Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Tekstual dan Kontekstual Naskah Novel Al-Khubzh Al-Hafiy Karya Muhammad Syukri / Textual And Contextual Analyses of The Novel Text of The Al-Khubzh Al-Hafiy By Muhammad Syukri Meki Polanda; Putri Nurbaiti
Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 6 No 1 (2020): KAJIAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Arab Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diwan.v6i1.12153

Abstract

ان الهدف من هذا البحث هو تحليل رواية الخبز الحافي نصياً وسياقياً لمحمد سكري. الطريقة المستخدمة في هذا البحث النوعية الوصفية.  فأما مصدر البيانات هو البيانات الرئيسة هي نص رواية الخبز الحافي ، والبيانات الثانوية هي كتب ومقالات التي تحتوى على تحليل الخطاب النصي والسياقي. وأما نتائج هذا البحث هو تحليل النصي ينقسم إلى جانبين، من الناحية النحوية وجدت عليها شكل المرجع، والاستبدال، والقطع، والاقتران. ومن الناحية المعجمية وجدت فيها التكرار، المرادفات، المتناقض، التجميع، الاختصار، والتكافؤ.  وفي فهم نص رواية الخبز الحافي بتحليل السياقي وجدت فيها المبادئ التي تستخدم كالمراجع منها مبدأ التفسير الشخصي ومبدأ التفسير الموضعي ومبدأ التفسير الزمني ومبدأ التفسير القياس.الكلمات الأساسية: تحليل الخطاب، النصي، السياقي، الخبز الحافي AbstractThis article discusses to analyze the al-Khubzh al-Hafiy novel by Muhammad Syukri textually and contextually. The method used in this article is descriptive qualitative. While the source of data is primary data, which is the text document of the al-Khubzh al-Hafiy novel, and the secondary data are books and articles that discuss textual and contextual discourse analysis. The findings of this article are that textual analysis is divided into two aspects, in which in grammatical terms, it is found in the form of a reference, substitution, ellipsis, and conjunction. And in lexical terms, it is found in the form of repetition, synonymy, antonymy, collocation, hyponym, and equivalence. In the contextual analysis in understanding the text of al-Khubz al-Hafiy novel, there are several principles that are used as a reference, including the principle of personal interpretation, the principle of locational interpretation, the principle of temporal interpretation, and the principle of analogy.
Analisis Komponen Makna an-Nur dan adh-Dhiya’ sebagai Metafora Cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an Meki Polanda; Sutisna; Indra Lesmana; Rizki
PedagoScript : Journal of Teaching and Texts (PJTT) Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67219/pwhjry87

Abstract

Konsep cahaya merupakan salah satu simbol penting dalam Al-Qur’an yang diekspresikan melalui berbagai istilah dengan muatan makna yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan komponen makna kata an-nur dan adh-dhiya’ dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung leksem an-nur dan adh-dhiya’, sedangkan data sekunder meliputi kamus Arab klasik dan modern, kitab tafsir, serta literatur semantik Al-Qur’an yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan semantik, khususnya analisis komponen makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa an-nur dan adh-dhiya’ tidak berada dalam relasi sinonimitas, melainkan merepresentasikan dua konstruksi makna cahaya yang berbeda secara sistematis dalam medan semantik Al-Qur’an. An-nur berfungsi sebagai metafora epistemologis dan spiritual yang berkaitan dengan petunjuk, iman, dan kesadaran batin, sedangkan adh-dhiya’ merepresentasikan cahaya yang bersifat fisik, energetik, dan kosmologis. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep cahaya Ilahi dalam Al-Qur’an dibangun melalui sistem bahasa yang terstruktur dan presisi, sehingga pendekatan semantik memberikan kontribusi penting dalam memperdalam pemahaman metafora Qur’ani.
Lexical Semantic Change in Arabic Online News Headlines in the Covid-19 Digital Media Era Meki Polanda; Nuraman; Ma’mun Johari
Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 1 (2026): Assuthur: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Pasca Sarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/as.v5i1.3536

