Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

A Quantitative Ethnobotanical Analysis of Medicinal Plant Use in the Treatment of Skin Diseases among the Amanuban Community, Indonesia O.F.I Tefu, Meti; I. Leo, Marince; J. Takaeb, Matheo; Rafael, Andriani
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 17 No 1 (2026): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v17i1.30931

Abstract

Traditional medicinal knowledge represents an important biocultural resource for community-based healthcare and biodiversity conservation. This study quantitatively analyzed the use of medicinal plants for treating skin diseases among the Dawan (Amanuban) community in South Central Timor, Indonesia. A descriptive quantitative ethnobotanical design was applied through semi-structured interviews, field observations, and plant documentation involving 40 purposively and snowball-selected informants. Plant importance and knowledge consensus were assessed using Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC), Fidelity Level (FL), and Informant Consensus Factor (ICF). The study recorded 17 medicinal plant species used to treat seven categories of skin diseases, including dermatitis, boils, scabies, acne, itching, chickenpox, and cracked heels. A total of 276 use reports were documented, with leaves being the dominant plant part used. High ICF values (0.93–1.00) indicated strong consensus among informants. These findings demonstrate a structured traditional knowledge system and suggest priority species for future phytochemical, pharmacological, and conservation studies. Analisis Etnobotani Kuantitatif Penggunaan Tumbuhan Obat dalam Pengobatan Penyakit Kulit pada Masyarakat Amanuban, Indonesia ABSTRAK: Pengetahuan pengobatan tradisional merupakan sumber daya biokultural penting bagi kesehatan berbasis masyarakat dan konservasi keanekaragaman hayati. Penelitian ini menganalisis secara kuantitatif pemanfaatan tumbuhan obat untuk pengobatan penyakit kulit pada masyarakat Dawan (Amanuban) di Timor Tengah Selatan, Indonesia. Penelitian menggunakan desain etnobotani deskriptif kuantitatif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi tumbuhan terhadap 40 informan yang dipilih secara purposive dan snowball sampling. Tingkat kepentingan tumbuhan dan konsensus pengetahuan dianalisis menggunakan Use Value (UV), Relative Frequency of Citation (RFC), Fidelity Level (FL), dan Informant Consensus Factor (ICF). Hasil penelitian mencatat 17 spesies tumbuhan obat yang digunakan untuk mengobati tujuh kategori penyakit kulit, yaitu dermatitis, bisul, kudis, jerawat, gatal, cacar air, dan tumit pecah-pecah. Sebanyak 276 laporan penggunaan terdokumentasi, dengan daun sebagai bagian tumbuhan yang dominan digunakan. Nilai ICF tinggi (0,93–1,00) menunjukkan konsensus kuat antar informan. Temuan ini menunjukkan sistem pengetahuan tradisional yang terstruktur dan penting untuk penelitian lanjutan.