Kinkin Karimah Nursyabani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Terapi Menulis: Strategi Efektif Mengurangi Bullying di Sekolah Dasar Kinkin Karimah Nursyabani; Herma Susanah; Ismail Nursidik; Leli Halimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.2909

Abstract

Pendidikan dasar memegang peran penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak, namun tantangan serius seperti bullying sering mengganggu proses tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas terapi menulis ekspresif sebagai metode inovatif dalam penanganan korban bullying di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji berbagai riset dan literatur terkait penggunaan terapi menulis untuk mengatasi dampak psikologis bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi menulis memberikan manfaat signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri, pengelolaan trauma, dan perkembangan keterampilan sosial siswa korban bullying. Kesimpulannya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam mengintegrasikan terapi ini sebagai strategi efektif, tidak hanya untuk pemulihan emosional tetapi juga dalam membangun karakter positif dan memperkuat interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.
Penerapan Konsep Filsafat Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar Kinkin Karimah Nursyabani; Ismail Nursidik; Rini Apriyani; Jenuri Jenuri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.2926

Abstract

Dalam era pendidikan modern, kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi yang sangat penting untuk disiapkan pada siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan konsep filsafat pendidikan sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan interaktif seperti pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok, yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan filsafat pendidikan secara efektif meningkatkan kemampuan analisis dan evaluasi siswa, serta membantu mereka dalam mempersiapkan tantangan di masa depan. Kesimpulannya, kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis di sekolah dasar.
Honesty Canteen as a Project-Based Learning Model for Strengthening the Pancasila Student Profile in Elementary Schools Kinkin Karimah Nursyabani; Yunus Abidin; Yusuf Tri Herlambang; Dinie Anggraeni Dewi
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1733

Abstract

This study examines the Honesty Canteen program as a project-based learning strategy for strengthening the Pancasila Student Profile in an elementary school. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving 22 participants, including the principal, teachers, canteen managers, students, and a parent representative. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model with triangulation to ensure trustworthiness. The findings show that the program was implemented through five interrelated strategies: habituation, role modeling, participatory supervision, reward mechanisms, and values internalization. Quantitative records indicated that students’ honesty rate increased from 51% at the initial phase to 100% after pedagogical interventions such as role-play and collective reflection, with an average of 91%. Qualitative evidence further showed moral internalization through students’ voluntary confession and restitution behaviors. The study concludes that the Honesty Canteen can function as a contextual P5 model that supports integrity, independence, and global diversity in the Pancasila Student Profile.