Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar Al-Qur’an Hadits Siswa Kelas XI dengan Metode PQ4R: Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review dan Tutor Sebaya di MA Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Adhel, Adhe Lia Anggreyani; Mustafidin, Ahmad; Maskur; Aliwan; Hendri Saputri, Belina
EDUCATIVA Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 : Mei (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Type your abstract here (10 pt).  This study is a Classroom Action Research (CAR) prompted by the low learning outcomes of students in the Qur’an Hadith subject for Grade XI at MA Darul Amanah Bedono. The previous learning approach relied heavily on memorization, which led to students being less active, passive, and lacking deep engagement in the learning process. Initial data showed that only 2 out of 7 students (28.57%) met the Minimum Mastery Criteria (KKM), while the remaining students did not demonstrate adequate learning outcomes. To address this issue, classroom action was taken by implementing the Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) method combined with a peer tutoring strategy, aiming to foster active involvement and deeper understanding among students. The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. In the first cycle, there was a significant improvement in learning outcomes, with 4 out of 7 students (57.14%) meeting the KKM, and the class average rising to 73.28. Learning activities also improved, with the teacher activity score reaching 3.0 and the student activity score 2.8. In the second cycle, technological innovation was introduced by integrating Chromebook-based media to support the PQ4R and peer tutoring activities. As a result, 6 students (85.71%) achieved the KKM, and the activity scores increased to 3.8 for teachers and 3.6 for students. Data collection methods included observation, formative tests, interviews, and documentation. Observation was used to assess classroom dynamics and student participation. Tests were used to measure students' cognitive achievement, interviews explored student responses to the applied methods, and documentation provided supporting data. The data were analyzed quantitatively to measure improvements in learning outcomes and qualitatively to evaluate the learning process and changes in student behavior. The findings indicate that the combination of the PQ4R method and peer tutoring, supported by technological media, effectively improved student learning outcomes in the Qur’an Hadith subject—both cognitively and participatively. This approach may serve as an innovative alternative instructional model to enhance the quality of Islamic education learning at the senior high school level.
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN MARKET PLACE DIBANTU TEKNOLOGI CANVA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTS DARUL AMANAH BEDONO Raihan, Raihan Hisyam; Mustafidin, Ahmad; Hakim , Abdul; Aliwan; Arief Hidayatulloh, M.
EDUCATIVA Vol 3 No 1 (2025): Vol. 3 No. 1 : Mei (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di tingkat Madrasah Tsanawiyah sering menghadapi tantangan rendahnya minat dan partisipasi siswa akibat metode konvensional yang bersifat pasif, sering dianggap membosankan karena metode yang monoton dan minim partisipasi siswa, berdampak pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan metode pembelajaran Market Place yang dipadukan dengan media visual Canva guna meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX MTs Darul Amanah Bedono pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes evaluasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa secara signifikan, dari 31% pada pra-siklus, naik menjadi 54% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, seperti keaktifan dalam diskusi, kemampuan menyampaikan ide melalui media visual, dan antusiasme mengikuti proses pembelajaran. Media Canva terbukti efektif mendukung penyajian materi secara kreatif dan menarik, memfasilitasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, metode Market Place yang dibantu Canva tidak hanya efektif dalam meningkatkan hasil belajar, tetapi juga membentuk suasana pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Strategi ini layak diterapkan secara lebih luas dalam pembelajaran SKI maupun mata pelajaran lainnya, khususnya yang bersifat abstrak atau historis, guna mendorong keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam siswa.
PENGELOLAAN SEDEKAH SAMPAH ROSOK DALAM MENDUKUNG OPERASIONAL MUSOLLA AL-IKHLAS DI DESA GUYANGAN GODONG KABUPATEN GROBOGAN Aliwan, Aliwan; Fahsin, Moh; Zen, Abdul Latif
Jurnal DIMASTIK Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v3i1.11636

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi implementasi pelatihan manajemen pengelolaan sedekah sampah rosok sebagai upaya untuk mendukung operasional Musolla Al-Ikhlas di Desa Guyangan, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Konsep sedekah sampah rosok menjadi solusi kreatif dalam mengubah sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi potensi ekonomi yang bermanfaat. Melalui program pelatihan ini, masyarakat desa atau jamaah musolla Al-Ikhlas diberikan pemahaman mengenai cara mengumpulkan, memilah, dan mengelola serta mmemasarkan sampah rosok (sampah non-organik seperti plastik, botol, kaleng, besi, kertas dan lainnya) agar dapat dijadikan sumber daya yang berguna. Sampah rosok yang terkumpul akan dijual untuk mendukung kebutuhan operasional musolla, seperti pembelian peralatan ibadah, renovasi, dan pemeliharaan fasilitas. Metode Pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pengurus musolla dan warga sekitar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan bagaimana pengelolaan sedekah sampah rosok dapat menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan. Selain itu, pelatihan ini turut memperkuat semangat gotong royong dalam mengelola sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan, dampak positif lainnya adalah pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Dari hasil pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat secara mandiri mengelola sampah dan mengoptimalkan potensi sedekah sampah rosok untuk keberlanjutan operasional Musolla Al-Ikhlas. Secara keseluruhan, pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif pada aspek lingkungan dan ekonomi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga desa dalam rangka menciptakan Musolla yang mandiri dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pelatihan, Manajemen, Sedekah sampah rosok, Operasional Musolla
The ideal educational model from a historical perspective of pesantren: A case study of futuhiyyah Mohammad Farhan Zeb Khan; Aliwan; Moch Choirudin; Slamet Panuntun; Abdul Hakim
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 3 No. 4 November 2024: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v3i4.319

