TikTok merupakan platform yang memiliki banyak fitur dan populer digunakanoleh masyarakat hampir di seluruh dunia. Kepopuleran TikTok ini, akhirnya muncul banyak sekali micro-celebrity. Micro-celebrity sendiri yaitu status selebriti yang diperoleh dari penampilan dan pengakuan di media sosial. Konten-konten yang dihasilkan oleh micro- celebrities ini ada berbagai macam. Seperti konten kuliner, gaya hidup, hiburan, dan juga wisata. Konten liburan baru-baru ini mulai banyak dibuat, apalagi setelah pandemi telah selesai. Banyak pula micro-celebrities yang membuat konten liburan mewah denganmemperlihatkan pengeluaran mereka yang hingga jutaan saat berlibur ke luarnegeri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerimaan audiens terhadap konten liburan mewah micro-celebrities di media sosial TikTok. Hal inimenarik minat peneliti untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memaknaipesan yang ada dalam konten tersebut. Penelitian ini dilakukan menggunakanMetode Kualitatif Deskriptif melalui pendekatan analisis resepsi denganjumlah informan penelitian sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data adalahwawancara dan observasi. Teori yang digunakan untuk penelitian ini yaitu TeoriEncoding-Decoding yang dikembangkan oleh Stuart Hall. Berdasarkan hasilpenelitian, didapatkan bahwa remaja akhir di Surabaya dengan berbeda latarbelakang dapat dibedakan dalam tiga kategori. Kategori pertama DominantHegemonic Position, yaitu mereka menyetujui konten liburan mewah milikmicro-celebrities memiliki dampak di kehidupan mereka. Kategori keduaadalah Negotiated Code Position yang mana mereka menyetujui tertarik padakonten liburan mewah milik micro-celebrities, namun tidak adanya dampak dikehidupan mereka. Kategori ketiga merupakan Oppositional Code dimanainforman menolak penerimaan pesan dari konten liburan mewah milikmicrocelebrities.