Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Beban Kerja dengan Motivasi Kerja Pada Tenaga Vokasi Farmasi di Apotek X Pekanbaru Mira Febrina; Yohandita Suci; Wulan Desmawati; Rahidatul 'Aisy; Fauziah Cania Wulandari; Nur Fadhilah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.11140

Abstract

ABSTRAK Motivasi kerja merupakan faktor penting dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan. Motivasi kerja didefinisikan sebagai dorongan internal berupa keinginan atau kebutuhan yang mendorong seseorang untuk bekerja dan mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, beban kerja merupakan sejumlah tugas atau aktivitas yang harus diselesaikan oleh individu atau kelompok dalam jangka waktu tertentu. Apotek X merupakan salah satu apotek besar di Pekanbaru yang menyediakan obat bebas, obat resep, serta alat kesehatan. Tingginya jumlah pasien yang datang menyebabkan tenaga kefarmasian harus melaksanakan berbagai tugas secara bersamaan, seperti pelayanan pasien, pencatatan administrasi, dan pengelolaan stok obat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan beban kerja yang cukup tinggi dan dapat memengaruhi tingkat motivasi kerja tenaga kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan motivasi kerja pada tenaga vokasi farmasi di Apotek X Pekanbaru dan diharapkan menjadi informasi bagi Apotek dan karyawan dalam mengelola tugas sesuai dengan kapasitas sehingga tercipta semangat kerja yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa skala untuk mengukur dua variabel, yaitu motivasi kerja dan beban kerja dan sampel yang digunakan berupa tenaga vokasi farmasi yakni 1 orang apoteker dan 3 orang asisten apoteker yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan perhitungan interval dan persentase yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja motivasi kerja, dimana semakin kecil beban kerja maka motivasi kerja semakin meningkat. Rata-rata beban kerja berada pada kategori sedang sedangkan motivasi kerja berada pada kategori tinggi. Persentase tertinggi pada aspek motivasi kerja terdapat pada indikator rasa aman sebesar 83,33%, yang menunjukkan bahwa jaminan kerja mampu meningkatkan motivasi kerja meskipun beban kerja tergolong sedang ABSTRACT Work motivation is an important factor in supporting work performance. Work motivation is defined as an internal drive in the form of a desire or need that encourages a person to work and achieve certain goals. Meanwhile, workload is number of tasks or activities that must be completed by individual or group within a certain period of time. Apotek X a is one of the largest pharmacies in Pekanbaru that provides over-the-counter medicines, prescription, and medical devices. High number of patients visiting pharmacy requires pharmaceutical staff to perform various tasks simultaneously, such as patient service, administrative record-keeping, and medicine stock management. This condition has potential to create a high workload and can affect the level of work motivation pharmaceutical staff. This study aims to determine relationship between workload and work motivation among pharmacy vocational staff at Apotek X Pekanbaru and expected to provide information for the pharmacy and employees in managing tasks according capacity as to create high work enthusiasm. This study uses a quantitative and descriptive approach with data collection method in the form of scale to measure two variables, namely work motivation and workload. Sample used consists of vocational pharmacy personnel, namely 1 pharmacist and 3 pharmacy assistants selected using the Purposive Sampling technique. Data collection was conducted through a questionnaire measured using a Likert scale. Analysis was performed using quantitative descriptive methods with interval calculations and percentages presented in bar charts. The results showed a relationship between workload and work motivation, where a smaller workload led to increased work motivation. The average workload was in the moderate category, while work motivation was in the high category. Highest percentage in the work motivation aspect was in the sense of security indicator at 83.33%, which shows that job security can increase work motivation even though the workload is moderate.