Tuna grahita merupakan kondisi hambatan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak dengan tuna grahita menghadapi tantangan berupa kesulitan akademik, stigma sosial, dan keterbatasan kemandirian, tetapi mereka juga memiliki potensi dalam keterampilan praktis, seni, dan kemampuan sosial sederhana. Penelitian ini bertujuan menggali potensi anak tuna grahita melalui pendekatan kualitatif deskriptif di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rumah. Hasil menunjukkan bahwa meski menghadapi hambatan, anak tuna grahita masih bisa mengembangkan potensi melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dari melihat keterbatasan menjadi memberdayakan anak tuna grahita
Copyrights © 2026