Abstract

The Covid-19 pandemic has accelerated the digital transformation of media, intensifying the speed and competitiveness of online news production. In this context, news headlines are increasingly shaped by the need to remain concise, timely, and attention-grabbing, leading to various forms of lexical semantic change through processes of metaphorization, terminologization, and semantic recontextualization. This study aims to identify and analyze lexical semantic change in Arabic online news headlines within the context of digital media. Using a qualitative descriptive approach, the study examines 50 news headlines collected from Al Arabiya, RT Arabic, and Independent Arabia published between 2020 and 2026. The findings indicate that meaning transfer emerged as the most frequent category of lexical semantic change, followed by semantic narrowing through terminologization, while semantic extension occurred less frequently. The selected headlines from Al Arabiya demonstrate a tendency toward technocratic and economically oriented metaphorical framing, RT Arabic shows stronger evaluative and ideologically loaded metaphorical expressions, while Independent Arabia exhibits greater semantic stability through scientific and medical terminology. These findings suggest that the Covid-19 pandemic did not primarily generate entirely new lexical meanings, but rather accelerated pre-existing processes of semantic change within Arabic digital media discourse. The study contributes to Arabic lexical semantics by demonstrating how digital media reshapes lexical meaning through discursive adaptation in contemporary media environments.
Peningkatan pemahaman ilmu nahwu santri melalui metode al-fahmu di Yayasan Irsyadul Ibad Pandeglang Meki Polanda; Nuraman; Iptikarul Ilmi; Mochamad Taupik Ramadhan; Ahmad Baehaki
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v4i1.486

Abstract

Ilmu nahwu merupakan ilmu alat yang penting dalam memahami bahasa Arab dan kitab kuning di lingkungan pesantren. Namun, pembelajaran nahwu masih sering dianggap sulit karena cenderung menekankan hafalan kaidah dibandingkan pemahaman dan logika. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada santri Yayasan Irsyadul Ibad Pandeglang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman ilmu nahwu santri melalui metode Al-Fahmu sebagai metode pembelajaran berbasis pemahaman, logika, dan perbandingan. Kegiatan dilaksanakan pada 29 November 2025 dengan melibatkan 43 santri dan santriwati. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory training melalui tahapan pre-test, pelatihan, praktik, pendampingan, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator pembelajaran nahwu. Kemampuan memahami isim dan fi‘il meningkat dari 73% menjadi 89%, pemahaman kedudukan kata meningkat dari 61% menjadi 85%, dan kemampuan i‘rab meningkat dari 64% menjadi 86%. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan motivasi dan partisipasi selama pelatihan berlangsung. Metode Al-Fahmu dinilai efektif sebagai alternatif pembelajaran nahwu yang lebih mudah, sistematis, dan aplikatif bagi santri pesantren.
Representasi Aktor Sosial dalam Pemberitaan BBC Arabic tentang Serangan Israel terhadap Iran Meki Polanda
PRASASTI: Journal of Linguistics Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/prasasti.v11i1.106801

Abstract

The conversation about Israel's attack on Iran is an interesting topic and has become the center of attention by the mass media, because it has a high enough value to be reported. The purpose of this study is to identify the representation of social actors in BBC Arabic's reporting on Israel's attack on Iran using Theo van Leeuwen's critical discourse analysis model. The approach used in this study is a descriptive qualitative method. The primary data source that became the basis for the research was taken from the BBC Arabic website which contained news about Israel's attack on Iran on June 13, 2025. The data collection technique used in this study was the listening and note-taking method. The results of the study show that BBC Arabic presents news by presenting the dominant party, namely Israel, and the marginalized party, namely Iran. However, BBC Arabic still strives to present balanced and comprehensive news by displaying the names of victims as a result of the Israeli attack. BBC Arabic constructs social actors in the news about Israel's attack on Iran by bringing them up, obscuring them, and eliminating them through strategies of differentiation, objectivation, abstraction, categorization, determination, and assimilation.