Abstract

This study aims to examine pesantren education as an ideal educational system model from a historical perspective in the Nusantara region, with a focus on the Futuhiyyah Islamic Boarding School in Mranggen, Demak Regency. Pesantren have long played a vital role in the history of Islamic education in Indonesia, particularly in shaping generations that are not only intellectually capable but also spiritually and socially strong. This research employs a descriptive qualitative approach through literature review and analysis of educational practices in pesantren. The findings indicate that Futuhiyyah develops an integrated educational system that harmoniously combines the teaching of classical Islamic texts (kitab kuning), Islamic values, and the national curriculum. Core values instilled include sincerity, independence, simplicity, discipline, brotherhood, and spirituality. Furthermore, the pesantren has successfully adapted to changing times by utilizing technology and undergoing institutional transformation while maintaining its Islamic identity. Thus, the education system at Futuhiyyah represents an ideal, contextual, and sustainable educational model for shaping the The Perfect Human in the modern era. These findings enrich the discourse on the history of Islamic education and offer an alternative model for developing a national education system rooted in local and spiritual values.
Chatgpt utilization for efficient test question design: A case study at smk hisba buana semarang Aliwan; Moh Fasin Fahsin; Abdul Latif Zen Latif; Abdul Hakim Hakim; Moch Choirudin; Zaid Barzenji
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v4i1.424

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) such as ChatGPT, is increasingly being used in the field of education, especially in the preparation of written exam questions. This study focuses on teachers at SMK Hisba Buana Semarang in utilizing ChatGPT to create written exam questions, with the aim of examining the benefits obtained, obstacles faced, and solutions that can be applied. This study was conducted using qualitative methods through interviews, observations, and document analysis, which were then processed descriptively. The results of this study are (1) Utilization of ChatGPT for teachers at SMK Hisba Buana Semarang has used ChatGPT to assist in the preparation of written test questions. The use of ChatGPT has been proven to be able to produce various types of questions, including multiple choice, essays, which are in accordance with the evaluation needs at the school. Teachers can give orders to ChatGPT to produce questions with different levels of difficulty according to the expected competencies (2) There are advantages, namely time efficiency, question variations, flexibility, increased creativity, accessibility. Some disadvantages are the accuracy of the questions, lack of specific context, no question validation, possibility of bias, technology dependence. There are several obstacles and solutions, namely training for teachers on how to use ChatGPT effectively in compiling questions, Teachers need to provide more specific input so that the questions produced are in accordance with the applicable curriculum, The questions produced need to go through a revision and validation stage before being used in the exam, Teachers must review and edit questions to ensure originality, Schools can provide facilities or alternative devices that allow the use of this technology without obstacles. In conclusion, ChatGPT can be an effective tool in the process of creating written questions, as long as it is used wisely and combined with teacher creativity, and supported by good training and adequate infrastructure.
Motivation of students with learning disorders in memorizing alfiyah ibn malik at imadutthulabah islamic boarding school Anzar Aquil; Aliwan; Ahmad Mustafidin; Santi Ratnawati; Kunfuaidah Latifah; Maskur
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 2 Mei 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v4i2.434

Abstract

This research examines the motivation of students with learning disorders in memorizing the Alfiyah Ibnu Malik book verses at Pondok Pesantren Imadutthulabah. The study aims to understand both intrinsic and extrinsic motivation, as well as the supporting and inhibiting factors faced by these students. Using a phenomenological approach and descriptive qualitative method, this research collected data through interviews with the head of the boarding school, the Alfiyah book verse listeners, Nahwu Shorof subject teachers, and students with learning disorders. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity checks using source triangulation and method triangulation. Intrinsic motivation, such as personal satisfaction, a sense of achievement, personal development, and responsibility, plays a crucial role in supporting students. This motivation comes from an internal drive to understand and master knowledge, encouraging students to keep trying even though it requires more effort and time. Extrinsic motivation is also important, including external support like praise, expectations from others, and rewards, which encourage students to be more enthusiastic and persistent in their learning. The inhibiting factors faced include genetic, neurobiological, and environmental factors. This study reveals that despite the challenges, students with learning disorders demonstrate resilience and adaptability through various coping strategies. The findings highlight the need for tailored educational interventions and continuous support systems to maximize the students’ potential in Islamic boarding school environments.
Islamic education teacher communication strategies improving the quality of teaching and learning activities at mts hidayatus subban semarang Fouad Larhzizer; Husna Nashihin; Aliwan; Santi Ratnawati; Siti Qomala Khayati; Triana Hermawati; Mohammad Abdul Munjid
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 4 November 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v4i4.501

