Abstract: This study aimed to evaluate whether patients' levels of family motivation and rehabilitation compliance affect their ability to live independently after stroke at Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. This was a quantitative study using a cross-sectional and an analytical survey design. By using quota sampling, 63 hospitalised stroke patients receiving rehabilitation were chosen as the respondents. For this study, we relied on validated and reliable questionnaires to gather data. A multiple linear regression analysis was run on the data in order to determine the impact of each independent variable on the dependent variable. The results showed that patients' levels of independence after stroke were significantly impacted by both family motivation and rehabilitation compliance. The combined effect of family motivation and rehabilitation also significantly contributed to improvement of patient independence. In conclusion, optimal family support and strong rehabilitation adherence are crucial factors in enhancing post-stroke patient independence. Recommendations for the hospital include enhancing family education programs and support to encourage rehabilitation adherence and integrating family-centered approaches in rehabilitation services. Future research is encouraged to explore other variables that may influence post-stroke patient independence. Keywords: family motivation; rehabilitation adherence; patient independence Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi pasien terhadap kemampuan hidup mandiri pasca stroke di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain potong lintang dan survei analitik. Dengan menggunakan quota sampling, dipilih 63 pasien stroke rawat inap yang menerima rehabilitasi sebagai responden penelitian ini. Pada penelitian ini, digunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dapat diandalkan untuk mengumpulkan data. Analisis regresi linier berganda digunakan pada data untuk menentukan dampak setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa tingkat kemandirian pasien pasca stroke secara bermakna dipengaruhi oleh motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi. Kombinasi antara motivasi keluarga dan kepatuhan rehabilitasi juga berkontribusi bermakna terhadap peningkatan kemandirian pasien. Simpulan penelitian ini ialah pasien pasca stroke dapat memperoleh kembali kemandiriannya dengan bantuan motivasi keluarga yang kuat dan kepatuhan yang tinggi terhadap rehabilitasi. Saran bagi pihak rumah sakit ialah meningkatkan program edukasi dan dukungan keluarga untuk mendorong kepatuhan rehabilitasi, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis keluarga dalam layanan rehabilitasi. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengkaji variabel lain yang berpotensi mempengaruhi kemandirian pasien pasca stroke. Kata kunci: motivasi keluarga; kepatuhan rehabilitasi; kemandirian pasien