Nasywa Dwi Kamila
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Filsafat Ilmu dalam Pembelajaran IPA: Memperkuat Pemahaman Konsep Melalui Perspektif Epistemologi Agil Al Idrus; Rizka Isnaeni; Fitria Herawadini; Nurmala Mustofa; Nasywa Dwi Kamila; Asyil Arifah; Naya Mahdiyya Sari; Elya Suci Nabila; Eldza Rosmiatin Nafiz
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4362

Abstract

Pemahaman konsep IPA masih menjadi tantangan dalam pembelajaran sains karena banyak peserta didik mengalami miskonsepsi dan kesulitan mengaitkan konsep dengan proses ilmiah yang mendasarinya. Artikel ini bertujuan menganalisis peran epistemologi dalam memperkuat pemahaman konsep peserta didik melalui integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah buku filsafat ilmu, jurnal pendidikan sains, dan penelitian mutakhir terkait epistemologi, pemahaman konsep, serta praktik pembelajaran IPA. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi epistemologi membantu peserta didik memahami konsep sebagai hasil proses ilmiah yang sistematis melalui observasi, eksperimen, argumentasi, dan evaluasi bukti. Pendekatan ini meningkatkan pemahaman mendalam, memperbaiki miskonsepsi, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran epistemik siswa. Selain itu, integrasi epistemologi memberikan dasar filosofis bagi guru untuk merancang pembelajaran berbasis inkuiri, penilaian proses, serta diskusi reflektif yang selaras dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Kesimpulannya, penerapan perspektif epistemologi dalam pembelajaran IPA memberikan kontribusi penting dalam membangun pemahaman konsep yang lebih bermakna, kritis, dan tahan lama sehingga mampu mendukung terbentuknya peserta didik yang literat sains dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Rekonstruksi Pengetahuan Lokal Ritual Air Suci dan Konservasi Suranadi Sebagai Pembelajaran IPA Etnosains Fitria Herawadini; Nasywa Dwi Kamila; Salwa Salwa; Ardian Gandi Sugara; Yayuk Andayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5134

Abstract

Pengetahuan lokal yang tumbuh melalui interaksi masyarakat dengan budaya dan lingkungan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPA yang kontekstual. Taman Wisata Alam Suranadi memiliki ritual air suci atau melukat yang mengandung nilai spiritual, budaya, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan lokal masyarakat mengenai ritual air suci, menganalisis keterkaitannya dengan konservasi lingkungan, serta merekonstruksinya menjadi konsep-konsep IPA yang relevan untuk pembelajaran berbasis etnosains. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan perspektif etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi literatur. Informan ditentukan secara purposive, meliputi pengelola kawasan, tokoh agama, masyarakat lokal, dan pengunjung. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual air suci mengandung nilai konservasi lingkungan berupa penghormatan terhadap sumber mata air, pemeliharaan kebersihan kawasan, pelestarian vegetasi, serta kepatuhan terhadap aturan di kawasan sakral. Pengetahuan lokal tersebut dapat direkonstruksi menjadi konsep ekosistem, komponen biotik dan abiotik, konservasi dan kualitas air, pencemaran lingkungan, serta interaksi manusia dengan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan Suranadi berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran IPA berbasis etnosains yang kontekstual sekaligus mendukung kesadaran lingkungan dan penghargaan terhadap kearifan local.