Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Tutor Sebaya Dalam Upaya Menghadapi Quarter Life Crisis Di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Muhammadiyah Seyegan Nia Handayani; Vita Purnamasari; Aisyah Nur Azizah; Raden Sugeng Riyadi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 : Juli (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quarter Life Crisis is a phase where an emotional crisis occurs in individuals in their 20s. Emotional crises that occur in individuals during the Quarter Life Crisis phase include feelings of helplessness, feeling unsure or doubting one's own abilities, isolated and often afraid, anxious about failure in the future. The aim of this community service is to implement the role of peers to become counselors or confidants for teenagers at the Sayegan Muhammadiyah Orphanage so that the Quarter Life Crisis can be minimized. This community outreach method is by providing education about mental health and the role of peer tutors in dealing with the quater life crisis. Participants also demonstrated peer tutoring. In conclusion, in this community service, participants can apply the role of peer tutors in dealing with the quater life crisis well.
Pengaruh Edukasi Self Healing Berbasis Digital Terhadap Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi Vita Purnamasari; Nia Handayani; Aisyah Nur Azizah
Jurnal Studi Keperawatan Vol 6 No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan Blora, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/j-sikep.v6i1.12558

Abstract

Seorang individu pada usia dewasa awal untuk produktif dituntut harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas perkembangannya baik dalam relasi sosial, komunitas, maupun pekerjaannya. Namun tidak semua individu mampu karena masih banyak yang mengalami kesulitan bahkan kebingungan dalam menghadapi realita kehidupan Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi self healing berbasis digital terhadap quarter life crisis pada mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester akhir (angkatan 2020) Program Studi Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan jumlah populasi yaitu 150 mahasiswa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 mahasiswa  yang terbagi menjadi 25 kelompok intervensi dan 25 kelompok kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan uji Wilcoxon terdapat perbedaan signifikan Quarter Life Crisis pada kelompok intervensi dengan nilai p 0.001. Sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan nilai p 0.157,  maka artinya terdapat pengaruh edukasi self healing berbasis digital terhadap quarter life crisis pada mahasiswa Prodi Keperawatan Anestesiologi.
Pengaruh Edukasi E-Booklet terhadap Self-Efficacy Penata Anestesi dalam Melakukan Triage SALT pada Situasi Pra-Hospital Hurul Aini Syafi Mardiah; Niken Anggraini Sri Saputri; Nia Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.986

Abstract

Situasi Pra-Hospital merupakan fase krusial dalam penanganan kegawatdaruratan, khususnya pada kejadian dengan banyak korban (mass casualty incident). Pelaksanaan Triage Salt membutuhkan kompetensi dan keyakinan diri (Self-Efficacy) tenaga kesehatan agar mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Salah satu upaya untuk meningkatkan Self-Efficacy penata anestesi adalah melalui media edukasi berbasis digital seperti E-Booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi E-Booklet terhadap Self-Efficacy penata anestesi dalam melakukan Triage Salt pada situasi Pra-Hospital. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group Pre-Test-Post-Test. Sampel penelitian berjumlah 68 penata anestesi anggota DPD IPAI Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Self-Efficacy. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat Self-Efficacy sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki Self-Efficacy dalam kategori rendah (54,4%) dan sangat rendah (16,2%). Setelah diberikan edukasi E-Booklet, mayoritas responden berada pada kategori sangat tinggi (55,9%) dan tinggi (26,5%), serta tidak terdapat lagi responden dalam kategori rendah maupun sangat rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai P-Value 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi E-Booklet terhadap peningkatan Self-Efficacy penata anestesi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi E-Booklet Triage SALT berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan Self-Efficacy penata anestesi dalam melakukan triage pada situasi Pra-Hospital.
Efektivitas Triple Maneuver terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Pasca Anestesi Umum di Ruang Pemulihan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Berliyana Felanueva; Nia Handayani; Endah Tri Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1155

Abstract

Pasien pasca anestesi umum berisiko mengalami penurunan saturasi oksigen akibat depresi pernapasan, relaksasi otot faring, dan obstruksi jalan napas sehingga diperlukan intervensi untuk mempertahankan kepatenan jalan napas dan mengoptimalkan oksigenasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Triple Maneuver terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien pasca anestesi umum di ruang pemulihan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pretest-posttest control group design pada 64 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan Triple Maneuver serta kelompok kontrol yang diberikan Jaw Thrust. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan rerata saturasi oksigen kelompok intervensi meningkat dari 90,41% menjadi 98,97%, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 90,66% menjadi 96,56%. Terdapat peningkatan saturasi oksigen yang signifikan pada kedua kelompok (p < 0,001), tidak terdapat perbedaan sebelum intervensi (p = 0,940), tetapi terdapat perbedaan signifikan setelah intervensi (p < 0,001). Disimpulkan bahwa Triple Maneuver efektif meningkatkan saturasi oksigen pasien pasca anestesi umum dan dapat dipertimbangkan sebagai intervensi noninvasif dalam manajemen jalan napas di ruang pemulihan.