Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

ALTERNATIF PERKUATAN LERENG PADA RUAS JALAN TRENGGALEK-PONOROGO KM 23 +650 Dharmawansyah, Dedy
Jurnal TAMBORA Vol 2 No 1 (2017): EDISI 3
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.415 KB)

Abstract

Pada pertengahan tahun 2010, ruas jalan Trenggalek-Ponorogo KM 23 +650 terjadi kelongsoran sepanjang ± 50 m dengan ketinggian 7 m dan mengikis hampir separuh dari badan jalan. Akibat dari kejadian tersebut arus lalu lintas disepanjang jalan tersebut terhambat. Beberapa bulan setelah kejadian, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Propinsi Jawa timur melakukan perbaikan mulai dari dasar lereng sampai ketinggian 3,5 m dengan menggunakan konstruksi retaining wall dan gabion (Perkuatan eksisting) sedangkan pada separuh bagian lereng lainnya yang berada diatas perkuatan eksisting sampai badan jalan belum diperbaiki sampai saat ini. Selama masa pemakaian, konstruksi retaining wall yang terpasang sudah tidak berfungsi secara optimal; ini dibuktikan dengan terjadinya keretakan pada konstruksi tersebut yang dikuatirkan akan menyebabkan lereng longsor kembali.Dari analisa stabilitas pada lereng asli diperoleh SF sebesar 1,0888, sedangkan dengan perkuatan eksisting diperoleh SF sebesar 1,13; ini menunjukkan bahwa lereng masih dalam kondisi kritis sehingga diperlukan sistem perkuatan. Untuk itu, direncanakan perkuatan yang terdiri dari dua bagian yaitu perkuatan tambahan pada lereng yang sudah diperbaiki (perkuatan eksisting) dan perkuatan pada lereng yang belum diperbaiki. Alternatif perkuatan yang akan digunakan terdiri dari mini pile, sheetpile, geotextile wall dan gabion.Hasil yang diperoleh dari perencanaan pada penelitian ini yaitu diperlukan tambahan perkuatan dengan menggunakan mini pile ukuran 20x20 cm yang dipasang mulai elevasi -3,5 m dari permukaan jalan sampai 1,5 m dibawah bidang gelincir (panjang total 6.0 meter), dengan jarak 0,5 m. Untuk tambahan perkuatan pada eksisting retaining wall yang sudah retak digunakan sheetpile yang ditanam sampai kedalaman 8 m. Perkuatan pada bagian lereng atas yang belum diperbaiki digunakan gabion dengan ukuran panjang 180 cm, lebar 90 cm dan tinggi 45 cm. Gabion tersebut dipasang mulai dari elevasi -3,5 m sampai permukaan jalan.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL PLASTIK MENJADI PLASTICNET SEBAGAI BAHAN SEPARASI DAN PERKUATAN PADA LAPISAN PERKERASAN JALAN RAYA DI DAERAH TERPENCIL Dharmawansyah, Dedy; Kurniati, Eti
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 2 (2019): EDISI 7
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.099 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i2.237

Abstract

Road infrastructure is one of the important tools in the civil engineering participation in developing the transportation system in Indonesia. It is a central element in the development of the region and the improvement of the economy community. Development of a good road network will have an impact on inter-regional connectivity which is getting easier and it can improve the economy of the people in the region. Nowdays, damage on remote areas had not been optimizing hadling. The Generally soil improvement on the road was using methods such as road packer, Prevabricated Vertical Drain (PVD) or geosynthetic material. But the materials are still relatively expensive to be applied to remote areas which have a bad access road. The research is related to plasticnet aims to obtain alternatives in soil improvement, especially as separators and reinforcement. This research was preceded by did the simulation of tensile strength in plastic material to determine the maximum tensile strength of this material. The next stage is the plastic rope from used bottles that have been cut by using a simple cutting tool, then the net is made with the distance between nets is 5 cm to 20 cm and the overall dimensions produced are about 2 x 3 m. Field testing is carried out by installing a plasticnet on the pavement layer plan on the condition of the layer in dry and wet conditions (saturated with water). Of this condition then it will be able to simulated by giving a vehicle load that is carried out repeatedly. The expected target of this research is to obtain alternative new materials that can be used to separate material and also as pavement layer reinforcement on highway construction that is cheap and efficient, especially for application in remote areas that are difficult to get geosynthetic material.
METODE PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MESIN GAS SUMBAWA) Susilawati, Tri; Dharmawansyah, Dedy
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 3 (2019): EDISI 8
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.167 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i3.403

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu program yang dibuat pekerja maupun perusahaan sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan akibat kerja dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam penelitian ini penerapan keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek PLTMG Sumbawa masih belum maksimal seperti permasalahan alat pelindung diri masih belum dipergunakan sebagai mestinya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori-teori penerapan sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lingkungan kerja dan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian ini kuantitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana dan korelasi product moment. Populasi adalah karyawan PT. Wijaya Karya pada proyek kontruksi PLTMG sumbawa yang berjumlah 289 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 158 orang menggunakan Cluster Sumpling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara serempak dapat diketahui penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja proyek kontruksi berpengaruh dan berhubungan sebesar 3,9 % dan dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,013 < 0,05 hasilnya data normal antara penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan kinerja proyek kontstruksi PLTMG sumbawa. Dari hasil perhitungan t hitung sebesar 2.519 dibandingkan dengan t table sebesar 1,975 taraf signifikansi 5% jadi t hitung > t table maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dalam penelitian ini hasilnya bernilai positif yang artinya semakin tinggi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja maka semakin tinggi kinerja proyek kontruksi. Ini memberi arti bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat menentukan dalam peningkatan kinerja karyawan pada proyek konstruksi PLTMG Sumbawa.
EVALUASI PENGGUNAAN VEGETASI DENGAN MEDIA TANAM COCOMESH UNTUK STABILITAS LERENG PADA AREA TEBING SALURAN IRIGASI D.I BINTANG BANO SUMBAWA BARAT Desti Putria Dewita Sari; Dedy Dharmawansyah
Jurnal TAMBORA Vol. 7 No. 1 (2023): EDISI 18
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jt.v7i1.2540

Abstract

Topografi daerah irigasi Bintang Bano curam, sehingga memungkinkan akan terjadinya longsor ketika hujan deras melanda desa tersebut. Faktor lain yang menyebabkan timbulnya longsor adalah rembesan dan aktivitas geologi seperti patahan, rekahan dan liniasi. Hujan adalah salah satu faktor yang dapat memicu terjadi kelongsoran. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap kestabilan lereng di area tebing saluran irigasi D.I. Bintang Bano. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan vegetasi dengan menggunakan media tanam cocomesh terhadap stabilitas lereng yang ada di area tebing saluran tersebut. Analisis stabilitas lereng dilakukan dengan pengukuran topografi dan pengujian pengeboran sampel tanah untuk memeriksa ukuran butiran tanah, termasuk berat satuan, kadar air, hidrometer dan uji analisis saringan. Setelah didapatkan data tanah maka dapat dicari nilai faktor keamanan dari lereng tersebut dengan melalui simulasi menggunakan peraengkat lunak berupa program aplikasi bernama GeoStudio SLOPE/W 2012 dengan metode Bishop. Hasil dari penelitian tersebut diperoleh nilai angka keamanan dari lereng yang belum dipasang vegetasi yaitu sebesar 1,191. Namun ketika dipasang vegetasi terjadi kenaikan nilai faktor keamanan sebesar 5,87% sehingga menjadi nilai faktor kemanan 1,546. Sehingga dapat dikatakan bahwa vegetasi pada lereng di area tebing saluran irigasi D.I Bintang Bano mampu meningkatkan stabilitas lereng di sana.
PENGGUNAAN METODE BAR BENDING SCHEDULE UNTUK MENGANALISIS KEBUTUHAN & SISA (WASTE) PEMBESIAN BALOK PADA PROYEK RUMAH SAKIT ISLAM AYSHA Dedy Dharmawansyah; Eti Kurniati; Auliya Kasyfil Aziz
Jurnal TAMBORA Vol. 7 No. 2 (2023): EDISI 19
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Riset, Publikasi dan Inovasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jt.v7i2.3058

Abstract

In the construction work of the Aysha Islamic Hospital structure, the reinforcement carried out experienced significant material residues. This of course can affect the cost of a job on each floor. The data obtained on the 3rd floor beam reinforcement work at the Aysha Islamic Hospital project reached 32,498.72 kg or equivalent to Rp.341,236.560.00-. The iron work experienced a lot of material residue that was still suitable for use with an estimated 0.5% iron waste which was not actually used for further work. In practice, to avoid waste in iron work, implementers need to analyze how much reinforcement is needed to build a beam. The amount of the volume of iron work must be known or obtained before the implementation of construction, because the volume of a work is the basis of planning the development budget. From the calculation results in the discussion, it is obtained that the iron requirement (kg) needed for beam work in the implementation of the Aysha Islamic Hospital Project is 163303.15 kg. The amount of waste for beam work in the implementation of the Aysha Islamic Hospital Project is 20046.98 kg. The remaining percent of the beam (%) in the implementation of the Aysha Islamic Hospital Project is Rp. 1.714.683.075.-