Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mit App Inventor sebagai E-Modul Makromolekul Berbasis Android Irfandi Irfandi; Rosa Murwindra; Kiprah Piawi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.2765

Abstract

Materi kimia yang sulit dan bersifat abstrak sering menjadi permasalahan yang ditemukan diberbagai sekolah. Oleh karena itu perlu dikembangkan sebuah perangkat pembelajaran yang memberikan kemudahan untuk memahami materi kimia tersebut salah satunya makromolekul. solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan e-modul yang dapat digunakan melalui android. E-modul dikembangkan menggunakan aplikasi mit app inventor. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pengembangan modul pembelajaran kimia berbasis android pada materi makromolekul yang dikembangkan menggunakan mit app inventor pada tahap pendahuluan. Metode penelitian yang digunakan adalah R&D dengan model Plomp. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli dan respon pengguna menggunakan angket skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran kimia berbasis android pada materi makromolekul valid digunakan dengan persentase 89% dan 81% dengan kategori sangat layak. Serta hasil respon pengguna sebesar 91% oleh guru dan 93% oleh siswa dengan kategori sangat baik dan menarik.
Sosialisasi Anti-Bullying sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Peserta Didik terhadap Perilaku Perundungan di Sekolah: Penelitian Novi Septi Sundaci; Alvira May Roza; Muhammad Zulfajri; Shinta Anjarriani; Jumriana Rahayu Ningsih; Kiprah Piawi
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.478

Abstract

Perilaku perundungan di sekolah masih menjadi persoalan serius yang mengancam perkembangan psikologis, sosial, dan akademik peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap perilaku perundungan melalui sosialisasi anti-bullying di Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi, analisis studi kasus, dan role-playing dengan melibatkan 120 peserta didik jenjang SMP dan SMA. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik dari rata-rata skor pretest 44,2 menjadi 81,7 pada posttest, atau meningkat sebesar 84,8%. Sebanyak 92,5% peserta mampu mengidentifikasi berbagai bentuk perundungan, dan 100% peserta menandatangani kartu komitmen anti-bullying. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi anti-bullying berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter serta dapat menjadi model intervensi preventif yang layak direplikasi di sekolah lain.
Implementasi Pelatihan Wordwall untuk Meningkatkan Kreativitas Guru dalam Pembelajaran Berbasis IT Dwie Syahrieva Aswarni; Ikhsandi Alfadilla; Elsa Turrahma; Jumriana Rahayuningsih; Alhairi Alhairi; Kiprah Piawi
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.486

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran berbasis IT melalui pelatihan Wordwall. Kegiatan dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan melibatkan 35 guru SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif melalui pemaparan materi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 34,9 menjadi 81,6. Sebanyak 87,0% peserta mampu membuat minimal tiga media Wordwall secara mandiri, seluruh peserta berkomitmen mengimplementasikannya di kelas, dan 91,4% menyatakan siap menerapkan dalam 1–2 minggu. Pelatihan Wordwall terbukti efektif meningkatkan kompetensi digital dan kreativitas guru dalam pembelajaran interaktif berbasis IT.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MASA KINI SEBAGAI PENUNJANG MERDEKA BELAJAR Dwi Putri Musdansi; Rosa Murwindra; Irfandi Irfandi; Jumriana Rahayu N; Kiprah Piawi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4307

Abstract

Penyelenggaraan kurikulum Merdeka juga memiliki banyak tuntutan bagi pendidik salah satunya adalah menguasai teknologi dengan cakap dan tepat guna terutama dalam hal pengembangan media pembelajaran. Guru dituntut untuk menjadi kreatif dan inovatif dalam menciptakan media pembelajaran masa kini yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada peserta didik. Salah satu media pembelajaran masa kini yang dapat dikembangkan berbasis web adalah google sites dan Quizziz untuk media Latihan online (syarifuddin, 2022). Namun untuk mengembangkan dan memenuhi tuntutan pendidik dalam menerapkan Merdeka Belajar serta era society 5.0, guru masih mengalami kekurangan dan keterbatasan dalam pemahamannya terutama pada guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Kimia Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Sehingga untuk melakukan terobosan akselerasi pemahaman tentang pengembangan media, perlu dilakukan kegiatan pelatihan untuk guru dalam pengembangan media terbaharukan guna menunjang kegiatan pembelajaran. Pelatihan yang dilaksanakan oleh program Studi Pendidikan Kimia mengangkat tema “ Pelatihan google sites berbasis quzizz” yang diselenggarkan pada tanggal 18-21 Mei 2024 di Gedung Serba Guna SMAN 1 Teluk Kuantan, dan diikuti oleh 25 orang guru-guru MGPM kimia Tingkat SMA. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pelatihan, dimana guru-guru mendengarkan presentasi kemudian mempraktekan dan dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri dirumah masing-masing. Dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) Materi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sesuai dengan kebutuhan Peserta/Mitra, (2) Materi PkM dapat digunakan dalam Proses Belajar Mengajar sebagai penunjang Merdeka Belajar, (3) Mitra/peserta mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan PkM ini, (4) Kegiatan PkM berhasil meningkatkan kemampuan mitra/peserta dalam pengembangan media pembelajaran, (5) Secara umum, mitra puas terhadap kegiatan PkM
SOSIALISASI PEMILAHAN SERTA PENGADAAN TEMPAT SAMPAH ORGANIK DAN NON-ORGANIK DI TK PURNAMA, DESA SUNGAI KUNING Teguh Dima Agung; Andrika Patrio; Bima Pratama; Ahmad Fathir Azlan; Irfandi Irfandi; Alhairi Alhairi; Kiprah Piawi
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.254

Abstract

Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas manusia. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, sehingga diperlukan upaya edukasi sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik mengenai pemilahan sampah organik dan non-organik melalui kegiatan sosialisasi serta pengadaan tempat sampah di TK Purnama Desa Sungai Kuning. Sasaran kegiatan terdiri atas 48 peserta didik dan 6 guru. Metode yang digunakan meliputi observasi, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung memilah sampah, permainan edukatif, serta penyerahan tempat sampah organik dan non-organik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik mengenai jenis sampah serta kemampuan memilah sampah sesuai kategorinya. Guru juga memberikan respons positif dan berkomitmen membiasakan kegiatan pemilahan sampah dalam aktivitas belajar di sekolah. Pengadaan tempat sampah organik dan non-organik menjadi sarana pendukung dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.