Abstract

This research aims to analyze the communication strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in dealing with the characteristics of Generation Z to improve the quality of teaching and learning activities (KBM) at MTs Hidayatus Subban Semarang. Generation Z has a tendency to learn quickly, visually, interactively, and is close to the digital world, so it requires teachers to implement more adaptive and interesting communication. This research uses a descriptive qualitative approach with observation techniques, in-depth interviews and documentation as the basis for data collection. The research results show that Islamic Religious Education teachers employ four main communication strategies. First, they use concise, clear, and relevant verbal language to enhance students' digital experiences, making the material easier to understand. Second, they utilize nonverbal communication such as expressions, eye contact, intonation, and gestures to reinforce moral messages and build rapport. Third, they integrate digital media such as videos, visual graphics, and supporting applications to attract interest and enhance understanding of religious concepts. Fourth, they apply a dialogic approach through discussions, questions and answers, and case analysis to enhance students' active participation and critical thinking skills. These findings conclude that adaptive, varied, and technology-based communication strategies can increase motivation, engagement, and the quality of teaching and learning in Generation Z students. The results of this study are expected to be a reference in developing Islamic Religious Education learning communication models in the digital era.
Peningkatan Hasil Belajar Fiqih Melalui Model Student Teams Achievement Division (STAD) di MA. Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Anisa Nabila Firdaus; Ahmad Mustafidin; Maskur; Aliwan; Santi Ratnawati
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fiqih siswa kelas XI MIPA B MA Darul Amanah Bedono Semester 2 Tahun Pelajaran 2024/2025 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi Memandikan Jenazah, yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang didominasi ceramah sehingga membuat siswa kurang aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa, dengan rata-rata nilai kelas meningkat dari 66 pada pra-siklus menjadi 76 pada siklus I, dan mencapai 87 pada siklus II. Ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,77% pada pra-siklus, menjadi 53,8% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II, meskipun masih terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai 76 dari KKM sebesar 72. Selain peningkatan aspek kognitif, ditemukan pula perkembangan positif dalam hal aktivitas belajar, kerja sama antar siswa, dan kepercayaan diri selama proses pembelajaran. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa model STAD efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih, terutama pada materi yang dianggap sulit, karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menyenangkan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa.
Penerapan Metode Inquiry-Based Learning Berbasis Media Internet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak Di MA. Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Febriyani; Ahmad Mustafidin; Abdul Hakim; Aliwan; Slamet Panuntun
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh metode pengajaran yang kurang efektif dan kurang menarik bagi siswa, serta minimnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Akidah Akhlak pada topik “Menghindari Akhlak Tercela” melalui penerapan model Inquiry-Based Learning (IBL) yang didukung oleh media berbasis internet. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus pada siswa kelas XII MA Darul Amanah Bedono. Tahapan model IBL diterapkan secara sistematis, mulai dari orientasi, perumusan masalah, pengumpulan data, analisis, hingga penarikan kesimpulan. Integrasi media internet memperkaya sumber belajar siswa, mendorong diskusi kelompok yang aktif, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa, yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 42,85% pada pra-siklus menjadi 57,14% pada siklus I, dan mencapai 100% pada siklus II. Dengan demikian, metode IBL yang didukung oleh media berbasis internet terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Akidah Akhlak.
Implementasi Program Pembelajaran Tahsinul Qiro’ah Al- Qur’an Berbasis Peer Teaching Di Mts Darul Amanah Bedono Kabupaten Semarang Alif Ma'fudin; Ahmad Mustafidin; Maskur; Belina Hendri Saputri; Aliwan
An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : An-Nasyi'in: Jurnal Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini  dari hasil pra-observasi dan wawancara dengan salah satu guru, yang menunjukkan banyak calon peserta didik belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik berdasarkan hasil pre-test saat penerimaan siswa baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep program pembelajaran Tahsinul Qiro’ah berbasis Peer Teaching serta mendeskripsikan implementasinya, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data dan sumber untuk memperoleh validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dirancang sebagai solusi peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan Peer Teaching, yaitu peserta didik yang mahir ditugaskan menjadi tutor bagi teman sebayanya yang masih kesulitan. Pendekatan ini tidak hanya mendorong perbaikan kemampuan baca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter positif seperti rasa tanggung jawab, kepedulian dan kemandirian. Implementasi program dilakukan dalam tiga tahap utama: (1) Tahap persiapan meliputi penyusunan program, pelatihan guru dan pembentukan kelompok belajar; (2) Tahap pelaksanaan berupa bimbingan membaca Al-Qur’an secara berkelompok dengan sistem saling mengajar di bawah pengawasan guru; dan (3) Tahap evaluasi melalui penilaian kemampuan baca, monitoring serta refleksi terhadap efektivitas metode Peer Teaching. Hasil program menunjukkan peningkatan kemampuan baca Al-Qur’an yang signifikan dan dampak positif pada aspek non-akademik seperti kepercayaan diri dan kerja sama. Kesimpulannya, program ini efektif dan inovatif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam.