Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Ethnoecology of Sasak Sade Community: Preserving Nature Identity Culture in Lombok Fitri Muslihatun; Elya Suci Nabila; Fitria Herawadini; Baiq Ria Hidayati; Anindita SHM Kusuma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.3004

Abstract

Sade Village is a traditional Sasak settlement that functions both as a cultural tourism destination and as a center of enduring ethnological and ecological practices. This study aims to explore the ethnological and ecological perspectives of the Sade community and to provide strategic recommendations for preserving the nature identity culture of the Sasak Sade people in support of SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) and SDG 12 (Responsible Consumption and Production) in Lombok. The research uses a qualitative ethnographic design through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants were selected purposively, particularly adat leaders and community members knowledgeable about ecological regulations. The findings show that the community maintains ancestral rules such as prohibitions on cutting trees without permission, mandatory replanting, and the use of local materials in traditional architecture. However, tourism has introduced challenges, including increased plastic waste and declining youth interest in traditional customs. This study recommends strengthening adat institutions, providing ecological cultural education for youth, and integrating traditional values with modern sustainability strategies to safeguard Sade’s nature identity culture.
Integrasi Filsafat Ilmu dalam Pembelajaran IPA: Memperkuat Pemahaman Konsep Melalui Perspektif Epistemologi Agil Al Idrus; Rizka Isnaeni; Fitria Herawadini; Nurmala Mustofa; Nasywa Dwi Kamila; Asyil Arifah; Naya Mahdiyya Sari; Elya Suci Nabila; Eldza Rosmiatin Nafiz
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4362

Abstract

Pemahaman konsep IPA masih menjadi tantangan dalam pembelajaran sains karena banyak peserta didik mengalami miskonsepsi dan kesulitan mengaitkan konsep dengan proses ilmiah yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan menganalisis peran epistemologi dalam memperkuat pemahaman konsep peserta didik melalui integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku filsafat ilmu, jurnal pendidikan sains, dan penelitian mutakhir terkait epistemologi, pemahaman konsep, serta praktik pembelajaran IPA. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi epistemologi membantu peserta didik memahami konsep sebagai hasil proses ilmiah yang sistematis melalui observasi, eksperimen, argumentasi, dan evaluasi bukti. Pendekatan ini meningkatkan pemahaman mendalam, memperbaiki miskonsepsi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran epistemik siswa. Selain itu, integrasi epistemologi memberikan dasar filosofis bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis inkuiri, penilaian proses, serta diskusi reflektif yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Kesimpulannya, penerapan perspektif epistemologi dalam pembelajaran IPA memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman konsep yang lebih bermakna, kritis, dan tahan lama sehingga mampu mendukung terbentuknya peserta didik yang literat sains dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
The Effect of Problem-Based Learning Assisted by Animated Video on Biology Students’ Creativity Fitria Herawadini; Mahrus Mahrus; Rizkia Apriani; Khaerul Anam
Indonesian Journal of Educational Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): January - April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha Salahudin Syawal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65622/ijei.v2i1.245

Abstract

Creativity is a key competency that needs to be developed through Biology learning to meet the demands of twenty-first-century education. This study aims to determine the effect of Problem-Based Learning (PBL) assisted by animated video on students’ creativity in Biology learning. The study employed a quantitative quasi-experimental design with a nonequivalent control group design, involving 50 Grade XI students divided into experimental and control classes. Data were collected using pretest and posttest instruments based on four creativity indicators, fluency, flexibility, originality, and elaboration, and analyzed using ANCOVA with pretest scores as covariates. The results show that students’ creativity in the experimental class increased significantly compared to the control class, with ANCOVA indicating a significant treatment effect (p < 0.05) and a large effect size. It can be concluded that PBL, assisted by animated video, is more effective than conventional learning at enhancing students’ creativity. These findings suggest that integrating problem-based learning with interactive digital media can be an effective strategy for fostering creativity and supporting the implementation of innovative, student-centered Biology learning.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Video Animasi Terhadap Kemampuan Berpikir Komputasional pada Pembelajaran Biologi Kelas XI SMA Negeri 10 Mataram Fitria Herawadini; Dadi Setiadi; Tri Ayu Lestari; Baiq Sri Handayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14003

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh video animasi terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa dalam pembelajaran Biologi kelas XI di SMA Negeri 10 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental kelompok kontrol non-ekuivalen, yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Materi pembelajaran berfokus pada proses regulasi pada tumbuhan, dan intervensi dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan alokasi 2 × 45 menit per pertemuan. Kemampuan berpikir komputasional diukur melalui instrumen pretest dan posttest berdasarkan indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritmik. Data dianalisis menggunakan ANCOVA dengan skor pretest sebagai kovariat. Hasil menunjukkan bahwa kelas eksperimen mencapai skor posttest yang lebih tinggi (80,40) dibandingkan kelas kontrol (60,08). Hasil ANCOVA menunjukkan pengaruh signifikan pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh video animasi terhadap kemampuan berpikir komputasional siswa (F (1, 48) = 101,126, p < 0,05), dengan ukuran efek yang sangat besar (Partial Eta Squared = 0,678). Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran ini dapat berfungsi sebagai strategi yang efektif bagi guru biologi dan sebagai referensi bagi pengembang kurikulum dalam mendukung keterampilan abad ke-21.
Integrasi Teori Riset Pembelajaran Biologi Melalui Kegiatan Asistensi Mengajar di SMAN 10 Mataram Fitria Herawadini; Baiq Ria Hidayati; Baiq Giri Larasati Putri; Baiq Endang Kurnia Ramdhani
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14138

Abstract

Asistensi mengajar merupakan bagian penting dalam pendidikan calon guru karena menjadi sarana penerapan teori riset pembelajaran ke dalam praktik pembelajaran di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran biologi selama kegiatan asistensi mengajar di SMAN 10 Mataram serta menganalisis relevansinya dengan teori dan hasil riset pembelajaran biologi. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kepustakaan yang dipadukan dengan refleksi pengalaman lapangan. Data diperoleh dari pengalaman mengajar di kelas X, XI, dan XII serta pelaksanaan program kerja asistensi mengajar yang meliputi apotek hidup, program satu sampah sebelum pulang, pojok baca, dan lomba poster Hari Guru Nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Problem Based Learning, inkuiri terbimbing, pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, serta penguatan literasi sekolah mampu meningkatkan keaktifan belajar, pemahaman konsep biologi, literasi sains, dan pembentukan karakter peduli lingkungan siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kegiatan asistensi mengajar memiliki relevansi yang kuat dengan teori riset pembelajaran biologi dan berpotensi dikembangkan menjadi penelitian pembelajaran lanjutan.