Sahrahman
Institut Agama Islam Darussalam Martapura Kalimantan Selatan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Persepsi Orang Tua terhadap Konten TikTok sebagai Referensi Pemilihan Sekolah Anak Badrus Shalih; M Naqouib Ashrofun Nashr; Sahrahman
AJER: Advanced Journal of Education and Religion Vol. 3 No. 2 (2026): May
Publisher : Advance Journal of Education and Religion (AJER) published by Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ajer.v3i2.13063

Abstract

The rapid growth of TikTok as a social media platform has transformed information consumption patterns among Indonesian parents selecting schools for their children. This study analyzes parents' perceptions of TikTok content as a reference in school selection decisions through a qualitative phenomenological approach, using in-depth interviews, limited digital observation (netnography), and field notes. Data were collected from 24 parents in Pasuruan who actively use TikTok and have school-age children (6–15 years). Three dominant perception dimensions emerged: (1) cognitive perception, encompassing conditional trust in information credibility and active verification strategies; (2) affective perception, involving emotional responses to school promotional content, including comparative anxiety; and (3) conative perception, manifested in behavioral tendencies in school search processes. This study proposes the Tri-Dimensional Social Media Perception (MPMS-TD) framework, which integrates Theory of Planned Behavior, Uses and Gratifications Theory, and Algorithmic Trust to explain how these three dimensions interact in TikTok-mediated decision-making. The results indicate that TikTok strongly influences the initial school information search stage, but final decisions remain largely shaped by direct experience and peer recommendations. These findings have practical implications for educational institutions formulating digital communication strategies on short-video platforms. The study is limited to one urban district and findings should not be generalized beyond comparable contexts.
REVITALISASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: Pendidikan akhlak, Pendidikan Agama Islam, Era digital, Pendidikan karakter, Studi kepustakaan Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara; Sahrahman
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.608

Abstract

Artikel ini membahas revitalisasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Persoalan utama yang dikaji adalah semakin lebarnya jarak antara intensitas paparan digital peserta didik dengan kemampuan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan adab, nalar moral, dan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan analisis isi deskriptif-analitis terhadap artikel jurnal Indonesia terbitan 2021-2025 yang membahas pembelajaran PAI, pendidikan karakter, media digital, keteladanan guru, dan pembinaan moral peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan akhlak menuntut pergeseran dari pembelajaran PAI yang dominan kognitif menuju pedagogi akhlak integratif, yaitu pembelajaran yang menggabungkan keteladanan, pembiasaan, dialog reflektif, literasi digital, asesmen autentik, dan kolaborasi sekolah-keluarga. Artikel ini juga menyajikan vignette kualitatif sebagai ilustrasi kontekstual berbasis sintesis tematik literatur, bukan sebagai klaim data lapangan baru. Kebaruan teoretis artikel ini terletak pada tawaran kerangka pembelajaran PAI digital berbasis nilai yang memandang teknologi bukan sekadar media, melainkan ruang etik pendidikan. Secara praktis, artikel ini memberi kontribusi bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih manusiawi, kontekstual, dan relevan bagi generasi Z dan Alpha.
Praktik Puasa Sunnah dan Pembentukan Self-Regulation Santri di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru Badrus Shalih; Marzuqi Marzuqi; Muhammad Iqbal Dewantara; Sahrahman
AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/m06b8g78

Abstract

This study was motivated by the limited research on the role of voluntary fasting in developing students’ self-regulation, even though Monday–Thursday fasting and Ayyamul Bidh fasting are common practices in Islamic boarding schools (pesantren). The study employed a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected from November to December 2025 through in-depth interviews with seven students (santri), two supervising teachers (ustadz), and one boarding school administrator, supported by observations and document analysis. Data were analyzed using Moustakas’ phenomenological method. The findings reveal that voluntary fasting is understood by the students as a form of self-discipline (mujahadatun nafs) that helps them control their desires, develop time discipline through sahur (pre-dawn meals), worship, study, and breaking the fast, and strengthen their identity as santri. According to the teachers and administrators, students who regularly practice voluntary fasting tend to be more patient, disciplined, less likely to violate school regulations, and more consistent in Qur’anic memorization and muthala’ah (independent study). These findings indicate that voluntary fasting functions not only as a personal act of worship but also as an effective means of spiritual education in fostering students’ self-regulation through the internalization of tazkiyatun nafs (self-purification) values and self-control.
EFEKTIVITAS PROGRAM WIRID HARIAN DALAM MENINGKATKAN KECERDASAN SPIRITUAL (SQ) SANTRI Badrus Shalih; Sahrahman
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengukur efektivitas program wirid harian dalam meningkatkan kecerdasan spiritual (SQ) santri di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment (Pre-test and Post-test Control Group Design). Sampel terdiri dari 45 santri yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (23 santri) dan kelompok kontrol (22 santri), dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keaktifan dan keseragaman jadwal. Instrumen pengukuran SQ disusun berdasarkan indikator Zohar dan Marshall (2000) yang terdiri dari 30 butir pernyataan skala Likert 1–5, dengan koefisien validitas Product Moment Pearson dan reliabilitas Cronbach's Alpha sebesar 0,891. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program wirid harian secara signifikan meningkatkan kecerdasan spiritual santri, dibuktikan dengan nilai t-hitung (6,847) > t-tabel (2,001), df = 58, dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,62 (kategori sedang) jauh di atas kelompok kontrol sebesar 0,15 (kategori rendah). Keempat dimensi SQ mengalami peningkatan, yakni kemampuan bersikap fleksibel (18,3%), kesadaran diri (21,5%), kemampuan menghadapi penderitaan (16,8%), dan orientasi hidup berbasis nilai Islam (19,2%). Penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan wirid yang konsisten dan terstruktur efektif dalam pengembangan dimensi spiritual santri di pesantren.