Muhammad Ridwan Fadli
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BESENTULAK : Nilai dan Makna Simbolik Pengobatan Tradisional Suku Sasak di Dusun Sedau Barat Kecamatan Pemepek Kabupaten Lombok Tengah Muh Rizki Nugraha; Muhammad Ridwan Fadli; Hilmiaturrahmi Hilmiaturrahmi; Rahmi Rahmi; M. Samsul Hadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4297

Abstract

Tradisi Besentulak merupakan bentuk pengobatan tradisional suku Sasak yang masih dipraktikkan masyarakat dusun sedau barat, pemepek, lombok Tengah sebagai upaya menjaga kesehatan dan ketenteraman hidup. Ritual ini menjadi bagian dari sistem keyakinan yang terus diwariskan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan makna simbolik pada setiap unsur ritual Besentulak serta memahami pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya nilai sosial dalam ritual Besentulak melalui kegiatan begibung yang mempererat hubungan antar warga, nilai spiritual yang tampak dalam penggunaan bunga rampe dan kemenyan sebagai media doa, serta nilai etika yang terlihat dalam penyusunan sesajen sebagai bentuk penghormatan. Setiap objek ritual seperti kue jongkong, dulang, dan ceret tanaq memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga harmoni lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Besentulak tetap menjadi tradisi penting dalam cara masyarakat Sasak memahami kesehatan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Dampak Gejala FoMO dalam Bermedia Sosial TikTok Terhadap Perkembangan Kepribadian Gen Z di Kota Mataram Ni Putu Meindri Luna Widari; Muhammad Ridwan Fadli; Hayani Fitri; Komang Sulis Setiawati; Bagdawansyah Alqadri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4334

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis Dampak Gejala Fear of Missing Out (FoMO) akibat penggunaan TikTok terhadap Perkembangan Kepribadian Generasi Z di Kota Mataram. Berdasarkan data pengguna yang tinggi (rata-rata 7 jam sehari), ditemukan bahwa mekanisme TikTok yang menggunakan variable-ratio schedule (Teori Skinner) memicu perilaku scrolling kompulsif, yang memperkuat gejala FoMO (kecemasan, stress tanpa internet, dan kekhawatiran tidak up to date). Secara psikologis, FoMO didorong oleh kebutuhan intrinsik keterhubungan (relatedness) (SDT Deci & Ryan) dan diperparah oleh perbandingan sosial ke atas (Teori Festinger) dengan konten idealisasi di platform. Dampak negatif yang teramati pada Gen Z meliputi munculnya rasa iri, perasaan tidak puas, dan "haus validasi" melalui interaksi media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa konstruksi realitas media sosial menciptakan siklus adiktif yang merusak kesejahteraan emosional dan perkembangan kepribadian Gen Z di lingkungan studi.