Riyanto, Ina Listyani
Universitas Multimedia Nusantara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Visualisasi Peran Perempuan Dalam Keluarga Jawa Dalam Naskah Film Pendek Asih Ina Listyani Riyanto
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 8 No 2 (2015): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.955 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v8i2.469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran perempuan, khususnya ibu dan istri dalam keluarga Jawa dan memvisualkannya dalam film pendek berjudul Asih. Dari studi pustaka terformulasikan peran tersebut yang kemudian diwujudkan dalam penciptaan tokoh Ibu Sumitro (istri), Bapak Sumitro (suami), Gunawan (anak), Asih (pembantu) dan Poniman (tukang kebon). Langkah berikutnya, menulis sebuah cerita dalam bentuk naskah film pendek yang nantinya akan difilmkan dengan menerapkan tokoh-tokoh tersebut. Hasil penelitian ini menggambarkan: Pertama, seorang ibu dan istri Jawa, Ibu Sumitro, berkiprah di wilayah privat atau domestik sedangkan suami, Bapak Sumitro, banyak berkarya atau bersosialisasi di wilayah publik. Kedua, sebagai suami, Bapak Sumitro kurang mampu mencari nafkah sehingga istrinya, Ibu Sumitro, ikut bekerja untuk mengamankan ekonomi keluarga, tentu saja atas ijin suami. Ketiga, Karena Ibu Sumitro bekerja dan menghidupi keluarga, dia mempunyai pengaruh kuat dalam pengambil keputusan-keputusan penting dalam keluarga dan sekaligus mempunyai kebebasan berperan sejajar dengan suaminya. Ibu Sumitro berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan keluarga dalam mengatur strategi mencari suntikan modal untuk bisnis keluarga. Usaha ini berdampak pada desakan kuat kepada Gunawan untuk menikah dengan Putri, putri seorang pengusaha, teman Bapak Sumitro, yang bermodal kuat. Keywords : penulisan skenario, naskah film pendek, budaya Jawa
VISUAL STORYTELLING DARI SINOPSIS SAMPAI STORYBOARD DALAM MATA KULIAH INTRODUCTION TO MOVING IMAGE PRODUCTION (IMIP) Ina Listyani Riyanto; Baskoro Adi Wuryanto; Perdana Kartawiyudha
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 11 No 1 (2018): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.704 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v11i1.1023

Abstract

Filmmaker dituntut untuk bisa mengubah cerita dari bentuk tulisan menjadi gambar bergerak. Kemampuan visual storytelling ini menuntut filmmaker untuk bisa mentransfer imajinasi cerita (sinopsis-teks) menjadi skenario (visual yang tertulis), serta mentransfer skenario menjadi storyboard (gambar-visual). Untuk itu, filmmaker seyogyanya memahami penulisan scenario dan kaidah-kaidahnya sehingga bisa menuangkan cerita dengan baik. Selain itu, filmmaker juga harus memahami bahasa visual yang ditawarkan oleh sinematografi seperti fungsi shot type, komposisi dan rule of third. Filmmaker seringkali mengalami kendala dalam memvisualkan cerita dari sinopsis sampai storyboard (text to visual). Oleh sebab itu, penelitian ini dibuat untuk mengetahui masalah dalam proses ini. Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Tahap 1: (i) Mencari teori awal: studi pustaka dan identifikasi masalah (ii) penentuan elemen dan standar analisis, (iii) mengumpulkan data dengan mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam proses transfer. Tahap 2: (i) menganalisis sinopsis, skenario dan storyboard. (ii) mengkonfirmasi hasil analisis melalui wawancara dengan penulis skenario, sutradara dan sinematografer. (ii) merangkum temuan dan analisis serta menuliskannya dalam jurnal. Kata kunci: produksi film, text to visual, sinopsis, skenario, storyboard
INTERTEXTUALITY ACROSS MEDIA: THE NARRATIVE TRANSFORMATION OF “KKN DI DESA PENARI” FROM TWEET TO MOTION PICTURE AND DIGITAL POP CULTURE Riyanto, Ina Listyani; Sunarmi, Sunarmi; Ajidarma, Seno Gumira
Srawung: Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 Issue 3 (2025)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jssh.v4i3.773

Abstract

This study investigates the narrative transformation of KKN di Desa Penari as it migrated across multiple media platforms, illustrating how local stories are reinterpreted within Indonesia’s hybrid digital ecosystem. Originating as a Twitter thread, the narrative evolved into novels, films, and user-generated content, reflecting the dynamic interplay between intertextuality, adaptation, remediation, and participatory culture. While previous studies have addressed digital folklore or single-medium adaptations, few have explored how a single narrative transforms holistically across platforms through both formal production and audience engagement. The purpose of this study was to analyze how KKN di Desa Penari was reshaped through cross-platform adaptation, cultural negotiation, and participatory practices. Employing a descriptive qualitative approach with intertextual analysis, the research drew data from primary sources (Twitter thread, novel, film, memes, fan art, TikTok videos, YouTube commentary) and secondary literature. The findings reveal that each medium reconfigured the narrative in distinct ways: Twitter fostered fragmented, speculative storytelling; the novel embedded local moral codes; the film remediated the story into visual spectacle; and user-generated content extended the narrative through reinterpretation and cultural commentary. This study contributes to understanding how local narratives achieve longevity and cultural relevance through digital convergence and audience co-creation.