Rizki Sevi Triana
Universitas PGRI Argopuro Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Interactive Pop-Up Storybooks as a Medium to Cultivate Tolerance in Early Childhood: A Local Wisdom Approach Rizki Sevi Triana; Hisbiyatul Hasanah; Eva Aini Desta Ningsih; Indah Kharismawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4373

Abstract

Interactive learning media play a crucial role in promoting cognitive and social development in early childhood education. This study aims to develop an interactive pop-up storybook based on local wisdom as a medium to foster the value of tolerance in young children. Using the 4D Research and Development (R&D) model (Define, Design, Develop, Disseminate), the study involved children aged 4–6 years enrolled in early childhood education programs. The Define stage identified needs, analyzed curriculum alignment, and explored cultural relevance. The Design stage produced a prototype integrating local cultural values, interactive features, and multisensory elements to enhance engagement and understanding of social values. The Develop stage included validation of the prototype by experts in early childhood education, child psychology, and local wisdom, resulting in an overall validity score of 90.2% (highly valid), followed by a limited trial which showed significant improvements in engagement, social interaction, and children’s understanding of tolerance. The Disseminate stage evaluated the usability of the media by teachers, achieving a high score of 87.5%. The results indicate that the interactive pop-up storybook effectively enhances cognitive, social, and emotional engagement while instilling tolerance and social values. This study underscores the potential of culturally contextualized interactive media to strengthen holistic learning experiences, learning motivation, and the development of inclusive social character in early childhood.
Peningkatan Kemampuan Kognitif Melalui Pemanfaatan Media Tutup Botol Bekas Pada Anak Usia 4-5 Tahun di RA Salsabila Ferawati Muslimah; Indah Kharismawati; Rizki Sevi Triana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4832

Abstract

Anak usia 4–5 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang penting sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui pembelajaran yang menarik dan konkret. Namun, hasil observasi di RA Salsabila menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, menghitung benda, dan mengelompokkan warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun melalui pemanfaatan media tutup botol bekas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kognitif anak secara signifikan. Pada tahap prasiklus, tingkat ketuntasan hanya mencapai 20%. Pada siklus I meningkat menjadi 40% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 6,66% Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus II meningkat menjadi 73,33% (BSH) dan 20% (BSB). Peningkatan ini terlihat pada kemampuan anak dalam mengelompokkan warna, menghitung benda, dan mengenal konsep bilangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media tutup botol bekas efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4–5 tahun di RA Salsabila. Selain itu, media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, meningkatkan keaktifan anak, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan daur ulang.