Badin sipahutar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Anak Indigo: Antara Kepercayaan , Kajian Psikologi, Dan Dampak Sosial Siregar, Dewi Evalina; Imel Sihombing; Maulana AL Kahfi; Yan Indra Siregar; Badin sipahutar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4850

Abstract

Fenomena anak indigo merupakan topik yang menarik banyak perhatian publik sejak akhir abad ke-20.anak indigo di yakini memiliki kepekaan emosional, intuisi, sampai kemampuan spiritual yang lebih tinggi dari anak pada umumnya. Konsep ini pertama kali di kenalkan oleh Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an melalui teori aura, yang kemudian dipopulerkan oleh Carroll dan Tober (1999) melalui karya The Indigo Children. Meskipun masyarakat sering mengaitkan indigo adalah kemampuan istimewa, kajian ilmiah menunjukkan bahwa karakteristik indigo dapat dijelaskan melalui psikologi modern, antara lain sensitivitas tinggi (highly sensitive person), anak berbakat (gifted children), serta pengaruh sugesti sosial. Artikel ini bertujuan untuk memberikan tinjauan mendalam mengenai asal-usul istilah indigo, karakteristik yang dilekatkan pada anak indigo, pandangan ilmiah berdasarkan kajian psikologi, dan dampak sosial yang ditimbulkan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fenomena indigo bukanlah ednitas supranatural yang terbukti secara empiris, melainkan konstruksi sosial yang terbentuk dari interaksi budaya, psikologi, sosial dan kepercayaan masyarakat. Dengan demikian, pendekatan yang kritis dan objektif perlu digunakan agar fenomena indigo tidak menimbulkan stigma maupun ekspektasi berlebihan terhadap anak.
Belajar Dari Anak Tuna Grahita Menggali Potensi Dibalik Keterbatasan Dawolo, Dillon Amurisi; Eprain Sormin; Arkhan Fahlevi; Dion Michael Nainggolan; Yan Indra Siregar; Badin Sipahutar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4854

Abstract

Tuna grahita merupakan kondisi hambatan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak dengan tuna grahita menghadapi tantangan berupa kesulitan akademik, stigma sosial, dan keterbatasan kemandirian, tetapi mereka juga memiliki potensi dalam keterampilan praktis, seni, dan kemampuan sosial sederhana. Penelitian ini bertujuan menggali potensi anak tuna grahita melalui pendekatan kualitatif deskriptif di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rumah. Hasil menunjukkan bahwa meski menghadapi hambatan, anak tuna grahita masih bisa mengembangkan potensi melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dari melihat keterbatasan menjadi memberdayakan anak tuna grahita