Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Variasi Nutrisi dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Selada (Lactuca sativa L.) dalam Budidaya Hidroponik Metode Deep Flow Technique (DFT) Faridatul Munawaroh; Iskandar Umarie; Insan Wijaya
Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian Vol. 10 No. 4 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jimdp.v10i4.2229

Abstract

Vegetables provide various essential nutrients, such as vitamins, fiber, calcium, iron, and carotene, which are very important for human health. Lettuce (Lactuca sativa L.) is a high-value commodity among many types of vegetables due to its exceptional nutritional content, especially vitamins A, B, C, and calcium. Because it uses less land and produces high-quality products, hydroponic lettuce cultivation is a good alternative. DFT (Deep Flow Technique) is one of the most widely used hydroponic cultivation methods. It allows for shorter harvest times and optimal yields, but requires careful management of nutrients and energy. This study focused on the impact of media and nutrient solution composition combinations on the growth dynamics and production of lettuce cultivated using the Deep Flow Technique (DFT) hydroponic approach. For this project, a Completely Randomized Design (CRD) was used, which had a split-plot design consisting of two factors and three replications. Nutrient type (N) was the first factor, and growing medium (M) was the subplot factor. Analysis of variance (ANOVA) was used to analyze the data, and this study used plant height, plant leaves (number, width, and length), root length, stem diameter, and fresh plant weight as observation parameters. Based on the experimental results, it was found that, compared to NPK application, the use of AB Mix significantly increased all growth parameters, including fresh weight. However, cocopeat and charcoal husk growing media produced the highest lettuce biomass, followed by rockwool. Conversely, rice husk and sawdust media produced the lowest growth results.
Pelatihan Dan Implementasi Mini Minaponik Untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin Bejo Suroso; Abdul Jalil; Faridatul Munawaroh; Dhiaz Ari Priyandana
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian pangan telah menjadi salah satu isu krusial di Indonesia, terutama dalam rangka menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. Yayasan Al-Muhlishin Pakem, Bondowoso, merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan sosial. Sebagai yayasan yang berorientasi pada kemandirian masyarakat, mereka menghadapi beberapa tantangan utama, terutama dalam hal ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Program Pelatihan dan Implementasi Mini Minaponik untuk Meningkat- kan Kemandirian Pangan dan Pendapatan Yayasan Al-Muhlishin bertujuan untuk memperkenalkan teknologi pertanian modern yang ramah ling- kungan dan efisien, khususnya dalam hal mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas. Program ini dilaksanakan melalui pelatihan dan imple- mentasi sistem mini minaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem siklus air tertutup. Pelatihan yang diadakan pada 28 Februari 2025 dan implementasi pada 16 Maret 2025 diikuti oleh delapan pengurus yayasan yang diberdayakan untuk memproduksi pangan secara mandiri. Selain itu, program ini juga memberikan bantuan tambahan berupa PC baru dengan spesifikasi Core i7 untuk mendukung administrasi yayasan yang sebelumnya terganggu oleh perangkat lama. Hasil dari program ini meliputi peningkatan keterampilan teknis peserta dalam mengelola mini minaponik, pemanfaatan pekarangan rumah untuk produksi pangan, serta peningkatan kapasitas yayasan dalam mengelola administrasi. Pro- gram ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan lokal, peningkatan pendapatan keluarga, dan memperluas keberlanjutan program melalui replikasi di tingkat komunitas lainnya.
Membentuk Wirausahawan Muda Melalui Produksi Cocopeat Untuk Media Tanam Bagus Tripama; Abdul Jalil; Handa Aprisco; Faridatul Munawaroh; Firdauzy Rizqy Romadhane
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan mitra usaha Triococo melalui peningkatan kapasitas produksi cocopeat, penguatan manajemen usaha, dan pengembangan pemasaran. Mitra sebelumnya menghadapi kendala dalam memproduksi cocopeat secara efisien akibat keterbatasan alat dan pengetahuan teknis. Melalui program ini, tim pengabdian Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Jember memberikan bantuan pengadaan mesin pembuat cocopeat dengan mesin penggerak merek Tesla, yang dipilih karena keandalannya dan efisiensinya. Selain itu, mitra juga diberikan pelatihan teknis produksi cocopeat, manajemen usaha, dan strategi pemasaran. Hasil dari program ini menunjukkan bahwa mitra berhasil memproduksi cocopeat berkualitas dengan kemasan 5 kg yang dilengkapi label "Binaan UNMUH Jember". Label ini berfungsi sebagai media promosi dan pengakuan atas peran UNMUH Jember dalam memberdayakan mitra. Mitra juga telah mampu mengoperasikan mesin secara mandiri dan memahami seluruh proses produksi, mulai dari pengolahan sabut kelapa hingga pengemasan. Dampak positif yang dirasakan mitra antara lain peningkatan produktivitas, pendapatan, serta perluasan pasar. Program ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memiliki potensi keberlanjutan melalui rencana diversifikasi produk dan pengembangan pasar. Keberhasilan program ini menunjukkan peran aktif UNMUH Jember dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi.