Heri Setiaji
STAI Babunnajah Pandeglang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Berbasis Hybrid Learning Heri Setiaji; Ahmad Rofiq; Dita Fitriani; Uswatun Hasanah; Ifat Khunida
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/suar.v1i2.217

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi pembelajaran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran hybrid learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan yang dilaksanakan di SMK Babunnajah Pandeglang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai strategi pembelajaran yang diterapkan guru dalam konteks hybrid learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran guru yang efektif meliputi variasi metode pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, komunikasi interaktif, integrasi kegiatan daring dan luring, serta pemantauan proses belajar secara berkelanjutan. Strategi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa, menciptakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel, dan memperkuat motivasi belajar siswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan hybrid learning tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan pedagogis guru dalam merancang pembelajaran yang adaptif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pembelajaran hybrid dengan menegaskan pentingnya strategi pedagogis guru sebagai faktor utama. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya penguatan kompetensi pedagogis digital guru melalui pelatihan yang mengintegrasikan penggunaan teknologi dengan desain pembelajaran. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan cakupan partisipan yang lebih luas serta menggunakan pendekatan metode campuran agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Implementasi Strategi Pembelajaran Humanistik dalam Membangun Lingkungan Belajar Menyenangkan dan Bermakna pada Pembelajaran Keagamaan Islam Ahmad Rofiq; Heri Setiaji; Eneng Farichah; Yuli Rahmawati; Aminudin Aminudin
SUAR: Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2026): SUAR
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/suar.v1i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi strategi pembelajaran humanistik dalam membangun lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna pada pembelajaran keagamaan Islam. Penelitian dilakukan di SMK Babunnajah Pandeglang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami fenomena pembelajaran secara kontekstual. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran humanistik mampu mengubah pola pembelajaran menjadi lebih dialogis dan partisipatif. Implementasi strategi ini mendorong terciptanya suasana kelas yang nyaman, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta membantu peserta didik memaknai nilai keagamaan melalui pengalaman reflektif. Lingkungan belajar yang menyenangkan terbentuk melalui relasi pedagogis yang empatik, sedangkan kebermaknaan belajar muncul ketika materi dikaitkan dengan pengalaman kehidupan peserta didik. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi aspek kognitif, emosional, dan spiritual menjadi faktor utama dalam menciptakan pembelajaran keagamaan yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pedagogi humanistik dalam pendidikan keagamaan Islam serta menjadi rujukan praktis bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih humanis dan kontekstual.