Santi Ratnawati
STAI Walisembilan Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Melalui Model Student Teams Achievement Division (STAD) di MA. Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Anisa Nabila Firdaus; Ahmad Mustafidin; Maskur; Aliwan; Santi Ratnawati
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025): An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI MIPA B MA Darul Amanah Bedono Semester 2 Tahun Pelajaran 2024/2025 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi Memandikan Jenazah, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang didominasi ceramah sehingga membuat siswa kurang aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai kelas meningkat dari 66 pada pra-siklus menjadi 76 pada siklus I, dan mencapai 87 pada siklus II. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,77% pada pra-siklus, menjadi 53,8% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II, meskipun masih terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai 76 dari KKM sebesar 72. Selain peningkatan aspek kognitif, ditemukan pula perkembangan positif dalam hal aktivitas belajar, kerja sama antar siswa, dan kepercayaan diri selama proses pembelajaran. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa model STAD efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih, terutama pada materi yang dianggap sulit, karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa.
Strengthening Santri Communication Competence through Khitobiyah Activities at Miftahul Huda Islamic Boarding School Santi Ratnawati; Kamalun Ni’am; Aliwan; M. Arief Hidayatulloh; Choirul Anam; Abdul Hakim
Journal of Communication Studies Vol. 5 No. 1 (2025): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v5i1.10056

Abstract

This study aims to describe the implementation of khitobiyah activities, identify the communication competencies developed, and analyze their role in strengthening the communication competence of santri at Miftahul Huda Islamic Boarding School, Ngroto, Gubug, Grobogan. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data sources included the boarding school leader, supervising teachers, and santri who actively participated in khitobiyah activities. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that khitobiyah activities are implemented systematically through the stages of material preparation, speech delivery, and regular evaluation. The communication competencies developed include verbal, nonverbal, interpersonal, and psychological aspects. Santri demonstrated improvements in organizing and delivering materials systematically, using intonation, facial expressions, eye contact, and gestures more effectively, as well as increased self-confidence and courage in public speaking. Khitobiyah activities play a significant role in strengthening communication competence through habituation, practical experience, social interaction, and continuous evaluation. The study concludes that khitobiyah serves as a communication learning model based on pesantren culture that holistically integrates communication knowledge, skills, motivation, and attitudes.