus. Hence, this study aims to analyze the knowledge, attitudes, practices (KAP), and the role of caregivers in providing services to the elderly during the outbreaks. A descriptive quantitative study was conducted from May to June 2020. The survey was utilizing Google Forms in four cities in Indonesia. A total of 317 out of 400 participants had completed the survey. The knowledge of the COVID-19 score was 79.50%, attitude 92.11%, and practice 90.54%. The caregivers’ role in protecting the elderly from COVID’s infection was about 98.42%. They could continue their routine activities during physical distancing 84.54%, treated elderly by not going to the hospital (60.04%), not visited any crowded place, wore masks and washed their hand after activity (87.38%). They agreed that government would finally successfully control COVID-19 (90.22%). This study concluded that the knowledge, attitude, practice and role of caregivers on COVID-19 effectively prevents the caregivers neglecting the elderly during the COVID-19 outbreak. Future information on elderly care need to consider not just the risks of the virus, but also the healthy lifestyle.
Analisis Penerapan Strategi Bauran Pemasaran 7P Untuk Peningkatan Kunjungan Rawat Jalan Di RSIA Karunia Bunda Hari Kirtana Dasa, Komang; Suratmi, Tri; Himawati, Susy
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v8i1.4075

Abstract

Undang – undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit menyatakan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Untuk memastikan bahwa barang dan jasa yang ditawarkan rumah sakit berhasil, strategi harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah strategi bauran pemasaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi bauran pemasaran 7P untuk peningkatan kunjungan rawat jalan di RSIA Karunia Bunda. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional di mana populasi seluruh pasien RSIA dengan sampel minimal berjumlah 385 orang yang didapat dengan perhitungan Cochran dan memenuhi kriteria inklusi serta eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan secara Univariat, Bivariat dan Multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran 7P (product, price, promotion, place, people, process dan physicalevidence) memiliki pengaruh terhadap kunjungan pasien(pvalue≤ 0,05) dan faktor placeadalah yang dominan(pvalue = 0,000 dan Odds ratio= 167,859). Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa mayoritas responden sebanyak 249 orang (64,7%) melakukan kunjungan di RSIA Karunia Bunda baik. Bauran pemasaran 7P memiliki pengaruh terhadap kunjungan pasien dan placemerupakan bauran yang dominan. Hal ini disebabkan karena place mewaliki kondisi fisik RSIA (fasilitas, bangunan dll). Saran yang diberikan adalah agar pihak manajemen RSIA mempertahan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga dan memperbaharui fasilitas yang ada sesuai perkembangan medis. Kata Kunci: Bauran, Pemasaran dan Kunjungan Pasien
Analisis Determinan Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Pembelian Apartment Suite Trivium PT. Lippo Cikarang Ansori, Farizal; Suratmi, Tri; Tamba, Mariati; Bakrie, Bachtar; Rachmawati, Faika
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v12i1.2108

Abstract

Latar Belakang: Pengambilan keputusan dianggap sebagai hasil dari proses mempertimbangkan berbagai faktor untuk memprediksi masa depan. Pengambilan keputusan dalam membeli apartemen Trivium Suite di PT Lippo Cikarang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan faktor-faktor determinan yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian Apartemen Trivium Suite PT. Lippo Cikarang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data dikumpulkan dengan google form. Jumlah sampel sebanyak 230 responden, dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 168 (73%) responden mengambil keputusan untuk membeli Apartemen Trivium Suite PT. Lippo Cikarang. Variabel yang berhubungan signifikan dengan keputusan pembelian apartemen adalah harga, cara pembayaran, lokasi, fasilitas, desain dan promosi dengan p.value < 0,05. Faktor dominan yang berhubungan signifikan dengan keputusan pembelian apartemen adalah harga dengan nilai OR 5,374 dan memiliki peluang 5 kali untuk membeli apartemen dengan harga murah dibandingkan konsumen yang menyatakan harga apartemen mahal. Kesimpulan: Harga yang murah menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan untuk membeli apartemen komersial. Saran: Dapat dijadikan sebagai rekomendasi kebijakan dalam strategi pemasaran. Kata kunci: Pengambilan keputusan, harga, apartemen
Kajian Bisnis Plan PT CAP Tentang Hunian Rumah Di Kelurahan Semanan Jakarta Barat Tahun 2020-2024 Hermawan, Dede; Rosa, Tina; Suratmi, Tri
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v11i2.1888

