Al-Qur’an merupakan wahyu Allah Swt. yang berfungsi sebagai pedoman hidup dan memiliki nilai ibadah bagi umat Muslim. Kemampuan membacanya sesuai kaidah tajwid menjadi hal yang mendasar, namun dalam praktiknya masih banyak santri yang kesulitan meskipun telah mempelajari ilmu tersebut. Masalah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya metode pembelajaran yang kurang beragam, kesulitan menghafal aturan, serta minat belajar yang rendah. Salah satu solusi yang diterapkan di Pondok Pesantren Ittihadut Tholibin Wonosobo adalah penggunaan metode nadzom dalam mempelajari kitab Tuhfatul Athfal. Metode ini mengandalkan nadzom yang memudahkan santri untuk menghafal sekaligus memahami materi, karena kitab tersebut sendiri disusun dalam bentuk puisi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan metode ini, mengetahui tingkat kemampuan bacaan tartil santri, serta mengidentifikasi hal yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, dengan pengumpulan data melalui pengamatan langsung, wawancara, dan dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan metode ini berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Secara umum kemampuan santri berada pada tingkat cukup baik, dengan rata-rata nilai 75. Metode ini terbukti efektif karena mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, memperkuat daya ingat, serta memudahkan penerapan aturan bacaan dalam praktik sehari-hari. Keberhasilan ini didukung oleh semangat santri, kemampuan pengajar, dan lingkungan yang kondusif, meskipun masih ada kendala seperti keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan di antara santri.