Uswatun Ni'ami
STID Musthafa Ibrahim al Ishlahuddiny Kediri Lombok Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Orang Tua dalam Membentuk Akhlak dan Religiusitas Anak di Tengah Kemajuan Teknologi Uswatun Ni'ami; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4755

Abstract

Anak adalah amanah bagi orang tua yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Maka, anak harus dididik sebaik mungkin dengan akhlak dan ilmu agama agar menjadi anak yang sholeh dan berilmu, serta dapat membentengi diri dari kejahatan hawa nafsu. Apalagi pada kehidupan akhir zaman ini, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi, dibutuhkan keimanan yang kuat agar terjaga dari pengaruh-pengaruh negatif yang menjerumuskan manusia ke jurang fitnah dan dosa. Tujuan penelitian ini, pertama memberikan pemahaman mengenai peran penting orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Kedua, menawarkan metode bagi orang tua dalam membentuk akhlak dan religiusitas anak. Ketiga, menunjukkan bahwa membentuk akhlak dan religiusitas anak adalah suatu keharusan bagi orang tua, terutama di tengah kemajuan teknologi saat ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap peran orang tua dalam membentuk akhklak dan religiusitas anak di tengah kemajuan teknologi. Sumber primer dalam penelitian adalah para orang tua dan anak-anak dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Penyajian data dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan rumusan masalah dan diverifikasi melalui triangluasi dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua adalah pemeran utama dalam membentuk karakter anak, baik dalam akhlak maupun religiusitasnya. Metode yang dapat dilakukan ialah pertama, dengan memberikan pendidikan akhlak melalui nasehat, teguran, contoh dalam keseharian, dan keteladanan-keteladanan dari Rasulullah saw. Kedua, memberikan pendidikan agama dari sejak kecil, seperti mengajarkan sholat, membaca al Qur’an, dan kajian-kajian keislaman seperti akhlak, tasawuf, fiqih, tauhid. Ketiga, menjauhkan anak dari gadget. Keempat, membiasakan anak untuk membaca buku. Pembentukan akhlak dan pembekalan ilmu agama yang kuat adalah kunci keselamatan anak di dunia dan akhirat karena keduanya dapat menjadi pembimbing, perisai dan filter bagi pengaruh-pengaruh negatif kemajuan zaman dan teknologi. Kesimpulan daripada penelitian ini ialah bahwa orang tua harus memainkan perannya dengan sangat baik terhadap anak. Peran terpenting orang tua adalah membentuk anak menjadi manusia yang berakhlak dan memiliki pengetahuan ilmu agama. Demikian karena pendidikan akhlak dan ilmu agama menjadi kontrol bagi pribadi anak.  
Bahasa Melayu sebagai Medium Islamisasi dan Efektifitasnya dalam Menghadapi Degradasi Intelektual di Nusantara Uswatun Ni'ami; Kholili Hasib
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i3.5202

Abstract

Islamisasi tidak terbatas pada makna ajakan memeluk Islam. Lebih dari itu islamisasi adalah upaya untuk mengajak umat Islam merubah cara pandang hidup menuju cara pandang Islami dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal intelektualitas. Sementara itu, Negara Indonesia tengah mengalami degradasi intelektual. Bahasa Melayu yang telah berabad-abad efektif dan berhasil menyebarluaskan agama Islam serta mengembangkan ilmu pengetahuan agama, dirasa efektif untuk membentuk khalayak masyarakat yang berilmu dan beradab. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian literatur dengan sumber data berupa buku-buku dan artikel-artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Melayu memiliki keunggulan dengan masyarakatnya yang memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi dalam menunjukkan identitasnya hingga kancah internasional. Selain itu, penerimaannya terhadap bahasa Arab adalah sebuah langkah cerdas untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan intelektual. Merupakan suatu hal yang istimewa bahasa Melayu menyerap bahasa Arab yang notabenenya berbasis Al Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan. Hal ini didukung dengan para ulama sebagai penyampai bahasa, yang juga membawa misi mengajak manusia kepada jalan yang benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Bahasa Melayu telah mengukir sejarah karena keberhasilannya menyebarkan ajaran Islam. Ialah sebuah ajaran yang meninggikan derajat manusia dengan ketakwaan bukan strata sosial. Selain itu, bahasa Melayu dengan upaya Islamisasi juga berhasil mengembangkan ilmu pengetahuan dan melahirkan banyak ulama. Maka, prestasi gemilang tersebut tidaklah mustahil untuk menjadikan bahasa Melayu sebagai solusi bagi terjadinya degradasi intelektual saat ini.