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian operasional (OR) prediktif studi, dimaksudkan untuk membuat perhitungan tentang kelayakan rencana bisnis dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, untuk mengkaji rencana bisnis yang dibuat oleh PT CAP dalam melakukan ekspansi bisnis di bidang propresi di wilayah Jakarta Barat.Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan, didapatkan payback period didapatkan alternatif normal normal 36 bulan, alternatif optimis 24 bulan. Hasil ini jauh lebih kecil dari ketentuan manajemen 4 tahun, sehingga proyek ini layak untuk diterima. Analisis Net Present Value, dari hasil perhitungan NPV cash flow masih jauh lebih besar dari NPV cash outflow, artinya dari penilaian NPV proyek ini dinilai sangat layak untuk dilaksanakan. Internal Rate of Return (IRR) proyek ini layak karena jika mencari IRR, alternatif normal dan optimis lebih besar daripada biaya modal rata-rata tertimbang (WACC). Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan yang telah dilakukan penulis sehubungan dengan proyek kawasan perumahan Citra Garden Puri Semanan di Semanan, Jakarta Barat, secara umum investasi tersebut dinilai layak dan menguntungkan tidak hanya bagi pengembang tetapi juga bagi konsumen yang membeli rumah di proyek tersebut. . Memperhatikan apa yang telah dianalisis dan dibahas, maka saran penulis adalah mengecek kembali arus kas dengan mempertimbangkan mencari alternatif pendanaan dengan pinjaman yang meningkat sehingga biaya modalnya kecil. Kata Kunci : Payback Period, NPV, IRR
Membangun Relasi Intergenerasional: Persepsi Generasi Muda Terhadap Keberadaan Lansia di Indonesia Agustin, Dinni; Apriyan, Nur; Hadisaputra, Sugeng; Suratmi, Tri; Nurminingsih, Nurminingsih; Bayu Setyanto, Fransiskus Asisi Ricky
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v12i4.2751

Abstract

 Saat ini Indonesia sudah mengalami peningkatan jumlah lansia, kondisi ini akan memiliki dua implikasi sekaligus. Menjadi beban masyarakat dan negara, atau mampu berkontribusi positif, bila lansia dapat terus aktif dan berdaya. Penelitian ini akan mengambil gambaran tentang persepsi anak muda terhadap keberadaan lansia, baik dalam bentuk aktivitas. Responden adalah mahasiwa Universitas Respati Indonesia yang dapat disimpulkan berasal dari berbagai latar belakang, suku dan kota yang dapat mewakili Indonesia. Metode penelitian dilakukan dengan memakai google form/online survey yang disebarkan melalui media whatsup. Hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi mereka terhadap lansia Indonesia sangat positif dalam membangun hubungan antar generasi serta memahami akan adanya hak yang dimiliki para lansia dan mendukung sepenuhnya berbagai aktivitas yang dilakukan lansia untuk kesejahteraan lansia di Indonesia. Generasi muda dengan berbagai karakteristiknya yang unik ternyata mampu terlibat dalam upaya perlindungan dan kesejahteraan lansia.Kata Kunci: Intergenerasional, PersepsI Generasi Muda, Lansia
Pengaruh Motivasi, Pelatihan, Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan PT. Bhinneka Life Indonesia Di Jakarta Hapsoro, Billy Virya; Tamba, Mariati; Suratmi, Tri; Nurminingsih, Nurminingsih
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v12i2.2298

