Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kompetensi Public Relations di Era Artificial Intelligence: Tantangan dan Adaptasi Profesi Humas Astuti Wijayanti; I Gusti Ayu Putri Trisnayanti; Ni Ketut Gita Saraswati
Jurnal Komputer dan Teknologi Informasi (JUKOMTIK) Vol. 1 No. 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam praktik public relations di era komunikasi digital. AI tidak hanya digunakan sebagai teknologi pendukung administratif, tetapi juga dimanfaatkan dalam aktivitas komunikasi strategis seperti media monitoring, analisis sentimen publik, chatbot layanan informasi, produksi konten digital, hingga pengelolaan isu dan reputasi organisasi. Transformasi tersebut mendorong perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan praktisi humas di tengah perkembangan komunikasi berbasis data dan otomatisasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI terhadap praktik public relations, mengidentifikasi kompetensi baru yang dibutuhkan praktisi humas, serta menjelaskan tantangan dan strategi adaptasi profesi humas di era Artificial Intelligence. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur melalui pengkajian jurnal ilmiah, buku akademik, laporan industri, dan publikasi terkait komunikasi digital dan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan AI menyebabkan profesi humas mengalami pergeseran dari fungsi teknis menuju fungsi komunikasi strategis berbasis teknologi dan data. Praktisi public relations dituntut memiliki kompetensi literasi digital, kemampuan analisis data, pemahaman teknologi AI, kreativitas, kemampuan berpikir strategis, serta sensitivitas etika komunikasi. Di sisi lain, penggunaan AI juga memunculkan tantangan berupa risiko bias algoritma, persoalan privasi data, misinformation, dan berkurangnya aspek humanis dalam komunikasi organisasi. Oleh karena itu, AI sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung komunikasi, bukan pengganti total peran manusia. Adaptasi profesi humas melalui reskilling, upskilling, dan penguatan human relations menjadi langkah penting agar profesi public relations tetap relevan dan kompetitif di era Artificial Intelligence.
Pelatihan Canva untuk Mendukung Optimalisasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Putu Gede Surya Cipta Nugraha; I Made Anom Mahartha Dinata; I Putu Dody Suarnatha; Ni Ketut Gita Saraswati; I Putu Gede Buda Mardiksa Putra
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v5i2.2783

Abstract

At the primary school level, integrating ICT-based learning media is crucial; it not only expands access to learning resources but also fosters digital literacy among students from an early age. The partner for this initiative is Adi Widyalaya Gurukula Bangli Primary School. While teachers there already utilize digital devices to support the learning process, their usage remains largely limited to existing internet materials, videos from sharing platforms, or simple presentations. Such practices indicate that technology integration is still at a basic adoption stage and has not yet fully evolved toward creating more contextual and interactive learning media. This activity aims to enhance teachers' understanding of ICT-based learning media, their proficiency with the Canva application, their skills in designing and developing learning media, and their ability to utilize Canva AI. The implementation method employs a participatory training approach combined with hands-on guidance in creating Canva-based learning media. The results demonstrate that the training successfully strengthened the teachers' knowledge, skills, and readiness to use Canva as an ICT-based learning tool. Teacher acceptance of Canva was also high, as the application is considered user-friendly, engaging, and relevant for developing teaching materials.