Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Cyber Public Relations KPw Bank Indonesia Provinsi NTT Dalam Mensosialisasikan Tagline Cinta, Bangga dan Paham Rupiah Edon, Joan Imanuel; Daga, Lukas Lebi; Tuhana, Veki Edizon
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ji.v8i1.14718

Abstract

Strategi cyber public relations menjadi bagian dari tuntutan praktisi PR menyesuaikan diri dengan perkembangan digitalisasi dan memanfaatkan new media. Dalam mensosialisasikan tagline Cinta, Bangga dan Paham Rupiah KPw Bank Indonesia Provinsi NTT memanfaatkan media sosial Instagram sebagai media edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi cyber public relations KPw Bank Indonesia Provinsi NTT dalam mensosialisasikan tagline Cinta, Bangga dan Paham Rupiah melalui 4 tahapan strategi public relations menurut Cutlip dan Center yakni dari tahap penemuan masalah (defining public relations problems), tahap perencanaan dan pemograman (planning and programming), tahap pelaksanaan program dan pengkomunikasian (action and communicating) hingga tahap evalusasi (evaluating), kemudian tujuan lainnya untuk mengetahui motif penggunaan strategi tersebut dan  ditemukan ada 3 motif utama yakni membuat konten sosialisasi secara berkelanjutan, menjangkau lebih banyak masyarakat dan menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan analisis media siber pada akun Instagram @bank_indonesia_ntt yang terdiri dari ruang media, dokumen media, objek media, serta yang terakhir pengalaman.
Strategi Digital Public Relations Pemerintah Kota Kupang Melalui Media Sosial Tuhana, Veki Edizon; Daga, Lukas Lebi; Aslam, Muhammad; Lada, Henny L.L; Edo, Joan
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v12i2.9173

Abstract

Masa pandemi covid-19 awal tahun 2019 mengukuhkan penggunaan internet secara masif. Menarik dicermati beragam media sosial digunakan instansi pemerintah untuk berbagi informasi publik. Peran Public Relations (PR) di instansi pemerintah penting dalam berbagi informasi publik. Strategi digital media yang digunakan belum banyak dikaji dan cenderung menjadi trend baru dalam digital PR. Penelitian ini mencoba mengisi kekosongan yang belum banyak dilakukan terkait dengan strategi digital PR di intansi pemerintah. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi digital public relations pemerintah kota kupang melalui akun instagram @prokompimkotakupang. Penelitian ini menggunakan teori CMC (Computer Mediated Communication). Teori CMS adalah proses komunikasi melalui komputer (yang dimediasi), melibatkan orang-orang, saling terhubung dengan internet (jaringan komunikasi) dalam konteks tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis media siber (AMS). AMS merupakan perspektif yang dikembangkan melalui kajian media dan budaya yang pada prinsipnya membahas tentang bentuk-bentuk medium media, praktek yang dilakukan dengan perangkat teknologi komunikasi dan informasi. AMS ini digunakan untuk menganalisis akun Instagram @prokompimkotakupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan postingan menggunakan gaya bahasa resmi dan formal, sebagian besar postingan merujuk pada kegiatan wali kota dan wakil wali kota kupang. Objek media dan pengalaman menunjukkan ketelibatan masyarakat masih kurang dan hanya sebatas memberikan simbol suka.
Contestation of Meanings in Procedural Democracy: Inter-Media Framing of President Prabowo’s Dialogue with Journalists Joan Imanuel Edon; Mirawati, Ira; Abdurrahman, Zidan; Aditya Anggara R.B.
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i2.7150

Abstract

This study analyzes how Indonesian national media framed President Prabowo Subianto’s dialogue with seven senior journalists held in Hambalang on April 6, 2025, a moment positioned as a symbol of political openness during the early phase of his presidency. Employing a qualitative approach and Robert Entman’s framing analysis model, this research examines news coverage from six major media outlets — Kompas, Detik.com, IDN Times, Narasi, Liputan6, and TVOne — focusing on four framing dimensions: problem definition, causal diagnosis, moral evaluation, and treatment recommendation. The findings reveal a notable consensus across media in defining the core problem as a deficit in direct and transparent presidential communication on strategic national issues, with causes attributed to one-way and intermediary-based communication practices. However, variations emerge in moral judgments and proposed solutions, reflecting each outlet’s ideological orientation, editorial stance, and audience segmentation. While Kompas and Narasi adopt a more critical-constructive position emphasizing inclusivity and sustainability, IDN Times, Liputan6, and TVOne frame the dialogue more affirmatively as democratic progress, and Detik.com maintains a pragmatic and neutral tone. This study demonstrates that media framing of political dialogue is not neutral but constitutes a site of meaning contestation shaped by power relations. The findings contribute to political communication scholarship by highlighting how media simultaneously reproduce power narratives and perform a constrained watchdog role within Indonesia’s procedural democracy.