Abstract

Perusahaan asuransi merupakan salah satu perusahaan yang terdampak oleh pandemi. Karyawan memiliki tantangan untuk meningkatkan kinerjanya ditengah kondisi yang berat ini. Perusahaan berusaha memberikan motivasi agar kinerja karyawan meningkat. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pemasaran. Masa depan karir bagi karyawan yang mampu mencapai target juga merupakan upaya yang dilakukan perusahaan agar karyawan mampu meningkatkan kinerjanya demi masa depan perusahaan asuransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, pelatihan dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Populasi sejumlah 113 orang, dengan sampel sebesar 89 orang yang diambil menggunakan rumus Slovin. Data penelitian diperoleh dengan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi berganda setelah dilakukan uji persyaratan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sendiri-sendiri, motivasi dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Pengembangan karir berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan secara simultan motivasi, pelatihan, dan pengembangan karir berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci : Motivasi, Pelatihan, Pengembangan Karir, Kinerja Karyawan
Kapasitas Fungsional Dan Kualitas Hidup Lansia Wanita Dengan Osteoartritis Lutut Adawiyah, Asyifa Robiatul; Suratmi, Tri; W. Rahardjo, Tri Budi
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v4i1.787

Abstract

Elderly women with knee osteoarthritis have higher symptoms, more pain, and more functional loss related to quality of life (27.5%) than elderly men (21.8%). The purpose of this study to examine the association of functional capacity and quality of life of elderly women with knee osteoarthritis. Type of analytic survey research using cross sectional design. The population in this study were all elderly women osteoarthritis (age> 45 years) in Bekasi City General Hospital as many as 80 elderly women by total population. Data was collected by the primary data through interviews using a questionnaire. Data analysis with univariate and bivariate. The average score obtained is 42.93% for quality of life, which means they have a poor quality of life. The results of bivariate analysis showed that the correlation between the Osteoarthritis Index and quality of life was r = -0.601 (p value <0.05) and the correlation between Functional Capacity (Activity od Daily Living; Instrument Activity of Daily Living; and Social Mental Activity) with Quality of Life -as equal to r = 0.649; 0.792; 0.607 (p value <0.05). In conclusion, there is a significant relationship between the Osteoarthritis Index and functional capacity with quality of life in elderly women with knee osteoarthritis at the Bekasi City General Hospital in 2016. Keywords: Osteoarthritis, Functional Capacity, Quality of Life, Elderly Health
Evaluasi Keberhasilan Program Terapi Pencegahan Tuberkulosis di Puskesmas Wilayah Jakarta Barat Tahun 2024 Dickson, Dickson; Suratmi, Tri; Samingan, Samingan
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v9i2.6926

Abstract

Tuberculosis (TBC) remains a global health challenge, including in Indonesia. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is a key strategy to prevent Latent TB Infection (LTBI) from progressing to active TB. However, the 2024 TPT program achievement in West Jakarta was only 17% against a 68% target. This study aimed to evaluate the program's success at Public health centers (PHC) using a qualitative evaluative and phenomenological approach and the Context, Input, Process, Product (CIPP) model. Subjects included health office staff (1 person), PHC officers (16 people), and health cadres (8 people). Data were collected through in-depth interviews, document studies, observation, and Focus Group Discussions (FGD), and analyzed using content analysis with triangulation for validation. The results indicate that while the program follows Ministry of Health Regulation No. 67 of 2016, its implementation faces significant challenges. Limited availability of the 3HP drug regimen and low preference for the lengthy 6H regimen were major constraints. Healthcare workers faced high workloads, while community cadres had limited capacity for public education. Additional barriers included limited counseling time, negative public perceptions of TPT, and less effective cross-sectoral coordination. The overall achievement was only 17%, with large inter-area disparities (e.g., Palmerah at 67% vs. Grogol Petamburan at 12%). Low adherence to the 6H regimen further impacted outcomes. In conclusion, the success of the TPT program in West Jakarta is hindered by limited 3HP drug availability, low public understanding, and insufficient cross-sector coordination.