Syauqi, Anindia Riana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah Tahun 2023–2024 Theresia, Tiarma Talenta; Lestari, Sri; Hutagaol, Mula Batiswa; Syauqi, Anindia Riana; Saraswati, Agrina Eka; Hamidjaja, Beverly Chloe; Prawira, Christian Adi; Marsenia, Elly; Dharma, Gracia Anindya; Amira, Khansa; Helza, Victoria Susantoputri Angenia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i2.4129

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dalam waktu lama yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk wilayah urban seperti Kecamatan Palmerah. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta kualitas hidup anak di masa depan. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah tahun 2023–2024. Bahan dan metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data sekunder diperoleh dari rekapan Puskesmas Kecamatan Palmerah selama tahun 2023 hingga 2024. Sampel meliputi seluruh balita usia 0–59 bulan dari sepuluh kelurahan di wilayah kerja puskesmas. Variabel yang dianalisis mencakup usia, jenis kelamin, lokasi kelurahan, dan capaian program kesehatan. Analisis dilakukan untuk melihat distribusi stunting serta efektivitas program intervensi seperti ASI eksklusif, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya penurunan jumlah balita stunting dari 9.640 kasus pada tahun 2023 menjadi 8.286 kasus pada tahun 2024. Kelompok usia 24–59 bulan merupakan kelompok dengan prevalensi stunting tertinggi, dengan dominasi kasus pada balita laki-laki. Kelurahan Palmerah I dan II tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi, sedangkan Slipi I dan II terendah. Program imunisasi dan pelayanan ibu hamil mencapai target >100%, sementara ASI eksklusif dan pemantauan tumbuh kembang masih belum mencapai target nasional. Kesimpulan: Prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Palmerah mengalami penurunan namun masih belum mencapai target nasional, sehingga perlu diperkuat upaya edukasi, pendampingan kader, dan sinergi lintas sektor secara berkelanjutan.