Rahmi Dewanti
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Syarat dan Kedudukan Pendidik Perspektif Hadits Nabi Muhammad Agil Husain Abdullah; Ramlianto; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the requirements and status of educators from the perspective of the hadith of Prophet Muhammad ﷺ. The study aims to analyze the concept of educators, their ideal characteristics, and their strategic position within the Islamic education system based on educational (tarbawi) hadiths. A qualitative approach with library research and thematic (maudhu’i) analysis was employed. Data were collected from hadith compilations and Islamic education literature and analyzed using qualitative descriptive methods. The findings indicate that the Prophet’s hadiths place educators in a noble and strategic position, with key requirements including mastery of knowledge, sincerity, noble character, patience, and exemplary conduct. This holistic concept of educators remains highly relevant for strengthening the professionalism and integrity of Islamic educators in the modern era.AbstrakPenelitian ini mengkaji syarat dan kedudukan pendidik dalam perspektif hadits Nabi Muhammad ﷺ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidik, karakteristik ideal, serta posisi strategis pendidik dalam sistem pendidikan Islam berdasarkan hadits-hadits tarbawi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan dan analisis tematik (maudhu’i). Data diperoleh dari kitab-kitab hadits dan literatur pendidikan Islam, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menempatkan pendidik pada kedudukan yang mulia dan strategis, dengan syarat utama meliputi penguasaan ilmu, keikhlasan, akhlak mulia, kesabaran, dan keteladanan. Konsep pendidik dalam hadits bersifat holistik dan relevan untuk penguatan profesionalitas serta integritas pendidik Islam di era modern.
Keutamaan Belajar Dan Mengajar Perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW Aripuddin; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti; Nurkhalishah
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the virtues of learning and teaching from the perspective of the hadith of Prophet Muhammad SAW. Using a qualitative approach with a library research method, this study analyzes hadith collections, Islamic education books, and scholarly journal articles related to hadith tarbawi. The findings indicate that learning and teaching hold a noble status in Islam and are considered acts of worship. Seeking knowledge is an obligation for every Muslim, while teaching knowledge is regarded as a continuous charity (amal jariyah). The hadiths also emphasize the importance of ethics, sincere intention, and exemplary conduct in the educational process. This study concludes that the values of hadith tarbawi remain relevant as a foundation for Islamic education oriented toward moral and intellectual development.AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji keutamaan belajar dan mengajar dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan terhadap kitab hadits, buku pendidikan Islam, dan artikel jurnal terkait hadits tarbawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belajar dan mengajar memiliki kedudukan mulia dalam Islam dan bernilai ibadah. Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap Muslim, sedangkan mengajar merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Hadits Nabi juga menekankan pentingnya etika, niat, dan keteladanan dalam proses pendidikan. Kajian ini menegaskan bahwa nilai-nilai hadits tarbawi relevan sebagai landasan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak dan keilmuan.
Kedudukan Orang Berilmu Perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW Saiyed Mahmuddin Assaqqaf; Abbas Baco Miru; Rahmi Dewanti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the position of knowledgeable people from the perspective of the hadiths of Prophet Muhammad SAW and its implications for Islamic education. The research employs a qualitative approach using a library research method. Data were collected from the Prophet’s hadiths and relevant scholarly literature, which were analyzed through thematic content analysis. The findings reveal that the hadiths place knowledgeable individuals in a noble and strategic position as the heirs of the prophets, granting them a high status and a crucial role in shaping moral character and Islamic civilization. Knowledge is viewed as the fundamental basis for worship, righteous deeds, and education. This study emphasizes that honoring knowledgeable people is a vital foundation for the development of Islamic education oriented toward character building and the welfare of the Muslim community. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan orang berilmu dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW serta implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari hadits-hadits Nabi dan literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits Nabi menempatkan orang berilmu pada kedudukan yang mulia sebagai pewaris para nabi, memiliki derajat yang tinggi, dan berperan penting dalam pembentukan akhlak serta peradaban umat. Ilmu dipandang sebagai dasar utama dalam beribadah, beramal, dan mendidik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemuliaan terhadap orang berilmu merupakan fondasi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kemaslahatan umat.
Epistemologi Hadis Tarbawi Definisi Ruang Lingkup dan Perkembangannya Jamaluddin; Abd. Haris; Abbas Baco Miro; Rahmi Dewanti
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 1 Desember 2025
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the epistemology of hadith tarbawi, focusing on its definition, scope, and development within the framework of Islamic education. This research employs a qualitative approach using library research. Data were collected from various academic books and scholarly journals related to hadith tarbawi, Islamic educational epistemology, and tafsir tarbawi. Data analysis was conducted through content analysis using a philosophical-epistemological approach. The findings indicate that the epistemology of hadith tarbawi positions the Prophet’s hadith as an integrative source of educational knowledge that combines revelation, reason, and social reality. Its scope includes sources of knowledge, methods of understanding hadith, and the value orientation of Islamic education. Furthermore, the development of hadith tarbawi epistemology reflects a shift toward contextual and multidisciplinary approaches, making it relevant for addressing contemporary challenges in Islamic education.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji epistemologi hadis tarbawi yang meliputi definisi, ruang lingkup, dan perkembangannya dalam konteks pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literatur berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan hadis tarbawi, epistemologi pendidikan Islam, dan tafsir tarbawi. Analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan pendekatan filosofis-epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epistemologi hadis tarbawi menempatkan hadis Nabi sebagai sumber pengetahuan pendidikan yang integratif antara wahyu, akal, dan realitas sosial. Ruang lingkupnya mencakup sumber, metode pemahaman, serta orientasi nilai pendidikan Islam. Perkembangan epistemologi hadis tarbawi menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan multidisipliner, sehingga relevan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer.