Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi penyuluhan inspeksi visual asam asetat terhadap peningkatan pengetahuan, minat, dan keikutsertaan pemeriksaan pada wanita usia 30–50 tahun. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel penelitian terdiri dari 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan, minat, dan lembar observasi keikutsertaan pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan responden tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks, meningkatkan minat untuk melakukan pemeriksaan, serta mendorong keikutsertaan nyata dalam pemeriksaan dibandingkan kelompok yang tidak mendapatkan intervensi secara terstruktur. Hasil pendukung juga menunjukkan bahwa karakteristik responden pada kedua kelompok relatif sebanding sehingga perubahan yang terjadi dapat dikaitkan dengan intervensi yang diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara interaktif dan sistematis memudahkan responden memahami manfaat pemeriksaan, membentuk sikap yang lebih positif, dan memperkuat kesiapan untuk bertindak. Dengan demikian, edukasi penyuluhan dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan partisipasi pemeriksaan inspeksi visual asam asetat dan mendukung upaya deteksi dini kanker serviks di pelayanan kesehatan primer. Kata kunci: deteksi dini, inspeksi visual asam asetat, kanker serviks, minat, pengetahuan