Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Game Based Learning di SMA Negeri 1 Narmada Muhammad Abdul Haris; Mohamad Mustaru; M. Samsul Hadi; Sawaludin Sawaludin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas XI IPS 2 dalam mata pelajaran PPKn melalui penerapan model pembelajaran Game Based Learning di SMA Negeri 1 Narmada. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn. Pada pre-test siklus pertama, tercatat 3 siswa (8%) memiliki minat yang sangat rendah, 31 siswa (86%) dengan minat rendah, dan 2 siswa (6%) dengan minat sedang, sehingga persentase rata-rata mencapai 64,8%. Namun, hasil post-test pada siklus pertama menunjukkan perbaikan, di mana 10 siswa (28%) masih memiliki minat rendah, sementara 26 siswa (72%) menunjukkan minat sedang, dengan persentase rata-rata meningkat menjadi 71,1%. Pada post-test siklus kedua, terdapat 10 siswa (28%) yang masih menunjukkan minat rendah, 16 siswa (44%) memiliki minat sedang, dan 10 siswa (28%) telah menunjukkan minat tinggi, sehingga persentase rata-rata mencapai 77,5%.  Kemudian di siklus ketiga, hasil kuisioner menandakan bahwa rata-rata minat belajar siswa telah meningkat secara signifikan dan memenuhi target yang ditetapkan oleh peneliti, yaitu sebesar 88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Game Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram Bagdawansyah Alqadri; M. Samsul Hadi; Muh. Zubair; Maria Grace Putri Edi; Dina Aulia; Ayu Nurmayanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4086

Abstract

Program MBKM merupakan terobosan yang dilakukan Kemendikbud Ristek untuk memberikan pengalaman baru yang mampu meningkatkan wawasan berfikir, relasi dan peningkatan karakter guru, siswa, mahasiswa dan dosen. Program kampus mengajar adalah salah satu program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program MBKM melalui pelaksanaan Kampus Mengajar terhadap peningkatan raport mutu pendidikan sekolah di Kota Mataram. Jenis Penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk melihat Efektivitas Program MBKM Melalui Pelaksanaan Kampus Mengajar Terhadap Peningkatan Raport Mutu Pendidikan Sekolah di Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas program Kampus Mengajar terhadap mutu sekolah dapat dilihat dari dampak pelaksanaannya. Pelaksanaan program Kampus Mengajar memiliki dampak terhadap mutu satuan pendidikan terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa melalui program yang dilaksanakan mahasiswa di sekolah, serta managemen sekolah yang berdampak pada keberlanjutan program kampus mengajar, pembentukan budaya sekolah sampai pada prestasi siswa.
Pelestarian Budaya Suku Sasak Guna Mendongkrak Pariwisata Halal di Pulau Lombok M. Samsul Hadi; Rizki Wahyuni; Bq Intan Setiawati Rinjani; Jannatul Hidayah; Siti Rahmawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4274

Abstract

Budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas suatu masyarakat dan memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah. Dalam konteks Pulau Lombok, budaya Suku Sasak menjadi salah satu unsur utama yang memperkuat karakter destinasi wisata berbasis nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk pelestarian budaya Suku Sasak yang masih bertahan hingga saat ini serta menganalisis kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata halal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, sebagai pusat aktivitas wisata sekaligus kawasan dengan praktik budaya Sasak yang masih hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian budaya Sasak berlangsung melalui berbagai tradisi seperti Presean, Bau Nyale, Nyongkolan, seni Gendang Beleq, kerajinan tenun, serta kuliner khas berbahan halal. Keseluruhan praktik budaya tersebut tidak hanya menjaga identitas masyarakat, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Muslim. Pelibatan generasi muda dan lembaga adat terbukti memperkuat keberlanjutan tradisi, meskipun masih terdapat tantangan berupa pengaruh modernisasi dan penurunan minat sebagian masyarakat terhadap kegiatan budaya. Kesimpulannya, pelestarian budaya Suku Sasak memiliki peran strategis dalam memperkuat citra Lombok sebagai destinasi wisata halal. Keberlanjutan budaya ini bukan hanya menjaga warisan lokal, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
BESENTULAK : Nilai dan Makna Simbolik Pengobatan Tradisional Suku Sasak di Dusun Sedau Barat Kecamatan Pemepek Kabupaten Lombok Tengah Muh Rizki Nugraha; Muhammad Ridwan Fadli; Hilmiaturrahmi Hilmiaturrahmi; Rahmi Rahmi; M. Samsul Hadi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4297

