Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar yang mengintegrasikan kearifan lokal serta nilai-nilai psikososial dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis kondisi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, mengidentifikasi potensi integrasi kearifan lokal dan nilai psikososial, serta mengembangkan model bahan ajar berbasis kearifan lokal yang relevan dengan karakteristik peserta didik pada era Kurikulum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV–V di lima sekolah dasar di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih dominan berpusat pada teks dan belum optimal menanamkan nilai-nilai psikososial serta budaya lokal. Bahan ajar hasil pengembangan yang mengintegrasikan nilai empati, tanggung jawab, dan gotong royong dengan konten budaya lokal terbukti meningkatkan keterlibatan emosional siswa dan efektivitas pembelajaran. Rata-rata hasil uji coba menunjukkan peningkatan 24% pada aspek keterampilan literasi dan 31% pada indikator nilai-nilai psikososial siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bahan ajar kontekstual berbasis kearifan lokal secara lebih luas untuk mendukung profil pelajar Pancasila di sekolah dasar.