Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Formula Serbuk Lulur Body Scrub Beras Hitam Di Desa Bandungan Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun Jawa Timur Kharisma Jayak P; Dewi Weni S; Romio Carlos Lopo Dos Reis
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 8 : September (2024): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facing the modern era which is currently developing rapidly, especially in the use of black rice as a commodity, a new innovation is needed which aims to increase the economic value of black rice products in the Bandungan village. So far, black rice has only been used as a food product, so it must have innovation to be able to compete with products from other places. One effort to increase the added value of black rice products is to use black rice to make body scrub products. Black rice contains antioxidants which can accelerate collagen production and play a role in skin elasticity. The slightly rough texture of rice flour can be used as a facial scrub. Black rice contains several anti-oxidants, such as phytic acid and vitamin B and anti-oxidants help fight free radical damage and maintain healthy skin. so it is good for skin health, as well as body scrub preparations which can help smooth and remove dead skin cells on the body. The methods used in implementing community service activities are field survey, training, practice, discussion and question and answer methods targeting village residents, especially housewives, youth and Bandungan Village officials who want to maximize existing potential by making innovative body scrubs from rice. black. By holding community service activities through training in making black rice body scrub preparations, village residents can increase their knowledge and skills in processing black rice products in the cosmetic sector so that it is hoped that they can provide highly competitive added value, income for the community and improve the residents' economy.
Uji Efektivitas Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus Mauritiana L.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Kelinci New Zealand Romio Carlos Lopo Dos Reis; Siwi Hastuti; Septian Maulid Wicahyo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1461

Abstract

Luka bakar merupakan cedera pada jaringan kulit akibat paparan panas, bahan kimia, listrik, maupun radiasi yang memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah terjadinya infeksi. Daun bidara (Ziziphus Mauritiana L.) mengadung senyawa metabolit, sekunder, seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta antibakteri sehingga berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan krim ekstrak etanol daun bidara terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan empat ekor kelinci New Zealand sebagai hewan uji. Ekstrak daun bidara diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 70% dan diformulasikan dalam sediaan krim tipe air dalam minyak (A/M) dengan konsentrasi ekstrak 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Betadine Antiseptic Ointment digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan basis krim digunakan sebagai kontrol negatif. Pengobatan dilakukan selama 14 Hari dengan frekuensi dua kali sehari. Efektivitas penyembuhan luka dievaluasi berdasarkan nilai Area Under Curve (AUC) dan persentase daya penyembuhan luka (%DPL). Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dan Least Significant Difference (LSD). Penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan krim. Formula F3 (15%) memberikan efektivitas terbaik dengan nilai AUC 12,9950 ± 0,01 dan %DPL (25,78527)%, mendekati kontrol positif yang memiliki nilai AUC 12,5125 ± 0,01 dan %DPL (28,54083)%. Uji One-Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), sedangkan uji LSD menunjukkan seluruh kelompok berbeda signifikan. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak etanol daun bidara efektivitas mempercepat penyembuhan luka bakar pada kelinci New Zealand, dengan konsentrasi ekstrak 15% sebagai formula yang paling efektif.