Herma Susanah
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendidikan Karakter Melalui Terapi Menulis: Strategi Efektif Mengurangi Bullying di Sekolah Dasar Kinkin Karimah Nursyabani; Herma Susanah; Ismail Nursidik; Leli Halimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.2909

Abstract

Pendidikan dasar memegang peran penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak, namun tantangan serius seperti bullying sering mengganggu proses tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas terapi menulis ekspresif sebagai metode inovatif dalam penanganan korban bullying di lingkungan sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur yang mengkaji berbagai riset dan literatur terkait penggunaan terapi menulis untuk mengatasi dampak psikologis bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi menulis memberikan manfaat signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri, pengelolaan trauma, dan perkembangan keterampilan sosial siswa korban bullying. Kesimpulannya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam mengintegrasikan terapi ini sebagai strategi efektif, tidak hanya untuk pemulihan emosional tetapi juga dalam membangun karakter positif dan memperkuat interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah.
Elementary School Teachers' Acceptance of the Digital Media Canva Site in Deep Learning-Based Instruction: A Study Using the UTAUT Model Herma Susanah; Yunus Abidin; Dede Tri Kurniawan; Dede Margo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 34 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v34i22025p275-289

Abstract

Abstract: The world of education is required to continue to innovate, including in the way teachers compile teaching materials that are interesting and relevant to students. One of the main challenges is how teachers can accept and utilize new technology optimally in teaching and learning activities. The study aimed to find out the extent to which elementary school teachers accept the use of Canva to create deep learning-based teaching materials, which encourage students' deep understanding. Using a quantitative approach, this study involved 149 elementary school teachers in the city of Bandung as respondents. An instrument in the form of a questionnaire was developed based on the UTAUT framework, and the data were analyzed by linear regression. The results show that performance expectations, ease of use, social influence, and availability of technical support all play an important role in shaping teachers' intentions to use Canva. These findings show that teachers respond positively to this technology and see it as an effective tool in developing more meaningful learning. In conclusion, successful adoption of technologies like Canva requires real support in the form of training, tools, and school policies that encourage innovation in the classroom. Abstrak: Di era digital saat ini, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi, termasuk dalam cara guru menyusun bahan ajar yang menarik dan relevan bagi siswa. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana guru dapat menerima dan memanfaatkan teknologi baru secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana guru sekolah dasar menerima penggunaan Canva untuk membuat bahan ajar berbasis deep learning, yang mendorong pemahaman mendalam siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 149 guru SD di Kota Bandung sebagai responden. Instrumen berupa kuesioner dikembangkan berdasarkan kerangka UTAUT, dan data dianalisis dengan regresi linear. Hasilnya menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, serta ketersediaan dukungan teknis semuanya berperan penting dalam membentuk niat guru menggunakan Canva. Temuan ini menunjukkan bahwa guru merespons positif teknologi ini dan melihatnya sebagai alat bantu yang efektif dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna. Kesimpulannya, keberhasilan adopsi teknologi seperti Canva membutuhkan dukungan nyata berupa pelatihan, sarana, dan kebijakan sekolah yang mendorong inovasi di ruang kelas.
Integration of Digital Skills in Elementary School Learning: Facing Challenges in the 21st Century: Integrasi Keterampilan Digital dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar : Menghadapi Tantangan di Era Abad 21 Iis Hartati; Herma Susanah; Sofyan Iskandar
Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2025): Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal kajian Pengembangan Pendidikan
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with HDPGSDI (Himpunan Dosen PGSD Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jisd.v12i1.83

Abstract

In the 21st century, digital skills are increasingly needed in learning in elementary schools, considering that digital technology has become an inseparable part of daily life. This study uses a literature review approach to investigate various challenges faced by teachers in integrating technology into the teaching and learning process. Key findings show that many teachers still find it difficult to use digital devices, both hardware and software. In addition, low levels of digital literacy and lack of appropriate training exacerbate this situation. Another challenge that is also faced is limited access to technology, especially in areas with limited infrastructure. This article highlights the importance of improving relevant training programs and developing better infrastructure to support the utilization of technology in the classroom. By overcoming these obstacles, it is hoped that teachers can be more effective in using technology, which in turn will help students prepare for future challenges that are increasingly dependent on digital capabilities.
Pedagogical transformation of equitable education through 5.0 competencies in elementary schools Herma Susanah; Yusuf T. Herlambang
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.91678

Abstract

In the 21st century, pedagogic transformation requires an educational approach oriented toward justice and critical thinking, particularly in preparing elementary students to respond to global challenges. This study aims to examine the application of 5.0 skills, including critical thinking, creativity, collaboration, communication, and care in learning based on social justice principles. Using a qualitative literature review, data were collected from various contemporary sources, including scientific journals, reference books, and relevant research findings, for the period 2015-2023. The study's findings reveal that a critical pedagogic model that integrates 5.0 skills has been effective in increasing student involvement, strengthening social awareness, and fostering mastery of essential competencies in the 21st Century. Further analysis shows that successful implementation requires a more flexible curriculum reorganization accompanied by an ongoing teacher professional development program. This research concludes that this approach is not only relevant to contemporary needs but also plays a strategic role in achieving inclusive and equitable education. Implicitly, systematic policies are needed to encourage the adoption of this model in the basic education system.    Abstrak Di era Abad 21, transformasi pedagogik mengharuskan pendekatan pendidikan yang berorientasi pada keadilan dan berpikir kritis, khususnya dalam menyiapkan murid tingkat dasar untuk menjawab tantangan global. Studi ini bertujuan mengkaji penerapan kemampuan 5.0 meliputi berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kepedulian dalam pembelajaran yang berprinsip keadilan sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, data dikumpulkan dari berbagai sumber terkini seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan hasil penelitian relevan periode 2015-2023. Temuan penelitian mengungkap bahwa model pedagogik kritis yang mengintegrasikan kemampuan 5.0 terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan murid, penguatan kesadaran sosial, serta penguasaan kompetensi esensial Abad 21. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi memerlukan penyusunan ulang kurikulum yang lebih fleksibel disertai dengan program pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman tetapi juga berperan strategis dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Implikasinya, diperlukan kebijakan sistematis untuk mendorong adopsi model ini dalam sistem pendidikan dasar. Kata Kunci: keadilan sosial; kemampuan 5.0; pendidikan kritis; transformasi pedagogik