Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN DATA PRIBADI PASIEN DI RUMAH SAKIT PROF DR CHAIRUDDIN P. LUBIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 27 TAHUN 2022 TENTANG PELINDUNGAN DATA PRIBADI Alfred Johnatan Panjaitan; Elawijaya Alsa; Darwin Sinabariba
Journal Law of Deli Sumatera Vol 6 No 01 (2026): Artikel Riset Mei 2026
Publisher : LLPM Universitas Deli Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelindungan data pribadi pasien merupakan bagian dari hak atas privasi yang dijamin dalam negara hukum. Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, khususnya melalui penerapan rekam medis elektronik di rumah sakit pendidikan, meningkatkan risiko penggunaan data pribadi pasien yang tidak sesuai dengan prinsip pelindungan hukum. UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi hadir sebagai regulasi komprehensif yang mengatur klasifikasi data kesehatan sebagai data pribadi spesifik, prinsip pemrosesan data, hak subjek data, serta kewajiban Pengendali Data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum, faktor penyebab penggunaan data pribadi pasien, serta kepastian hukum implementasinya di Rumah Sakit Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif–empiris. Pendekatan normatif dilakukan melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur hukum yang relevan, sedangkan pendekatan empiris dilakukan melalui wawancara terhadap Kepala Unit Rekam Medis, dokter, dan perawat sebagai informan kunci. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dengan mengaitkan norma hukum dengan praktik pengelolaan data pribadi pasien di rumah sakit pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 telah memberikan kerangka hukum yang jelas dan komprehensif dalam pelindungan data pribadi pasien. Penggunaan data pribadi pasien di rumah sakit dipengaruhi oleh faktor struktural sebagai rumah sakit pendidikan, faktor teknis terkait sistem rekam medis elektronik yang belum sepenuhnya menerapkan pembatasan akses berbasis kebutuhan klinis individual, serta faktor kultural berupa belum optimalnya literasi hukum tenaga kesehatan. Kepastian hukum dalam implementasi masih berada pada tahap normatif-administratif dan belum sepenuhnya substantif-operasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelindungan data pribadi pasien di RS Prof. Dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara memerlukan penguatan kelembagaan, pembaruan kebijakan internal yang selaras dengan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, penerapan sistem kontrol akses yang lebih granular, serta peningkatan literasi hukum tenaga kesehatan. Langkah tersebut diperlukan untuk mewujudkan kepastian hukum yang substantif dan perlindungan hak pasien secara efektif.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP TINGKAT STRESS PADA SISWA SMAN 1 SIBORONGBORONG PADA MASA PADEMI Alfred Johnatan Panjaitan
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 4 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v5i1.657

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit akibat infeksi virus saluran pernapasan yang sangat menular. yang disebabkan oleh virus baru bernama Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus 2 ( SARS-CoV-2 ). Sampai saat penelitian ini dibuat, belum terdapat vaksin untuk mencegah penyakit ini, sehingga hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah membatasi aktivitas warga dengan memberlakukan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi ini menimbulkan stres bagi masyarakat. Dugaan bahwa tingkat pengetahuan juga akan memengaruhi tingkat stres siswa SMA N 1 Siborongborong. Tujuan. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan tingkat stres pada masa pandemi pada siswa SMAN 1 Siborongborong . Metode. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitik cross-sectional dengan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel. Data yang diperlukan akan diperoleh melalui kuesioner daring. Penelitian ini telah berlangsung dari bulan Mei hingga Desember 2021. Hasil: Sampel penelitian berjumlah 185 responden. Dengan menggunakan metode Chi Square, didapati nilai Phi = 0.374 yang mengindikasikan tidak adanya hubungan antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan tingkat stres. Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang COVID-19 dan tingkat stres pada siswa SMA N 1 Siborong-Borong.