Abstract

Tradisi Besentulak merupakan bentuk pengobatan tradisional suku Sasak yang masih dipraktikkan masyarakat dusun sedau barat, pemepek, lombok Tengah sebagai upaya menjaga kesehatan dan ketenteraman hidup. Ritual ini menjadi bagian dari sistem keyakinan yang terus diwariskan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan makna simbolik pada setiap unsur ritual Besentulak serta memahami pemaknaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis etnografi melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya nilai sosial dalam ritual Besentulak melalui kegiatan begibung yang mempererat hubungan antar warga, nilai spiritual yang tampak dalam penggunaan bunga rampe dan kemenyan sebagai media doa, serta nilai etika yang terlihat dalam penyusunan sesajen sebagai bentuk penghormatan. Setiap objek ritual seperti kue jongkong, dulang, dan ceret tanaq memiliki simbolisasi yang berkaitan dengan keseimbangan hidup, penghormatan terhadap leluhur, serta upaya menjaga harmoni lingkungan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Besentulak tetap menjadi tradisi penting dalam cara masyarakat Sasak memahami kesehatan, kebersamaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Membangun Identitas Kebangsaan di Tanah Rantau: Studi Kualitatif Adaptasi Sosial Mahasiswa PPKn Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Jumrawati Jumrawati; Feryna Nur Rosyidah; Ahmad Hudori; Sopiani Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang merantau membangun identitas kebangsaan melalui proses adaptasi sosial di lingkungan kampus. Sebagai individu yang hidup dalam lingkungan multikultural, mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri terhadap perbedaan budaya, bahasa, dan nilai sosial. Pendekatan penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan mahasiswa PPKn perantau di Universitas Mataram. Proses analisis dilakukan dengan mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan pemilahan dan penyederhanaan data, penyajian informasi secara sistematis, serta perumusan temuan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial mahasiswa berlangsung melalui komunikasi lintas budaya, keterbukaan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di kampus. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa menyesuaikan diri secara sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa cinta tanah air. Faktor yang memengaruhi proses tersebut meliputi kesiapan mental, motivasi, dukungan sosial, dan lingkungan kampus yang inklusif. Dengan demikian, adaptasi sosial mahasiswa PPKn perantau menjadi sarana penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkepribadian luhur.
Integrasi Experiential learning Berbasis Outbound pada Mata Kuliah Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Civic skills Mahasiswa Jumrawati Jumrawati; Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Ahmad Alhudori
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4408

Abstract

Meningkatnya kompleksitas sosial, kemajuan teknologi, serta dinamika global abad ke-21 menuntut pembaruan pendekatan dalam pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Sebagai mata kuliah wajib kurikulum, Kewarganegaraan berperan tidak hanya sebagai sarana pemahaman konsep hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga sebagai wahana pembentukan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) yang mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi experiential learning berbasis outbound dalam perkuliahan Kewarganegaraan serta mengidentifikasi civic skills yang berkembang melalui penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi experiential learning berbasis outbound berlangsung melalui siklus pengalaman konkret, refleksi kritis, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif yang terstruktur secara sistematis pada tahap persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi. Mahasiswa menginternalisasi nilai kewarganegaraan melalui dinamika kelompok, permainan edukatif, dan simulasi peran. Civic skills yang berkembang mencakup berpikir kritis, komunikasi demokratis, kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan kolektif, serta partisipasi sosial-politik yang bertanggung jawab. Dengan demikian integrasi experiential learning berbasis outbound dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan berfungsi sebagai pendekatan pedagogis reflektif yang mendorong pemahaman mendalam terhadap nilai demokrasi, keberagaman, dan tanggung jawab sosial, sekaligus membentuk profil smart citizen dan good citizen.
Peran Pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa pada program Kegiatan Ekstrakurikuler PMR Baiq Anne Mira Arshylya; M. Ismail; M. Samsul Hadi
Journal of Education, Cultural and Politics Vol. 6 No. 2 (2026): Sixth Edition
Publisher : Departemen Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Hukum Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jecco.v6i2.1001

Abstract

The purpose of this research is to understand the role of mentors in developing students' disciplinary attitudes as well as the problems faced by mentors in the PMR extracurricular program at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Mataram. This research uses a qualitative approach with a phenomenological research type. The data collection techniques carried out are interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques used are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The research results show that: 1) mentors play a role in developing students' disciplinary attitudes through their participation as role models, guides, motivators, supervisors, enforcers of rules, and evaluators in every PMR extracurricular activity; 2) The strategies applied are consistently providing direct examples by implementing and following the rules of MAN 1 Mataram and the PMR rules of MAN 1 Mataram, approaching members with care, providing warnings and firm sanctions.